
‘Bruk...’ akupun pingsan
Setelah pak Chandra masuk ke dalam rumah, dia menyadari kalau aku tak mengikutinya di belakang. Dia mengira aku sedang merajuk.
“Ish ini anak. Mengambek terus kerjaannya. Padahal yang seharusnya marahkan aku.” Gumam pak Chandra
Disaat yang bersamaan bi Ina keluar hendak membuang sampah. Lalu tiba-tiba dia melihatku tergeletak dekat mobil.
“Tuan.. Tuan.. Ai tuan.. Ai pingsan.” Teriak bi Ina
Pak Chandra yang tadinya hendak marah lagi kepadaku ketika aku masuk, tiba-tiba terkejut mendengar teriakan bi Ina. Sontak langsung berlari ke arahku
“Ai..? Bi, sebenarnya Ai kenapa bisa begini?” tanyanya panik
“Saya sendiri tidak tahu, tuan. Tadi sewaktu saya hendak membuang sampah, saya melihat Ai sudah tergeletak di sini.” Ucap bi Ina
“Ya sudah, aku bawa Ai ke rumah sakit dulu. Bi Ina tolong jaga rumah ya.” Pinta pak Chandra
“Iya tuan.” Jawab bi Ina
Setelah berpesan seperti itu, pak Chandra pun membawaku ke rumah sakit
Sesampainya di rumah sakit, pak Chandra meminta Dokter untuk segera memeriksaku
Setelah menunggu beberapa saat, Dokter pun selesai memeriksaku.
“Dok, bagaimana keadaan istri saya?” tanya pak Chandra Khawatir
“Istri Bapak baik-baik saja. Hanya di saat seperti ini, istri bapak tidak boleh terlalu kecape’an dan juga banyak pikiran. Tapi jika terus seperti ini, maka akan mempengaruhi janin di dalam kandungannya.” Jelas Dokter
“Janin? Maksud dokter apa?” tanya pak Chandra bingung
“Maksud saya, istri bapak sekarang sedang hamil. Dan usia kandungannya sekarang memasuki usia 3 minggu.” Jelas dokter
“Oh, jadi istri saya hamil dan usia kandungannya 3 minggu?” tanya pak Chandra memastikan
__ADS_1
“Iya pak.” Jawab dokter
“Terimakasih, Dok.” Ucap pak Chandra dan langsung masuk ke ruangan aku di periksa tadi.
“Trimakasih sayang. Trimakasih.” Ucap pak Chandra lirih sambil mengecup keningku
Ketika pak Chandra mencium keningku, aku pun terbangun
“Mas, mas.. Ini dimana?” tanyaku
“Oh kamu sudah bangun?! Ini di rumah sakit sayang.” Jawab pak Chandra
“Di rumah sakit? Kenapa aku bisa di rumah sakit?” tanyaku bingung
“Tadi kamu pingsan sayang dan aku langsung membawamu ke rumah sakit.” Jelas pak Chandra
“Oh.. Terus aku sudah bisa pulang tidak sekarang. Aku mual di sini. Ingin muntah.” Ucapku
“Sebentar aku tanyakan ke dokter dulu.” Ucap pak Chandra dan langsung bangkit dari tempat duduknya
“Bagaimana, mas? Apa kata Dokter? Aku boleh pulang kan?” tanyaku
“Ai, kata dokter kamu boleh pulang kok. Cuma kamu harus jaga kandunganmu.” Jelas pak Chandra
“Kandungan? Maksud mas, aku hamil?” tanyaku memastikan
“Iya sayang. Kamu sedang hamil dan usia kandunganmu itu memasuki usia 3 minggu.” Jelas pak Chandra
Setelah mendengar penjelasan dari pak Chandra, aku pun menangis
“Ai, kenapa kamu menangis?” tanya pak Chandra
“Mas, apa aku bisa jadi seorang ibu?” tanyaku lirih
“Kamu pasti bisa sayang. Semua perempuan pasti bisa. Karena setiap perempuan itu pada dasarnya punya jiwa ke ibuan.” Jelas pak Chandra
__ADS_1
“Oh begitu ya. Mas mau bantu aku kan?” tanyaku
“Iya sayang. Aku akan bantu kamu kok.” Ucap pak Chandra
“Sekarang kita pulang yuk.” Ajak pak Chandra
****
Sesampainya di rumah, bi Ina menyambut kami.
“Tuan, bagaimana keadaan Ai?” tanya bi Ina khawatir
“Dia baik-baik saja kok, bi. Dan kita punya kabar baik buat bibi.” Ucap pak Chandra
“Apa itu tuan?” tanya bi Ina penasaran
“Ai sekarang sedang hamil bi dan usia kandungannya masuk ke usia 3 minggu.” Ucap pak Chandra
“Wah selamat ya, Ai.” Ucap bi Ina
“Terimakasih, bi.” Ucapku
Setelah mengobrol-ngobrol sebentar, kami pun masuk ke dalam kamar
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Lanjut...👇