Aku Dicintai Oleh Guruku

Aku Dicintai Oleh Guruku
antara hidup dan mati


__ADS_3

‘dor...’ terdengar letusan pistol


Aku yang tadi berjalan pelan mendekati pak Chandra, tiba-tiba terkejut ketika menengok ke belakang. Terlihat Pak Vino sedang tergeletak berlimpah darah.


“Pak Vino..!!” seruku


“Vino..!!” pak Chandra pun berteriak


“Tidak.. Tidak.. Tidak mungkin... Vino, kenapa kamu melakukan ini? Kenapa kamu menyelamatkan mereka? Kenapa Vin?” ucap bu Mila lirih dan bergetar sambil menjatuhkan pistolnya


Pada saat yang bersamaan polisi pun masuk dan menangkap serta membawa bu Mila.


Sementara pak Vino langsung dilarikan ke rumah sakit. Aku dan pak Chandra ikut masuk ke dalam mobil ambulans.


# Flash back Vino


Saat itu...


“Mil, lebih baik kamu menyerah saja. Karena sebenarnya semua anak buahmu itu sudah ada di tangan polisi.” Ucap Vino


“Kamu bohong. Kamu pengkhianat.” Ucap bu Mila merajuk


“Aku tidak bohong Mila. Lebih baik sekarang kamu menyerah. Jika tidak, hukumanmu nanti akan lebih berat.” Ucap pak Vino memperingatkan


“Tidak... Aku tidak akan menyerah sebelum aku mendapatkan Chandra kembali.” Ucap bu Mila kekeh.


“Mil, sudahlah. Biarkan mereka bahagia. Lepaskan Chandra, aku mohon.” Ucap pak Vino memohon


“Tidak... aku tidak mungkin aku melepaskan Chandra.” Ucap bu Mila mengotot


“Mil, aku sangat mencintaimu. Aku tidak mau kamu seperti ini. Tolong sadarlah Mila.” Ucap Vino lirih sambil memohon

__ADS_1


“Vin, jangan coba – coba halangi aku untuk mendapatkan cintanya Chandra.” Ucap bu Mila meninggi


“Jika aku, Mila, tidak bisa juga mendapatkan cintanya Chandra, maka tak ada seorang pun juga yang bisa mendapatkannya. Termasuk dia..!” hardik bu Mila penuh emosi sambil mengarahkan sebuah pistol ke arahku dan menembakkannya.


“Tidak Mil, jangan!” teriak pak Vino yang seketika berlari dan menghadang peluru yang melesat ke arahku.


“Dor..” letusan pistol pun menggema dan di saat yang bersamaan polisi pun masuk dan menangkap Mila serta mengamankan bukti-bukti yang ada.


# Flash bank end


******************************


Semua keadaan terasa mencekam saat kami sedang menunggu pak Vino di dalam ruang operasi. Pak Chandra yang tidak ingin istirahat di dalam ruang perawatan pun terlihat sangat cemas. Begitu pula denganku. Tapi kami harus saling menguatkan karena kami tahu, pak Vino pun sedang berjuang antara hidup dan mati.


Setelah menunggu beberapa saat, operasi pun selesai. Kami pun sudah tak sabar mendengar penjelasan dari Dokter.


“Dok, bagaimana operasi sepupu saya? Apakah berjalan lancar? Dia sekarang keadaannya bagaimana?” tanya pak Chandra begitu melihat Dokter keluar


“Operasinya berjalan lancar. Walau saat tadi sedang operasi, sepupu anda sempat kehilangan banyak darah, tapi kondisinya sudah mulai stabil. Sekarang tinggal menunggu dia siuman.” Jelas Dokter.


******************************


Dalam ruang perawatan, pak Chandra terlihat murung. Entah apa yang sedang dia pikirkan.


“Mas, mas kenapa? Kok terlihat sedang ada yang dipikirkan?” tanyaku


“Tidak ada apa-apa sayang. Hanya saja sedang kepikiran, andai saja waktu itu aku tidak melibatkan kalian. Mungkin kejadian seperti ini tidak mungkin akan terjadi.” Ucap pak Chandra penuh penyesalan


“Ini semua bukanlah salah mas. Ini sudah takdir kita, mas.” Ucapku mencoba menenangkannya.


Pak Chandra pun terdiam mendengar ucapanku.

__ADS_1


“O ya sayang, kamu di sini, apakah orang tuamu tidak khawatir?” tanya pak Chandra yang tiba-tiba teringat kalo gadis kecilnya ini sudah semalaman tidak pulang karena harus menolong dirinya


“Tidak kok mas, mas tenang saja. Tadi sebelum aku keluar, aku pamit ke mereka kalau akan menginap di tempat Nara untuk mengerjakan tugas.” Jelasku meyakinkan


“Oo...” ucap pak Chandra singkat sambil mangut-mangut.


***


“Ya begitulah ceritanya di episode ini... Author minta maaf karena ceritanya masih kurang dramatisir..” ucap author


“Author sudah gila. Masa begini masih kurang dramatisir. Lihat nih pak Chandra kau buat babak belur Begini masih kurang?” Protes Ai


“Author tidak kasihan apa sama kita?” protesnya lagi


“Sudah.. Sudah... Tidak apa-apa.” Kata pak Chandra menenangkan Ai


“Iya-iya... Maaf. Nanti deh buat selanjutnya author bakal buat kalian para pemeran jadi dag dig dug. Bagaimana? Setuju tidak?” tawar author


“Benar kah?” tanya Ai semringah


“Iya, maka dari itu doakan Authornya sehat dan dapat banyak ilham. Ok.” Ucap author


“Ok..👍” Ucap Ai


.


.


.


.

__ADS_1


.


Lanjut...👇


__ADS_2