Aku Dicintai Oleh Guruku

Aku Dicintai Oleh Guruku
Masa lalu pak Chandra


__ADS_3

Pertandingan pun berakhir. Tapi tidak dengan Ai dan pak Chandra. Mereka masih akan mau memulai pembicaraan yang kalau bisa dibilang sih tidak terlalu penting buat Author...hehehe...😜


Ya sudahlah... Kita lanjutkan saja ceritanya..


“Ai, kenapa kamu di sini? Kamu tidak pulang?” tanya Nara


“Tidak..” jawabku sewot


“Buju buset yang sewot... Woi Gilang, sini sebentar.” Teriak Nara memanggil Gilang


“Ada apa, Nar?” tanya Gilang


“Mana CS an kamu itu. Liat ni anak, butuh di jinakkan.” ucap Nara sambil menunjuk ke arahku.


Gilang yang mengerti maksud Nara, langsung pergi dan memanggil Pak Chandra.


Tak selang berapa lama, pak Chandra pun datang.


“Ada apa sayang?” tanya Pak Chandra yang sebenarnya sudah tahu alasannya


“Cie.. cie.. Sayang ni ye...” ledek Nara.


“Hus.. Jangan begitu. Nanti Ai jadi tidak bisa dijinakkan, bagaimana? Mau tanggung risikonya?” Ucap Gilang


Nara pun hanya menyengir. Habis kapan lagi dia bisa godain pak Chandra.


“Ai, ada apa?” tanya pak Chandra lirih namun lembut tanpa mempermuliakan tingkah Nara dan Gilang yang di sampingnya.


“Mas, mas ada hubungan apa dengan guru tadi?” tanyaku to the point


“Sayangku ini cemburu rupanya...” goda pak Chandra sambil tersenyum

__ADS_1


“Siapa juga yang cemburu?!😒” Jawabku sambil memalingkan wajah


“Dia itu mantanku waktu dulu kuliah. Kami sempat hampir bertunangan, namun ternyata dia selingkuh dengan pria lain.” Jelas pak Chandra


Lalu aku, Nara dan Galih seketika menengok ke arah pak Chandra.


“Kasihan...” ucap Nara


“Sungguh malang nasibmu pak.” Ucap Gilang menambahi.


Pak Chandra yang dengar celetukan itu pun langsung menunduk.


“Ish..kalian ini. Bukannya belasungkawa malah meledek begitu.” Ucapku menimpali


“Bwahahaha... Ai... Ai... Belasungkawa... Tidak sebegitunya kali. Aku kan tidak akan mati hanya karena kejadian itu.” Ucap pak Chandra


“Oh...” Sahutku, Nara, dan Gilang bersamaan


“Rasanya seperti sakit sekali di hati ini. Namun... Aku tanpa sadar, menemukan seorang perempuan yang entah siapa namanya, membuat aku menjadi penasaran. Seiring berjalannya waktu, akhirnya rasa penasaranku pun terjawab sekaligus sakit di hatiku mendadak hilang, aku akhirnya...” ucap pak Chandra pun terputus karena dia bingung bagaimana melanjutkannya.


“Akhirnya apa pak?” tanya Nara


“Ish kamu itu ya, tidak peka sekali. Ya akhirnya menemukan Ai lah. Benarkan, pak?” Tebak Gilang tepat sasaran


“Iya... Sebenarnya bukan hal yang mendadak buat aku menyatakan perasaan. Karena aku butuh waktu yang panjang buat meyakinkan diriku sendiri, apakah aku sudah siap untuk memperjuangkan perasaan ini ataukah belum. Dan apakah aku juga sudah siap jika ternyata perasaanku ini tidak terbalas.” Jelas pak Chandra panjang kali lebar (menurut author sih...😜)


“Dan kalian tahu, betapa bahagianya hatiku saat Ai menerimaku walau aku sadar masih ada sedikit keraguan di hatinya. Tapi aku bersyukur telah mendapatkannya. Terlebih lagi sekarang dia sudah benar-benar menyukaiku juga. Bukan begitu Ai?” Ucap pak Chandra yang membuatku jadi salah tingkah.


“Cie.. Cie.. Dua sejoli ini bikin iri saja. Kapan ya aku juga bisa merasakan itu semua?!” ucap Nara dengan nada iri


“Nar, kamu sama aku saja. Kamu mau tidak jadi pacarku?” celetuk Gilang

__ADS_1


“Et dah nih bocah, kamu kesambet setan mana? Bisa ngomong seperti itu ke aku?” ucap Nara


“Ya aku kesambet setan cantik. Namanya Nara. Bagaimana Nar? Kamu terima tidak perasaanku ini?” tanya Gilang dengan wajah serius.


Aku dan pak Chandra saat itu jangan di tanya deh. Kami berdua senyum-senyum sendiri melihat adegan mereka berdua


“Nar, kamu jawab kenapa? Kasihan tuh sih Gilang. Masa’ mau kamu gantung begitu pernyataan cintanya?” godaku sambil melirik pak Chandra.


“Et dah. Ini tuh serius?” tanya Nara masih tidak percaya


“Iya Nar, aku serius. Kamu mau tidak jadi pacarku?” tanya Gilang sekali lagi


Setelah beberapa lama, akhirnya Nara pun mengangguk.


“Yes... Terimakasih Nar.” Teriak Gilang spontan yang membuat kami bertiga tersenyum.


Di saat yang bersamaan, datang seorang perempuan cantik. Yang tidak lain adalah ibu guru Mila.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Kira-kira apa yang akan dilakukan bu guru Mila ya?

__ADS_1


Lanjut...👇


__ADS_2