Aku Dicintai Oleh Guruku

Aku Dicintai Oleh Guruku
keluar rumah sakit


__ADS_3

“Pak Chandra, maaf. Saat ini aku masih belum tahu apa yang harus aku jawab. Tapi satu hal yang aku tahu, aku ingin kita saling mengenal dulu satu sama lain. Bagaimana? Karena aku sama sekali tidak bisa merasakan apa yang bapak rasakan padaku.” Jawabku karena memang ada rasa sakit hati yang luar biasa dihati ini. Tapi aku tidak tahu apa itu


“Oh begitu. Ya sudah, tidak apa-apa. Itu saja juga sudah lebih dari cukup buatku. Aku mulai sekarang, akan berusaha membuktikan ketulusan perasaanku ini padamu.” Ucap pak Chandra lembut dan aku hanya mengangguk


Di saat yang bersamaan, pak Rudi dan Alya datang menjengukku.


“Hai Ai, bagaimana keadaanmu hari ini?” tanya Alya


“Lumayan jauh lebih baik, mbak?” ucapku


“Oh ya Ai, tadi aku bingung mau membawakanmu apa, jadinya cuma bisa membawa ini saja. Tidak apa-apa kan, Ai?” ucapnya sambil memberikan aku buahh-buahan


“Tidak apa-apa, mbak. Ini juga aku berterimakasih sama mbak.” Ucapku sambil tersenyum


“Oh ya Ai, kamu sudah sedikit ingat dengan kejadian masa lalu kamu?” tanya Alya


“Masih belum, mbak. Aku tidak ingat apa-apa.” Jawabku


“Oh ya sudah tidak apa-apa. Tidak usah dipaksakan.” Ucap Alya dan aku pun mengangguk


“Ai, kamu ingat dengan saya?” tanya pak Rudi


“Tidak. Aku tidak mengenal bapak. Memang bapak siapa?” tanyaku


“Saya ini Rudi, wali kelas kamu sekaligus sahabatnya Chandra, suami kamu.” Jelas pak Rudi


“Oh.. Aku tidak kenal.” Ucapku singkat


“Hadeuh..” gumam pak Rudi sambil memegang kepalanya


“Kenap kamu, Rud? Pusing?” tanya Alya

__ADS_1


“Aku hanya pening sekaligus bingung. Ternyata orang kalau hilang ingatan itu kepribadiannya juga ikutan berubah ya?!” celetuk pak Rudi


“Pletak...” kepala pak Rudi lagi-lagi di pukul oleh Alya


“Al, sejak kapan tangan kamu jadi ringan begini? Sakit tahu !” ucap pak Rudi sambil memegang kepalanya yang tadi dipukul Alya


“Sejak sekarang. Memang kamu mau apa?” tanya Alya menantang


“Kamu..!!” ucap pak Rudi


“Apa? Kamu berani?” tanya Alya lagi


“Huh....” ucap pak Rudi yang berusaha mengendalikan emosinya karena sadar kalau sedang ada di rumah sakit


Aku yang melihat kejadian itu, tanpa sadar tersenyum melihat tingkah mereka dan ini di sadari oleh pak Chandra


“Ai, kamu cantik kalau tersenyum seperti ini.” Gumam pak Chandra lirih


Sudah tiga hari semenjak kejadian itu. Sesuai perkataan dokter, jika tidak ada masalah, maka aku sudah diperbolehkan pulang.


Hari ini aku terpaksa mengikuti pak Chandra karena biarpun hati ini belum menerima pak Chandra, tapi berdasarkan kenyataan bahwa aku ini adalah istrinya, membuat aku ikut dengannya pulang ke rumahnya


Setelah sesampainya di Rumah, aku disambut oleh seseorang yang mengaku dirinya bi Ina


“Ai, biar sini bibi bantu.” Ucap bi ina


“Tidak usah, bi. Terimakasih.” Ucapku


“Oh ya bi, dimana kamarku?” tanyaku karena memang terasa sangat lelah sekali


“Oh baiklah Ai, akan bibi tunjukkan kamarmu.” Ucap bi ina

__ADS_1


Setelah sampai di kamarku, bi Ina meninggalkanku sendiri


“Sudah bibi antar Ai ke kamarnya?” tanya pak Chandra


“Sudah tuan. Seperti pesan tuan, bibi mengajaknya ke kamar yang ada di samping kamar tuan.” Ucap bi Ina


“Terimakasih, bi.” Ucap pak Chandra


“Iya tuan. Kalau begitu, bibi masak dulu ya.” Ucap bibi pamit dan pak Chandra pun mengangguk


Setelah memastikan aku ada di kamar, pak Chandra pun datang ke kamarku


“Ai, kamu sedang apa?” tanya pak Chandra dari luar


“Aku ingin istirahat sebentar. Aku terasa lelah pak.” Jawabku


“Oh ya sudah kalo begitu, istirahatlah. Kalau ada apa-apa, jangan segan-segan buat kasih tahu aku atau bibi ya.” Ucap pak Chandra


“Iya, pak.” Jawabku dari dalam


Setelah mengucapkan itu, pak Chandra pun kembali ke kamarnya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Lanjut...👇


__ADS_2