
Seusai pulang sekolah, aku langsung pulang tanpa bareng dengan pak Chandra. Karena dia ada pelajaran tambahan dikelasnya.
“Eh Ai sudah pulang.” Ucap Bi Ina
“Iya bi.” Jawabku
“Tuan mana Ai?” tanya bi Ina
“Oh, mas lagi ada kelas tambahan. Jadi aku pulang terlebih dahulu.” Jelasku
“Ai sudah makan?” tanya bi Ina lagi
“Belum bi.” Jawabku
“Ya sudah, sini makan dulu.” Ucap Bi Ina dan aku pun mengangguk
Setelah aku selesai makan siang, aku langsung bilang ke Bi ina kalau aku akan langsung ke kamar.
Aku teringat ucapan pak Rudi kalau besok akan ada ujian. Labih baik aku coba buat mengisi latihan ujian saja lah. Tidak usah terlalu serius
Tak terasa waktu sudah sore. Sebentar lagi pak Chandra pulang. Sementara aku ketiduran di atas buku.
“Bi, Ai mana?” tanya pak Chandra begitu sampai di rumah
“Oh Ai ?! Tadi sehabis makan siang, dia bilang mau langsung ke kamar. Sampai sekarang dia belum keluar tuan.” Jelas Bi Ina
“Oh ya sudah kalau begitu. Saya ke kamar dulu ya bi.” Ucap pak Chandra
Pak Chandra pun langsung bergegas ke kamar. Dia sangat terkejut melihatku tertidur dengan kepala di atas buku dan aku pun hanya memakai baju kaos dan celana pendek.
__ADS_1
“Ai, kamu belajar sampai tertidur begini rupanya.” Gumam pak Chandra lirih
“Sebenarnya apa sih yang sedang kamu pelajari Sayang. Sampai-sampai kamu ketiduran seperti ini ?!” gumam pak Chandra lagi sambil melihat buku-buku yang ada di atas meja.
“Matematika..!” ucapnya terkejut
“Awas saja kamu, Rud. Kalau Ai sampai kenapa-kenapa, kamu harus tanggung jawab.” Gerutunya lirih
Setelah menggerutu seperti itu, pak Chandra tidak membangunkanku langsung. Dia lebih memilih mandi dulu. Karena badannya terasa lengket semua setelah seharian mengajar.
Setelah selesai mandi, dia masih melihat aku yang tertidur pulas. Dia pun tidak menunggu aku sampai bangun. Dia langsung menggendongku ke atas kasur. Tapi ketika aku sudah di letakkan di atas kasur, aku terbangun
“Mas, mas sudah pulang?” tanyaku dengan posisi aku di bawah dan pak Chandra di atas
“Iya sayang, aku sudah pulang.” Ucapnya sambil mengecup keningku
“Tidak mau. Aku masih mengantuk mas. Aku mau tidur sebentar lagi.” Jawabku dengan kembali meringkuk di dalam selimut.
Pak Chandra yang melihatku seperti itu menjadi gemas. Dan akhirnya menarik selimutku lalu... Dia mulai menciumiku dari atas sampai bawah.
“Mas, jangan begini. Beneran, aku mau tidur.” Ucapku
“Nanti saja tidurnya di lanjutkan. Sekarang bukannya kamu harus belajar.” Ucap pak Chandra
“Belajar matematikanya nanti lagi saja mas. Sekarang aku mau tidur.” Ucapku polos
“Bukan belajar matematika sayang, tapi belajar yang lainnya.” Ucap pak Chandra sambil tangannya masuk ke dalam bajuku.
“Mas, mas...” ucapku lirih yang rupanya terpancing karena ulahnya
__ADS_1
“Kenapa sayang? Enak tidak?” tanya pak Chandra lembut masih dengan aktivitas tangannya
Kini, selain tangan pak Chandra, ciuman pun juga dia lakukan. Ini membuatku kewalahan
“Mas, langsung saja mas.” Ucapku lirih
Pak Chandra yang mengerti ke inginanku pun langsung melakukannya.
Setelah melakukan itu, kami sangat lelah. Namun di saat yang bersamaan bi Ina datang
‘tok.. tok.. tok..’ Bunyi pintu diketuk.
“Tuan, makan malamnya sudah siap.” Ucap bi Ina
“Iya bi. Sebentar lagi kami ke sana.” Ucap Pak Chandra
Setelah menjawab itu, kami pun langsung merapikan baju kami dan keluar untuk makan.
.
.
.
.
.
Lanjut...👇
__ADS_1