Aku Dicintai Oleh Guruku

Aku Dicintai Oleh Guruku
penyesalan 2


__ADS_3

Begitu mereka sampai di rumah sakit, mereka langsung ke kamar tempat aku di rawat.


Namun yang masuk duluan adalah pak Rudi dan pak Chandra


“Alya..” sapa pak Rudi


“Oh, kamu sudah datang?!” ucap Alya sambil menengok ke arah pak Rudi dan pak Chandra dan otomatis wajahku jadi terlihat jelas


“Ai..!” teriak pak Chandra spontan dan langsung memelukku yang masih belum sadarkan diri


“Kalian kenal dengan anak ini.” Tanya Alya


“Ya kami sangatlah mengenalnya. Dia itu adalah murid dari sekolah kami dan sekaligus istri dari pria yang sedang memeluknya, Chandra.” Jelas pak Rudi


“Oh jadi begitu.” Ucap Alya


“Terus bagaimana keadaannya?” tanya pak Rudi


“Begini, tadi kata dokter, mungkin untuk beberapa waktu ini, dia mungkin tidak akan bisa mengenali siapa pun termasuk dirinya sendiri dan dia juga sepertinya sudah mengalami keguguran.” Jelas Alya


Mendengar penjelasan itu pak Rudi langsung ‘bruk..’ Jatuh ke lantai karena syok. Begitu pun pak Chandra yang tiba-tiba menangis sesenggukan seperti seorang anak yang di tinggal mati oleh orang tuanya.


Melihat keadaan ini, Alya pun bingung. Namun, ketika hendak bertanya, pak Chandra meminta mereka berdua agar membiarkannya dengan istrinya


Lalu mereka pun keluar dan di luar, pak Rudi ditanya segudang pertanyaan oleh Nara.


Setelah merasa puas, Nara dan Gilang pun masuk ke dalam untuk melihat sahabatnya itu.

__ADS_1


“Ai, kenapa kamu selalu seperti ini?” ucap Nara sambil meneteskan air mata saat melihatku yang sedang terbaring tak sadarkan diri.


“Pak, bapak harus kuat ya menghadapi cobaan ini.” Ucap Gilang


“Pak, sekarang bapak puas melihat Ai seperti ini?” tanya Nara emosi


“Sudahlah, Nar. Jangan limpahkan semua kesalahan pada pak Chandra. Ok.” Ucap Gilang dan pak Chandra pun masih diam tak bergeming sambil menatap wajahku


“Nar, lebih baik kita pulang. Biar pak Chandra yang menjaga Ai di sini.” Ajak Gilang


“Mari pak. Kami duluan.” Ucap Gilang berpamitan pada pak Chandra dan pak Chandra pun hanya mengangguk


“Ai.. Sayang.. Maafkan aku...” Gumamnya lirih sambil memegang tanganku


*****


“Rud, kamu bisa jelaskan tidak, sebenarnya apa yang sudah terjadi dan hubungannya sama kamu apa? Kenapa ko kamu sampai syok seperti itu buat seorang murid.” Tanya Alya heran


“Aku syok, karena secara tidak langsung, aku yang menyebabkan keadaan dia jadi seperti sekarang ini.” Ucap pak Rudi lirih


“Maksud kamu apa?” tanya Alya bingung


“Sebenarnya awal ceritanya tuh aku sedang mengobrol dengan suaminya mengenai masalah sikap Ai. Dan aku tanya ke suaminya apa dia tidak lelah menghadapi sikap istrinya yang labil seperti itu? Terus aku juga tanya ke dia, apa dia pernah merasa menyesal menikah dengan seseorang yang jauh lebih mudah 8 tahun dari dia?” ucapku


“Lalu temanmu jawab apa?” tanya Alya penasaran


“Lalu dia jawab, kalau kadang kala di cape dan juga menyesal sudah menikahi gadis itu.” Jelas pak Rudi.

__ADS_1


“Oh begitu, tapi kenapa dia sampai kecelakaan seperti ini? Memang dia dengar yang tadi suaminya jawab?” tanya Alya dan pak Rudi pun mengangguk


“Oh pantas saja jadi seperti ini. Ini semua memang kesalahan kalian berdua kalau begitu.” Ucap Alya dan pak Rudi pun mengangguk mengakuinya


Tak selang berapa lama, hp pak Rudi berbunyi


“Halo, Chan.” Ucap pak Rudi


“Rud, Ai sudah sadar. Sekarang lagi diperiksa dokter.” Ucap pak Chandra


“Benarkah? Ya sudah kami ke sana sekarang.” Ucap pak Rudi


.


.


.


.


.


Bersambung...


Kira-kira bagaimana keadaan Ai setelah ini? Dan bagaimana keadaan hubungan mereka ya?!


Lanjut👇

__ADS_1


__ADS_2