
Kami yang sudah di posisi masing-masing pun mulai bertindak sesuai tugasnya masing-masing.
Dari informasi yang dikatakan pak Vino, istrinya dan kawan-kawan berjumlah 4 orang.
Pak Vino pun bercerita kalau istrinya meminta syarat agar pak Vino mau membawa orang yang dicintai oleh pak Chandra ke hadapannya, sebagai ganti keselamatan sepupunya. Mengetahui hal ini, tadinya Nara dan Gilang tidak setuju. Tapi akhirnya mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka mempercayakan keselamatanku kepada pak Vino.
“Vin, kamu sudah bawa orang yang aku suruh?” tanya bu Mila
“Iya sudah aku bawa. Ini orangnya. Ingat sesuai kesepakatan kita, kamu akan membebaskan Chandra jika aku berhasil membawa perempuan ini ke hadapanmu.” Ucap pak Vino
“No.. No.. No... Aku tidak pernah bilang kalau ingin melepaskan dia kan? Aku cuma bilang kalau aku akan jaga keselamatan Chandra. Bukan berarti membebaskannya.” Jelas bu Mila
“Dasar kamu licik !!!” Hardik Vino
Mendengar perkataan pak Vino seperti itu, spontan bu Milla tertawa puas.
Sedangkan aku yang dari tadi mencari-cari sosok orang yang aku cintai, masih saja tidak bisa menemukannya.
“Mas, kamu dimana? Ini aku Ai. Aku datang untuk menyelamatkanmu mas...” gumamku dalam hati
“Iya... Memang aku licik. Lagi pula rupanya gadis kecil ini adalah orang yang sudah merebut Chandra dariku.” Ucap bu Mila sinis sambil mengitari diriku
“Hmm... Rasanya cukup menarik kalau aku pertemukan mereka dan menyiksa salah satu dari mereka. Pasti seru.” Ucap bu Mila dengan nada licik
“Hentikan Mila, kamu lama-lama tidak waras.” Ucap Vino mencoba menghentikan bu Mila
__ADS_1
Rupanya perkataan Vino tidak dianggap oleh bu Mila. Bu Mila tetap menyuruh anak buahnya agar membawa Chandra ke hadapannya.
Begitu mereka membawa pak Chandra datang, aku pun melihat sosok pak Chandra yang sudah babak belur akibat di siksa oleh anak buah bu Mila
“Pak Chandra...!!” panggilku
“Ai.. Benarkah itu kamu?” ucap pak Chandra lirih
“Wow.. Pertemuan yang sangat mengharukan. Tapi tidak semudah itu kalian bisa bersama.” Ucap bu mila
“Mil, hentikan. Jangan libatkan dia. Aku mohon.” Pinta pak Chandra
“Sekarang saja kamu memohon begini. Asal kamu tahu, kamu akan rasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan waktu itu jika permohonanmu di tolak.” Ucap bu Mila dingin
“Kamu..! Cepat lakukan..!” perintah bu Mila
Di saat yang bersamaan terdengar suara gaduh dari luar.
“Kalian berdua, coba lihat ke luar.” Perintah bu mila ke 2 orang anak buahnya
Mereka pun pergi keluar, namun setelah hampir setengah jam, mereka tidak juga kembali. Bu Mila pun akhirnya memerintahkan satu orang anak buahnya lagi untuk keluar melihat, namun kejadian yang sama pun terulang. Anak buahnya juga tak kunjung kembali.
“Sebenarnya kalian bertiga itu kemana sih?” Gumam bu Mila jengkel
Akhirnya untuk yang ketiga kalinya dia menyuruh anak buahnya yang tersisa untuk melihat keluar. Tapi lagi-lagi si anak buah tidak balik lagi.
__ADS_1
“Mil, lebih baik kamu menyerah saja. Karena sebenarnya semua anak buahmu itu sudah ada di tangan polisi.” Ucap pak Vino
“Kamu bohong. Kamu pengkhianat.” Ucap bu Mila merajuk
“Aku tidak bohong Mila. Lebih baik sekarang kamu menyerah. Jika tidak, hukumanmu nanti akan lebih berat.” Ucap pak Vino memperingatkan
“Tidak... Aku tidak akan menyerah sebelum aku mendapatkan Chandra kembali.” Ucap bu Mila kekeh.
Pada saat yang bersamaan, aku memanfaatkan situasi untuk mendekati pak Chandra. Namun ketika aku sedikit lagi sampai di dekat pak Chandra, tiba-tiba terdengar...
‘dor..’ letusan pistol
.
.
.
.
.
Bersambung...
Author sendiri saat ini tidak tahu, itu yang tertembak siapa...
__ADS_1
tapi... kita tunggu saja di episode selanjutnya ya.
👇👇👇