
Setelah mengetahui bahwa Mila kabur dari penjara, pak Chandra pun menjadi gelisah
“Ai, kamu sekarang di mana?” tanya pak Chandra panik
“Aku sedang ada di rumah bersama Nara dan Gilang. Ada apa mas?” tanyaku bingung
“Oh. O ya, aku mau ngomong dengan Gilang boleh tidak?” pinta Pak Chandra
“O ya sudah. Tunggu sebentar mas.” Jawabku kemudian menyerahkan hpku ke Gilang
“Halo pak.” Ucap Gilang
“Gilang, tolong dengar baik-baik dan jangan sampai perempuan yang ada di sana tahu. Ok.” Ucap pak Chandra
“Ok pak. Ada apa?” tanya gilang penasaran
“Gilang, kamu masih ingat dengan bu Mila?” tanya pak Chandra
“Masih pak. Memang kenapa?” tanya gilang ganti
“Bu Mila kabur, Lang, dari penjara.” Jelas pak Chandra
“Apa pak?” ucap gilang terkejut
“Stsstst.. Jangan keras-keras. Nanti mereka tahu.” Ucap pak Chandra
“Iya.. Iya maaf. Terus kita harus bagaimana?” tanya gilang
“Saat ini, saya masih belum ada rencana apa-apa. Tapi paling tidak, kamu tolong jaga Ai selama saya tidak ada di sampingnya.” Jelas pak Chandra
“Oh baik kalau begitu.” Jawab Gilang
__ADS_1
“Terimakasih, Lang.” Ucap pak Chandra
“Sama-sama pak.” Sahut gilang dan kemudian menutup teleponnya
“Ada apa, Lang? Pak Chandra tadi bilang apa?” tanyaku
“Tidak bilang apa-apa kok. Sudah tidak usah dipikirkan.” Ucap gilang, tapi ini justru membuatku curiga.
***
“Chan, kamu kenapa? Kok kelihatan panik begitu.” Ucap pak Rudi
“Rud, kamu tahu kan Mila mantanku yang dulu?!” tanya pak Chandra
“Iya tahu. Memang ada apa sama si Mila?” tanya pak Rudi bingung.
“Beberapa waktu lalu, Mila sudah sempat mencelakakan aku dan juga Ai. Akibatnya dia harus mendekam dalam penjara. Namun barusan aku terima telepon dari sepupuku yang tidak lain adalah suaminya, dia bilang kalau Mila kabur dari penjara.” Jelas pak Chandra
“Apa? Jadi ada kejadian itu rupanya. Sekarang rencanamu apa?” tanya pak Rudi
“lha kamu kok melibatkan murid. Apa tidak apa-apa begitu?” tanya pak Rudi.
“Habis mau bagamana lagi. Kalau di sekolah, aku kan tidak bisa terus-terusan menjaga istriku. Kamu juga sama kan harus mengajar?!” ucap pak Chandra
“Iya benar juga yang kamu bilang. Ya sudah deh. Mau bagaimana lagi. Cuma itu cara satu-satunya.” Ucap Pak Rudi pasrah
*****
“Tok.. Tok.. Tok..” bunyi pintu diketuk
Mendengar pintu diketuk, Bi Ina pun membukakannya.
__ADS_1
“Bi, Ai mana?” tanya pak Chandra begitu sampai di rumah.
“Dia sedang bersama teman-temannya tuan di halaman samping.” Jawab bi Ina
“Oh ya sudah kalau begitu. Saya mau ganti baju dulu. Mereka biarkan saja di sana.” Ucap pak Chandra sambil berjalan menuju kamar
Setelah selesai ganti baju, pak Chandra pun gabung dengan mereka.
“Mas, mas sudah pulang?” tanyaku
“Sudah. Barusan saja sampai.” Ucap pak Chandra dibuat sebiasa mungkin
“Nar, berhubung pak Chandra sudah datang, bagaimana kalau kita pulang.” Ucap Gilang pengertian
“Memang kenapa kalau pak Chandra sudah datang?! Kan jadi lebih seru kalau ramai begini.” Ucap Nara
‘pletak..’ suara kepala Nara di jitak oleh Gilang
“Kamu ini kenapa sih? Sakit tahu.” Ucap Nara sewot
“Kamu masa’ tidak mengerti juga sih?” tanya Gilang lirih sambil kasih kode
Setelah beberapa saat, Nara pun akhirnya paham dan berpamitan pulang.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Lanjut..👇