Aku Dicintai Oleh Guruku

Aku Dicintai Oleh Guruku
masalah


__ADS_3

Keesokan paginya benar saja ujian matematika


“Haizz.. Ujian juga akhirnya..” gerutuku lirih sambil melihat soal ujian.


“Kenapa kamu, Ai ?! Tidak biasanya tingkahmu seperti ini kalau menghadapi ujian?!” tanya Nara bingung


“Tidak ada apa-apa. Ya sudah, kita kerjakan saja yuk.” Ucapku sambil memulai mengisi lembar soal ujian


Setelah beberapa saat berlalu, ujian pun selesai dan kami pun langsung melesat ke kantin.


****


“Chan, kamu lihat nih hasil ujian istrimu.” Ucap pak Rudi


“Memang kenapa sama hasil ujiannya?” ucap pak Chandra datar


“100. Ya nilainya sempurna, 100. Kamu tidak kaget apa kalau istrimu itu pintar matematika.” Ucap pak Rudi sambil menyodorkan kertas ujian Ai


“Aku tidak kaget tuh. Memang itu hasil yang seharusnya dia dapat dari dia belajar. Karena kemarin pulang sekolah dia memang belajar dan sampai ketiduran.” Ucap pak Chandra


“Oh rupanya begitu. Memang kalau dia tidak belajar, kira-kira dia bisa dapat nilai berapa?” tanya pak Rudi penasaran


“Oh masalah itu, mungkin dia bisa dapat nilai antara 70-80.” Jawab pak Chandra santai sambil melihat-lihat materi yang nanti akan dia ajarkan


“Ah masa’ sih?!” Ucap pak Rudi tidak percaya


“Ya sudah kalau tidak percaya.” Ucap pak Chandra


“Eh iya Chan, kamu pulang sekolah nanti ada acara tidak sama Ai ?” tanya pak Rudi


“Kayaknya aku akan ada kelas tambahan sekitar 2 jam. Memang kenapa, Rud?” tanya Pak Chandra


“Tidak ada apa-apa sih. Cuma aku mau mengundang kalian berdua ke rumahku, sekaligus aku mau tunjukan sesuatu ke Ai. Bagaimana? Kira-kira kamu bisa tidak?” tanya pak Rudi


“Aku usahakan deh. Tapi aku tidak tahu, istriku itu mau apa tidak.” Ucap pak Chandra

__ADS_1


“Untuk urusan itu, serahkan saja ke aku. Aku nanti langsung ajak istrimu ke rumahku, dan kamu menyusul begitu kelasmu selesai, bagaimana?!” tanya pak Rudi


“Ok. Tapi dengan satu syarat, kamu jangan apa-apakan istriku.” Ucap Pak Chandra


“Ya ile Chan, masa’ kamu tidak percaya sama aku sih.” Ucap pak Rudi


“Ya sudah... Ya sudah... Tapi hati-hati kamu mengajak istriku.” Ucap pak Chandra


“Siap bos.” Jawab pak Rudi mantap


***


Sepulang sekolah pak Rudi memanggil Ai.


“Ai, tunggu sebentar.” Panggil pak Rudi


“Ada apa pak?” tanya Ai menghentikan langkahnya


“Ai, ikut saya ke rumah yuk. Nanti suamimu menyusul.” Bujuk pak Rudi


“Harus. Masalahnya ada yang mau saya tunjukan ke kamu.” Jelas pak Rudi


“Oh ya sudah. Tapi aku harus ijin ke pak Chandra dulu. Boleh apa tidak nya.” Ucapku


“Tadi aku sudah bilang ke Chandra, terus dia bilang ya sudah. Tapi kalau kamu tidak tenang, kenapa kamu tidak telepon dia saja?!” ucap pak Rudi memberi saran


Setelah mendengar saran pak Rudi, aku pun langsung menelepon pak Chandra


‘Maaf.. Nomor yang anda panggil sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan, tolong hubungi beberapa saat lagi.’ Begitulah ucap operator ketika aku telepon pak Chandra


“Kenapa Ai?” tanya pak Rudi


“Teleponnya tidak bisa di hubungi.” Jawabku


“Ya sudah pak, aku mungkin langsung ke kantornya saja.” Ucapku lagi

__ADS_1


“Ya sudah saya antarkan. Tapi saya mau ambil berkas dulu ke ruangan saya, kamu duluan saja. Nanti saya susul.” Ucap pak Rudi dan aku pun mengangguk.


****


Sesampainya di depan ruangan pak Chandra, tiba-tiba...


“Bruk..” suara orang terjatuh yang tak lain adalah Yuli


“Kamu tidak apa-apa?” tanya pak Chandra yang kebetulan mereka berdualah yang tadi bertabrakan


“Tidak apa-apa.” Jawab Yuli dan saat itu aku melihat mereka.


Seketika hatiku terasa pedih. Lalu pak Rudi pun datang dan juga melihat mereka berdua


“Lagi lagi Yuli. Tidak tahu malu sekali sih siswi satu ini.” Ucap pak Rudi geram


“Sudah pak, kita ke rumah bapak saja. Kita tidak usah ganggu mereka.” Ucapku menahan tangis


“Kamu tidak apa-apa?” tanya pak Rudi khawatir


“Tidak apa-apa.” Ucapku sambil berbalik arah


.


.


.


.


.


Bersambung...


Bagaimanakah kisahnya selanjutnya? Apa yang sedang direncanakan Yuli sebenarnya? Tunggu jawabannya di next..

__ADS_1


Lanjut..👇


__ADS_2