Aku Dicintai Oleh Guruku

Aku Dicintai Oleh Guruku
permintaan maaf 1


__ADS_3

Setelah mengajar kelas tambahan selama dua jam, akhirnya pak Chandra langsung mengemudikan mobilnya menuju rumah pak Rudi.


‘tok.. tok.. tok..’ suara pintu diketuk


Mendengar suara pintu di ketuk, akhirnya pak Rudi pun membukakan pintu.


“O kamu, Chan. Masuk..!” ucap pah Rudi mempersilahkan pak Chandra masuk


“Mana istriku, Rud?” tanya pak Chandra ketika masuk ke dalam rumah


“Noh. Lagi asyik. Jangan diganggu.” Ucap pak Rudi


“Memang dia lagi asyik ngapain sih, Rud?” tanya pak Chandra penasaran


“Hmm.. Dia lagi asyik baca buku kesukaannya.” Ucap pak Rudi santai sambil menata makanan di atas meja makan.


“Buku kesukaannya?” ucap pak Chandra bingung


“Ah kamu mah Chan. Kesukaan istri sendiri kamu tidak tahu. Bagaimana sih?” ucap pak Rudi


“Serius. Aku memang tidak tahu, Rud.” Ucap pak Chandra


“Mangkanya jadi orang Jangan TP-TP terus dan istri sendiri di lupakan.” Sindir pak Rudi


“Rud, sori masalah tadi. Aku memang tadi tidak sengaja menabrak Yuli sampai dia jatuh.” Jelas pak Chandra


“Hm.. Lagian kamu tu ya Chan, sudah jelas-jelas tuh anak caper denganmu, kamu masih saja masuk perangkapnya. Kamu tu polos atau **** sih Chan?! Aku benar-benar tidak habis pikir sama kamu, Chan.” Ucap pak Rudi kesel.


“Iya.. iya.. Aku salah. Aku minta maaf.” Ucap pak Chandra

__ADS_1


“Tidak usah minta maaf sama aku kali. Minta maaf noh sama istrimu.” Ucap pak Rudi sambil menunjuk ke arahku


“Iya nanti aku minta maaf juga sama dia.” Ucap pak Chandra


“Dan ingat Chan, sekali lagi kamu sakiti dia, aku tidak akan pernah tinggal diam. Aku bakalan rebut dia dari tanganmu.” Ucap pak Rudi mengancam


“Jadi rupanya omonganmu itu serius, Rud?” tanya pak Chandra


“Iya, aku serius. Okeh karena itu, kamu jangan macam-macam. Kalau tidak, kamu tanggung sendiri akibatnya.” Ucap pak Rudi serius


*****


“Ai, makanannya sudah jadi. Kita makan dulu ya. Nanti kamu teruskan lagi bacanya.” Ucap pak Rudi


“Iya pak. Sebentar lagi saya ke sana.” Jawabku


Setelah beberapa menit, aku pun menuju ke ruang makan. Betapa terkejutnya aku karena melihat pak Chandra sedang duduk di sana.


“Ya pada mengerti lha. Orang yang dia ajarkan itu pelajaran kasih sayang.” Celetuk pak Rudi memenggal omongan


Aku yang mengerti benar maksud pak Rudi memutuskan untuk tersenyum saja.


“Ai, tadi waktu mas datang, kamu kelihatan lagi serius sekali. Memang kamu lagi baca buku apaan?” tanyanya mencoba sebiasa mungkin


“Oh.. Itu tadi pak Rudi kasih aku buku komik banyak banget. Aku bahagia sekali lho kak.” Ucapku sambil tersenyum


“Oh jadi kamu suka baca itu ya?” tanya pak Chandra yang memang baru tahu hobi istrinya itu.


“Iya mas. Dulu waktu masih belum sama mas, ketika aku sedang sedih, aku pasti baca. Untuk menghibur diriku sendiri.” Jelasku

__ADS_1


“Oh begitu. Berarti kamu sekarang lagi sedih ya?!” tanya pak Chandra


“Ya iyalah lagi sedih. Istri mana yang tidak sedih lihat suaminya dekat dengan perempuan lain di depan mata dia.” Celetuk pak Rudi lagi


Mendengar itu, aku hanya tersenyum


“Sudah-sudah, aku lapar nih. Boleh tidak aku makan sekarang?” ucapku


“Oh iya.. iya.. Silahkan di makan. Maaf kalo kurang enak.” Ucap pak Rudi


“Ini masakan bapak semua?” tanyaku takjub


“Iya. Bagaimana rasanya?” tanya pak Rudi yang melihat aku sudah memakannya


“Enak pak. Enak banget.” Ucapku sambil mengunyah


“Pelan-pelan makannya. Nanti tersedak. Ya sudah makan yang banyak kalau memang enak.” Ucap pak Rudi dan aku mengangguk


Setelah selesai makan, aku dan pak Chandra pun pamit pulang. Namun sebelumnya pak Rudi berpesan ke pak Chandra agar selalu ingat dengan apa yang pak Rudi katakan.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Lanjut 👇


__ADS_2