Aku Dicintai Oleh Guruku

Aku Dicintai Oleh Guruku
rencana ujian


__ADS_3

Keesokan harinya, sesuai dengan apa yang dikatakan pak Rudi, Yuli di panggil ke ruangannya untuk memperlihatkan tulisannya. Dengan rasa takut, Yuli menunjukkannya.


“Setelah menulis ini, apa sekarang kamu paham dimana letak kesalahanmu?” tanya pak Rudi tegas dan Yuli pun mengangguk


“Dan apa kamu masih mau mencari-cari masalah dengan adikku, Ai?” tanya pak Rudi lagi dan Yulipun menggelengkan kepala


“Bagus. Saya tidak peduli seberapa besar kamu menyukai orang lain. Selama kamu tahu akan posisi kamu sebagai murid di sekolah ini dan juga selama kamu tidak melanggar etikamu sebagai seorang siswa terhadap guru, maka saya tidak akan mempermasalahkannya lagi. Tapi kalau kamu mengulangi melakukan hal seperti ini lagi, maka saya tidak akan segan-segan menunjukkan bukti rekaman ini kepada pihak sekolah. Kamu mengerti.” Ucap pak Rudi dan yuli hanya bisa mengangguk pasrah


“Ya sudah kamu boleh balik ke kelas dan ingat sekali lagi, jangan di ulangi lagi hal seperti ini.” Ucap pak Rudi memperingatkan


Setelah mendengar ucapan pak Rudi, Yuli pun pergi dengan langkah tak bersemangat dan hal ini di lihat oleh sahabatnya, Lili.


“Yul, kenapa lo? Kok BT sekali kelihatannya.” Ucap Lili


“Iya nih. Aku gagal lagi. Kali ini lebih parah. Masalahnya aku saat ke sana, aku bertemu Pak Rudi dan adiknya, Ai.” Jelas Yuli


“Ai ? Adiknya pak Rudi ?” ucap lili ga percaya


“Iya.” Jawab Yuli


“Oh begitu. Tapi kamu tidak bertemu istrinya pak Chandra kan?” tanya lili dan yulipun menggeleng


“Boro sampai bertemu. Baru masuk saja sudah dapat hukuman begini.” Ucap yuli


“Ya sudah.. Ya sudah.. Sabar dulu. Nanti juga ada kesempatan lagi. 1 tahun itu lama lho yul. Kamu masih punya banyak waktu. Jangan buru-buru.” Ucap lili


******************************


“Chan, istrimu kalau aku perhatikan kok cuek sekali ya dengan pelajaran. Aku sedang menerangkan di depan, eh dia malah corat-coret tidak jelas di bukunya.” Ucap pak Rudi heran


“Sudah biarkan saja. Dia emang seperti itu.” Jawab pak Chandra nyantai


“Kok kamu begitu sih, Chan? Memang kamu tidak senang kalau istrimu pintar apa?” ucap pak Rudi

__ADS_1


“Memang kenapa? Istriku sudah pintar kok.” Ucap pak Chandra bangga


“Sudah pintar ? Oh.. Maksud kamu, istrimu sudah pintar oleh sebab itu dia tidak pernah serius belajarnya?” tanya pak Rudi


“Tidak.” Jawab pak Chandra singkat


“Maksudmu tidak itu apa ya? Aku kok tidak paham.” Ucap Pak Rudi


“Ya begitu deh. Aku bingung mau menjelaskannya. Pokoknya aku peringatkan ke kamu, jangan sekali-kali membuat istriku itu jadi serius.” Ucap pak Chandra serius memperingatkan


“Kok aku di bilang seperti itu malah jadi penasaran ya?!” Ucap pak Rudi dengan senyum licik


“Awas kamu. Jangan coba macam-macam.” Ucap pak Chandra


Pak Rudi yang melihat ada wajah tegang sekaligus takut dari pak Chandra ketika bicara seperti itu, akhirnya mengurungkan niatnya untuk ngerjain Ai.


****


“Tidak bagaimana-gimana, Ai.” Ucap Nara


“Biasa saja.” Ucap Nara lagi


“Oh..” ucapku singkat


“Hai Ai, tunggu.” Panggil pak Rudi


“Ada apa ya pak?” tanyaku bingung


“Besok sepertinya saya mau mengadakan ujian deh.” Ucap Pak Rudi


“Terus kenapa bapak bilang ke saya?” tanyaku heran


“Ya supaya kamu belajar.” Ucap pak Rudi

__ADS_1


“Jangan pak. Jangan suruh Ai belajar.” Ucap Nara spontan


“Kenapa memangnya?” tanya pak Rudi heran untuk yang ke dua kalinya


“Bapak tahu tidak, terakhir gara-gara ulah pak Chandra yang menginginkan Ai punya nilai tinggi, akhirnya Ai pingsan karena terlalu serius. Sekarang bapak minta Ai belajar seperti itu lagi, waduh.. waduh.. Bisa-bisa dia pingsan kaya dulu lagi.” Jelas Nara dan akupun hanya diam


“Masa’ sampai segitunya. Ai, apa benar begitu?” tanya pak Rudi memastikan


Aku Cuma bisa diam saja. Karena aku bingung harus jawab apa.


“Ai.. Ai..?” ucap pak Rudi yang membuatku sadar dari lamunanku


“Eh iya pak.” Ucap pak Rudi


“Kamu memang pernah seperti itu?” tanya pak Rudi dan aku masih tetap diam


“Ya sudah.. Ya sudah.. Kalau begitu, tidak usah diambil serius deh ujian besok. Ok.” Ucap pak Rudi


“Iya pak.” Jawabku


Setelah ngobrol seperti itu, akhirnya kami pun berpisah karena kami punya urusan masing-masing


.


.


.


.


.


Lanjut...👇

__ADS_1


__ADS_2