
Sudah satu minggu berlalu, kini tiba saatnya untuk mengungkapkan siapa perempuan itu.
Dari informasi yang di dapat dari pak Chandra, seharusnya hari ini adalah hari dimana perempuan itu datang ke rumah pak Chandra
“Ai, kamu sudah siap?” tanya pak Rudi yang dari tadi melihat keteganganku
“Siap pak.” Jawabku
“tok.. tok.. tok..” kami mengetuk pintu rumah pak Chandra
“Ai?” sahut bi Ina yang seketika memelukku
“Bibi kangen sama Ai.” Ucap bi Ina lagi
“Aku juga kangen sama bibi. Mas Chandranya ada bi?” tanyaku
“Ada Ai. Tapi di dalam..” ucapan bi Ina terputus karena tiba-tiba saja seseorang muncul dari dalam
“Siapa bi?” tanya Yuli
“Oh ini non, ada pak Rudi dan Non Ai.” Jawab bi ina
“Oh.. Kok tidak disuruh masuk bi. Sini Ai, masuk. Mari pak.” Ucap Yuli dan kami pun masuk.
“Maaf pak Rudi dan Ai, mas Chandranya lagi kurang sehat. Sekarang lagi ada di kamar.” Jelasnya
“Oh..” ucap pak Rudi sambil lihat ke arahku dan aku mengangguk memberi isyarat
“Yuli, kenapa Pak Chandra bisa sakit?” tanyaku
“Ini semua gara-gara istrinya yang tiba-tiba pergi dengan pria lain.” Ucapnya
“What? Hello.. Kamu ngarang banget tidak sih, Yuli.” Gumamku dalam hati sementara pak Rudi menahan tawanya sebisa mungkin
“Kok bisa, Yul?” tanyaku dengan menahan amarah
__ADS_1
“Ya bisalah.. Kan istrinya itu perempuan tidak benar. Tu buktinya dia lebih pilih cowok lain di banding suami sendiri.” Ucap Yuli menggebu-gebu
“Sabar.. sabar.. sabar..” gumamku dalam hati
“Terus kamu sendiri kenapa ada di sini?” tanya pak Rudi menggantikan aku
“Ya.. ya.. aku ada di sini buat menghibur pak Chandralah. Biar tidak teringat dengan istrinya terus.” Jawab Yuli
“Oh.. Cari kesempatan dalam kesempitan ya?” ucapku
“Kok kamu bisa ngomong begitu, Ai?” tanya Yuli
“Ya bisalah. Sekarang aku mau tanya.. Kamu tahu dari mana kalau istri pak Chandra itu selingkuh? Tidak mungkinkan dengan kepribadian pak Chandra yang seperti itu, dia ceritakan semua masalahnya ke kamu. Secara dari awal kamu kan sudah mengejar-ngejar pak Chandra.” Ucapku
“Oh itu.. itu..” Yuli terlihat bingung mencari jawaban
“Itu apa, Yul?” tanyaku
“Itu... Ya, memang akulah yang sudah buat istrinya pak Chandra pergi dari rumah ini.” Ucap Yuli yang akhirnya mengaku sementara pak Rudi sudah merekamnya dari awal
“Ya.. Aku yang sudah teror istrinya pak Chandra.” Ucapnya lagi mengaku
“Oh jadi begitu.” Ucapku
“Prok.. Prok.. Prok..” suara tepuk tangan seseorang yang tak lain adalah pak Chandra
“Hebat sekali kamu, Yuli. Sungguh hebat. Ternyata sekolah kita ini punya siswa hebat seperti ini.” Ucap pak Chandra sinis
“Mas Chandra..?” ucap Yuli terkejut
“Jangan panggil aku mas. Aku bukan mas mu. Aku ini gurumu. Kamu harus ingat itu.” Hardik pak Chandra
“Tapi mas.. Eh pak. Ini tidak seperti yang bapak kira.” Sanggah Yuli
“Maksud kamu apa?” tanya pak Chandra
__ADS_1
“Mereka tadi memojokkanku jadi aku hanya membela diriku sendiri..” ucap Yuli
“Tidak Yuli, itu bukanlah alasan yang masuk akal.” Ucap seseorang yang barusan saja datang.
“Mba Mila?” ucap Yuli terkejut begitu pula dengan pak Chandra dan pak Rudi tapi tidak dengan aku.
“Mbak..?” tanya pak Chandra spontan
“Iya Chan, kami adalah saudara sepupu.” Jawab bu Mila
“Ah ya ampun.” Ucap pak Rudi
“Mbak, mbak mau apa ada di sini. Bukannya mbak lagi ada di penjara?” tanya Yuli bingung
“Iya mbak ada di sini. Mbak sengaja kabur dari penjara karena ingin menghalangimu melakukan kesalahan seperti yang pernah mbak lakukan dulu dan membantu Ai untuk menjebakmu.” Jelas bu Mila yang ternyata di awal dia kabur dari penjara, dia sudah langsung menemuiku
“Tidak.. Aku harus mendapatkan pak Chandra bagaimana pun caranya. Dan kamu Ai.. Kamu sudah mengacaukan rencanaku yang hampir saja berhasil. Kamu harus bayar semua itu.” Ucap Yuli yang tiba-tiba mengambil sebuah pisau dari bi Ina yang kebetulan sedang ada di situ ingin memberikan buah.
“Tidak Ai.. Awas..!! Teriak Bu Mila.
Namun tiba-tiba..
“Jleb..! Bruk.. !” Yuli menusukkan pisaunya.
.
.
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1
Lanjut👇