
“Pokoknya kamu ikut kita saja kumpul di aula. Kan tidak rugi-rugi banget. Toh juga tidak akan lama. Iya kan, Nar?!" Ucap Gilang mencari dukungan sambil memberikan isyarat
“Iya Ai. Tidak ada salahnya kita datang sebentar.” Ucap Nara yang akhirnya mengerti dengan isyarat Gilang
Dengan bujukan maut dari mereka, akhirnya mau tidak mau aku mengikuti mereka ke aula
Setelah sampai di aula, banyak sekali siswa yang kumpul di sana dan suasana pun sangatlah berisik sekali
“Perhatian-perhatian semuanya... Tolong diharapkan tenang.” Ucap pak kepala sekolah
“Ada 3 hal penting di sini yang akan kami sampaikan pada kalian.” Lanjut kepala sekolah
“Pertama, hasil nilai ujian akhir sekolah tertinggi pertama diraih oleh Gilang. Dengan rata-rata nilai 95.” Ucap pak kepala sekolah
“Lalu yang kedua, masih dengan hasil nilai akhir ujian sekolah, posisi ke dua diraih oleh Aina Putri dengan nilai rata-rata 90.” Ucap pak kepala sekolah
Sontak seisi aula menjadi berisik dan aku sendiri hampir pingsan dibuatnya karena tidak percaya
“Demikianlah pengumuman yang ingin saya sampaikan. Terima kasih untuk semua murid yang sudah berusaha keras untuk mau belajar di sekolah ini. Tetaplah kalian semangat dalam meraih cita-cita kalian.” Ucap pak kepala sekolah
“Lalu pak, mana pengumumannya yang ketiga?” celetuk salah seorang siswa
“Oh untuk pengumuman yang ketiga. Itu akan di sampaikan oleh bapak guru tampan kita... Pak Chandra.” Ucap pak kepala sekolah sambil mengedipkan matanya ke arah pak Chandra
“Semoga berhasil.” Ucap pak kepala sekolah lirih sambil menepuk pundak pak Chandra
Setelah beberapa saat, pak Chandra pun naik ke atas podium dan lagi-lagi seisi aula menjadi gaduh
__ADS_1
“Perhatian semuanya. Tolong tenang sebentar.” Ucap pak Chandra
“Baiklah.. Di sini saya akan coba menyampaikan sesuatu pada kalian. Bahwa saya beberapa waktu yang lalu telah melakukan kesalahan yang berakibat fatal. Dan hari ini saya di sini untuk meminta maaf pada seseorang sekaligus ingin minta agar diberikan kesempatan yang kedua kalinya dari orang itu.” Ucap pak Chandra terhenti
“Siapa orang itu, pak?” tanya salah seorang murid
“Dia adalah Aina Putri. Ai, maukah kamu memaafkan saya dan bersedia memberikan saya kesempatan satu kali lagi?” ucap pak Chandra dan otomatis seluruh murid di ruangan itu sontak melihat ke arahku
“Ai?” tanya pak Chandra lagi
“Baiklah pak.” Jawabku
“Terimakasih. Lalu bersediakah kamu menjadi istri dan juga ibu dari anak-anakku nanti?” ucap pak Chandra yang melamarku untuk yang ke tiga kalinya
“What..? Pak Chandra melamar Ai?” ucap seorang murid tidak percaya
“Ai, jawab. Jangan bengong saja.” Ucap Nara sambil menyenggol pundakku
“Aku.. Aku.. Aku bersedia pak.” Ucapku sambil tersenyum malu
“Terimakasih, Ai.” Ucap pak Chandra lega
“Nah untuk pengumuman yang ketiga adalah.. Nanti saat upacara kelulusan ada hadiah door price untuk kalian semua murid-murid sekolah ini. Jadi diharapkan kalian semua bisa hadir.” Sambung pak Chandra
Seperti biasa, seisi aula menjadi gaduh
“Pak, lalu kapan bapak dan Ai akan menikah?” tanya salah seorang murid
__ADS_1
“Oh masalah itu? Kami sebenarnya sudah resmi menikah satu tahun yang lalu.” Jawab pak Chandra
“Apa?” ucap mereka semua serentak tidak percaya
“Iya, mereka memang sudah menikah satu tahun yang lalu dan ini sudah saya ketahui dari awal.” Ucap pak kepala sekolah
“Tapi kenapa bisa?” tanya sebagian murid
“Tentu saja bisa. Selama yang bersangkutan tidak membuat malu sekolah, dalam artian hamil sebelum lulus, kenapa tidak?” ucap pak kepala sekolah santai.
(catatan author: Kepala sekolahnya Versi Author ya. Jangan di samakan di dunia nyata. Karena ini hanya halunya authornya saja🙏)
“Oo...” sahut seluruh siswa
Lalu pak Chandra pun turun dari podium dan memelukku sangat erat dan mencium keningku. Seisi aula pun akhirnya bertepuk tangan untuk kami.
.
.
.
.
.
Lanjut...👇
__ADS_1