
Setelah meledek pak Chandra seperti itu, pak Rudi pun masuk ke dalam ruangannya. Dia sangat penasaran sekali dengan Ai.
******************************
Saat ini, aku, Nara, dan juga Gilang sedang makan di kantin, namun tiba-tiba saja...
‘drrt.. drrt.. drrt..’ suara hp Ai berbunyi.
“Halo sayang..” Ucap seseorang di seberang telepon yang tak lain adalah Pak Chandra
“Halo juga.” Ucapku
“Ehm.. Ehm.. Co cweet” ledek Nara dan aku pun menyenggol Nara
“Ada apa mas?” tanyaku
“Sayang, aku tadi lupa kasih uang jajan ke kamu ya ?!” tanya Pak Chandra yang khawatir takut istrinya kelaparan
“Tidak apa-apa mas. Aku masih ada simpanan kok. Kalau cuma buat jajan hari ini saja sih aku ada. Mas tenang saja ya.” Ucapku
“Oh begitu. Tapi besok-besok kalau kamu ada kekurangan apa, kamu minta saja ke aku ya.” Ucap pak Chandra
“Rebes bos.” Ucapku mantap
Setelah berbicara seperti itu, kami pun memutuskan telepon kami.
“Ada apa Ai?” tanya Nara kepo
__ADS_1
“Tidak ada apa-apa, Nar. Dia cuma bilang kalau dia lupa kasih aku uang jajan buat hari ini.” Jelasku
“Aih.. Aih.. Senangnya di perhatikan seperti ini. Aku juga mau tuh.” Ucap Nara sambil melirik Gilang yang sedang serius dengan makanannya
Aku pun tersenyum melihat mereka. Biar bagaimana juga merekalah yang selalu membantuku dan selalu ada untukku.
****
Seperti biasa, pak Rudi masuk ke dalam ruangan pak Chandra tanpa mengetuk pintu dulu.
“Hai sobatku, kamu tidak lapar apa. Jam istirahat kaya begini, kamu tidak dipakai istirahat? Malah asyik dengan kertas-kertas itu.” Celetuk pak Rudi
“Iya. Aku tidak mau menyisakan kerajaan saat aku nanti pulang ke rumah.” Jawab pak Chandra santai karena sudah terbiasa dengan kebiasaan sahabatnya itu
“Buset dah, serius banget sih kamu jadi guru.” Celetuk pak Rudi
“Ya iyalah harus serius. Biar anak murid kita bisa pintar. Iya kan? Memangnya kamu yang masih suka keluyuran begini.” Ucap pak Chandra santai tapi menyindir
“Ckckck... Rudi.. Rudi.. Kamu sama sekali tidak berubah.” Gumam pak Chandra sambil menggelengkan kepalanya
****
Sementara di tempat lain...
“Eh Yul, kamu tempo hari berhasil tidak mendekati pak Chandra?” tanya lili
“Tidak, Li. Aku tidak berhasil. Aku malahan dikasih tahu oleh bi Ina kalau pak Chandra itu sudah punya istri dan istrinya itu namanya putri.” Jelas Yuli BT
__ADS_1
“Apa? Istri?” ucap lili terkejut
“Iya.” Ucap Yuli sambil mengangguk
“Tidak.. Tidak mungkin. Kamu pasti salah dengarkan, Yul ?!” Ucap Lili yang masih tidak percaya
“Awalnya aku juga tidak percaya kaya kamu begini. Tapi melihat wajah bibi yang serius saat bilang masalah ini, aku mau tidak mau harus percaya. Iya kan?!” jelas Yuli
“Memang benar sih. Tapi bisa sajakan bi Ina bilang begitu karena di suruh pak Chandra biar kamu tidak mendekati dia lagi.” Ucap lili
“Benar juga apa yang kamu bilang. Terus aku harus bagaimana nih buat memastikan itu benar atau tidak.” Ucap Yuli
“Ya kamu datang lagi saja ke rumah pak Chandra. Tapi diam-diam. Bagaimana?” ucap lili
“Benar juga ya. Ya sudah.. Minggu besok aku ke rumahnya deh.” Ucap Yuli
“Nah begitu donk.” Sahut Lili.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1
Nah loh, minggu besok bakalan jadi hari yang panjang buat pak Chandra dan Ai. Kira-kira bagaimana kelanjutannya ya...?
Lanjut👇