Aku Dicintai Oleh Guruku

Aku Dicintai Oleh Guruku
usaha ketemu


__ADS_3

Sementara di rumah, pak Chandra mencariku ketika dia bangun.


“Kemana nih anak. Jangan-jangan sudah berangkat duluan.” Gumam pak Chandra yang segera bangkit dari tempat tidurnya.


Setelah pak Chandra sudah rapi, pak Chandra pun mencari bi Ina.


“Bi, bi ina.” Panggil pak Chandra


“Iya tuan. Ada apa?” tanya bi Ina terkejut


“Ai mana, bi?” tanya pak Chandra


“Oh Ai, dia tadi berangkat pagi-pagi sekali tuan. Tapi tadi sebelum berangkat, Ai berpesan agar tuan sarapan dulu sebelum berangkat.” Ucap bi Ina


“Oh begitu ya. Ya sudah.” Ucap pak Chandra sambil jalan ke arah meja makan


“Bi, ini masakan siapa?” tanya pak Chandra heran. Karena rasanya agak sedikit berbeda tapi juga lumayan enak


“Oh itu tadi masakannya Ai tuan. Tadi sebelum berangkat, dia menyempatkan diri buat masak. Setelah itu berangkat.” Jelas bi Ina


Setelah mendengar penjelasan bi Ina, pak Chandra pun menghentikan makannya sejenak.


“Sejak kapan dia belajar masak?” gumam pak Chandra dalam hati dan kemudian kembali makan


Setelah selesai menyantap makanannya, pak Chandra pun berangkat ke sekolah.


“Rud, kamu ada kelas tidak di kelas Ai?” tanya pak Chandra

__ADS_1


“Sepertinya sih ada. Memang kenapa?” tanya pak Rudi bingung


“Aku boleh minta tolong tidak ke kamu, suruh Ai datang ke ruanganku.” Pinta pak Chandra


“lha kok menyuruh Ai ke ruanganmu?! Memang kalian di rumah tadi tidak bertemu?” tanya pak Chandra bingung.


“Aku semalam marahi dia karena pulang sampai larut malam. Al hasil dia malah yang mendiami aku, meninggalkanku berangkat duluan ke sekolah, dan hpnya juga di matikan.” Jelas pak Chandra frustrasi


“Haizz ni pasangan satu. Bikin orang jadi bingung saja. Tiba-tiba mesra, tiba-tiba perang dingin kaya begini. Ya audah.. Ya sudah.. Nanti aku usahakan. Tapi aku tidak janji ya.” Ucap pak Rudi dan pak Chandra pun mengangguk


****


Sementara di kelas...


“Ai, kalau tidak salah, sekarang pelajarannya pak Rudi ya?” ucap Nara


“Au ah gelap.” Ucapku cuek


‘buk..’ sebuah buku mendarat di kepala Nara


“Aw.. Ai, gila kamu ya. Sakit tahu.” Ucap Nara meringis kesakitan sambil mengusap-usap kepalanya yang tadi aku pukul


Mendengar Nara seperti itu, aku hanya cekikikan. Dan tak selang berapa lama, pak Rudi pun masuk. Dia mulai mengajar tapi kali ini ujian dadakan. Karena pak Rudi tahu percis bahwa aku akan selesai duluan, pak Rudipun berusaha agar membuatku ke ruangan pak Chandra


“Ai, berhubung kamu sudah selesai duluan, bapak boleh minta tolong tidak sama kamu?” tanya pak Rudi


“Minta tolong apa pak?” Tanyaku saat menyerahkan kertas ujian

__ADS_1


“Tolong berikan ini ke pak Chandra. Tadi bapak lupa.” Jelas pak Rudi


“Kenapa tidak Bapak sendiri yang kasih?” tanyaku heran dan curiga


“Maunya sih begitu tapi tidak bisa menunggu. Ini lagi di butuhkan pak Chandra secepatnya.” Pinta pak Rudi dengan sangat


“Tidak ah. Ah itu Gilang saja. Gilang juga sudah selesai.” Ucapku


“Ada apa pak?” tanya Gilang sambil menyerahkan kertas ujiannya


“Ya sudah ya. Aku keluar duluan.” Ucapku yang tidak peduli di setujui apa tidak.


“Hai Ai..” panggil pak Rudi dan aku pun tidak peduli


“Ada apa, pak?” tanya Gilang bingung dengan kami berdua


“Oh tidak ada apa-apa. Sudah Bapak tidak jadi minta tolong. Kamu sudah boleh keluar sekarang.” Ucap pak Rudi


“Pasangan yang aneh. Bikin pusing saja.” Gumam pak Rudi lirih


.


.


.


.

__ADS_1


.


Lanjut..👇


__ADS_2