
Sebelum melanjutkan ceritanya, author mau bilang kalo author jadi malu sendiri ngebayangin apa yang mau di tulis.😳
(Skip.... Lanjut..... !!)
Sesampainya di depan ruangan pak Chandra, aku hanya berdiri di depan pintu karena ternyata pak Chandra belum datang. Sambil menunggu, aku memikirkan banyak hal dan juga memikirkan apa yang sebenarnya aku inginkan. Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya pak Chandra datang.
“Ai...?” pak Chandra kaget dengan sikapku yang tiba-tiba memeluknya
Dengan segera pak Chandra langsung membuka pintu ruangannya dan membawa masuk gadis kesayangannya itu.
“Ada apa sayang?” ucap pak Chandra lembut sambil mengelus rambutku.
“Mas, maaf. Maaf karena sudah selalu buat Mas khawatir dan maaf juga karena aku sudah sempat berpikiran jelek tentang mas.” Ucapku yang entah kenapa aku memakai sebutan ‘aku’ pada pak Chandra.
“Tidak apa-apa sayang. Aku mengerti kenapa kamu bersikap seperti itu. Itu hal yang sangat wajar kok yang akan di lakukan seseorang jika melihat pasangannya bersama dengan orang lain.” Jelas pak Chandra
“Mas tidak marah?” tanyaku
“Ya tidaklah. Justru aku bahagia kalau kamu bersikap seperti itu. Itu tandanya kamu juga sayang sama aku.” Ucap pak Chandra dengan tersenyum
__ADS_1
“O ya satu lagi, walaupun kamu sering buat aku khawatir, tapi aku tidak masalah. Masalahnya, dari semua kejadian yang menimpa kamu itu, pastilah ada penyebabnya dan tidak sepenuhnya salah kamu.” Jelas pak Chandra kemudian
Setelah mendengar kata-katanya, seketika hatiku terasa tenang sekaligus jantungku menjadi sangat berisik. Aku benar-benar tidak bisa mengendalikannya lagi.
“Cup..” tiba-tiba spontan aku mencium pipi pak Chandra.
Hadeuh... malunya diri ini. Baru kali ini aku agresif seperti ini setelah kurang lebih 8 bulan kami berhubungan.
Aku yang benar-benar jadi salting seperti ini akhirnya memutuskan untuk cepat kabur dari ruangan pak Chandra.
Tapi ketika aku hendak berbalik badan, tiba-tiba pak Chandra menarikku dan menciumku dengan penuh kelembutan. Awalnya aku terkejut dengan apa yang terjadi, tapi lama kelamaan aku benar-benar terbawa suasana dan berusaha mengimbanginya.
Suasana ruangan yang mendukung, membuat kami sesaat melupakan status kami yang tak lain adalah guru dan murid.
“Ai, aku minta maaf karena tidak bisa mengendalikannya.” Ucap lirih pak Chandra yang sepertinya frustrasi pada kenyataan yang ada.
“Tidak apa-apa, mas. Jujur aku senang. Mulai saat ini, jika kita sedang berdua, hubungan kita adalah hubungan saling memiliki. Jadi selama itu dalam batas wajar, aku tidak apa-apa mas.” Jelasku sambil mengelus-ngelus punggung pak Chandra
“Apa ciuman seperti tadi juga tidak apa-apa?” tanya pak Chandra
__ADS_1
“Iya tidak apa-apa. Asal kita berdua bisa mengendalikannya seperti saat ini. Bukankah tadi mas yang mengendalikannya juga!?” ucapku
“Tapi sebagai laki-laki normal, aku sangat tersiksa Ai.” Ucapnya lirih masih dengan menyenderkan kepalanya di pundakku.
“Sabar mas, ini tantangan sekaligus cobaan buat kita. Kita harus sabar. Bukannya tinggal 16 bulan lagi mas sampai aku lulus.” Ucapku
Tak ada jawaban apa-apa dari pak Chandra.
Namun tiba-tiba ciuman kembali pun terjadi. Walau masih terasa hangat dan lembut, tapi kali ini sepertinya pak Chandra membatasi dirinya sendiri.
“Mas, aku harus balik ke kelas. Nara sudah menungguku.” Ucapku sesaat setelah ciuman itu diakhiri.
“Ya sudah sana. Hati-hati ke kelasnya.” Ucap pak Chandra dan aku mengangguk
"Ai, ingin rasanya aku cepat-cepat menikahimu." Gumam pak Chandra saat melihatku pergi..
.
.
__ADS_1
.
Lanjut..👇