
kehidupan Lisa dan ronald nampak mulai membaik dua duanya sama sama ingin membuka kehidupan yang baru.lisa juga sudah mulai sembuh dari sakitnya dan diperbolehkan pulang kerumahnya
"terimakasih dok"ucap Lisa tersenyum
"tuan tolong istrinya lebih diperhatikan dan lebih di utamakan agar dia istirahat dengan cukup"ucap dokter menjelaskan
"baik dok,kalau begitu kami permisi"ucap Ronald membungkuk tanda terimakasih
kini Ronald mendorong Lisa yang menggunakan kursi roda itu entah lah kenapa tapi Ronald benar benar lebay.
"silahkan tuan, nyonya"ucap sekertaris Deo membuka pintu belakang
"ayo pelan pelan"ucap Ronald malah membuka pintunya di depan
"kamu langsung kekantor aja handle semua kamu bisa naik taksi"ucap Ronald menatap sekertaris Deo dan langsung masuk kedalam mobil
__ADS_1
"lohhh kak sekertaris Deo kok ditinggal dia gimana baliknya"ucap Lisa heran
"dia itu manusia bukan jalangkung jadi nggak perlu di antar atau dijemput"ucap Ronald sembari menancapkan gas mobilnya
"sabarrrrr bos kamu lagi bucin"ucap sekertaris Deo menghela nafas sambil melihat mobil bosnya mulai menjauh
kemudian Lisa dan Ronald pergi menuju ke rumah mereka sedangkan sekretaris Deo segera bergegas menuju kantor. di sana bisa terlihat bahwa Ronald bisa lebih menghargai Lisa.
"selamat datang tuan nyonya"ucap Ratih dan para pelayan
"terima kasih atas sambutannya ya"ucap lisa tersenyum beda dengan Ronald dia nampak tidak peduli dengan ucapan dan sambutan dari para pelayannya itu.
"tidak usah kamu siapkan makanan saja biar nanti bisa saya yang antar ke kamar"ucap Ronald tanpa aba-aba segera menggendong Lisa membuat Lisa terkejut
"tuan"ucap Lisa memberontak
__ADS_1
"sudah kamu jangan berisik jangan banyak berontak nanti kalau jatuh gimana kamu mau jatuh"ucap Ronald menatap Lisa
"tidak tuan"ucap Lisa terbata
kemudian lisa hanya bisa pasrah dia juga bertanya-tanya ada apa dengan suami kejam yang ini kenapa dia bisa selembut ini. banyak sekali pertanyaan pertanyaan yang timbul namun Lisa hanya bisa memendam nya. sesampai dikamar Ronald langsung meletakkan Lisa di kasur miliknya. Lisa juga heran kenapa dia bisa dibawa ke kamar Ronald bukan di kamar pembantu seperti biasanya
"tapi saya kamarnya bukan disini tuan"ucap Lisa takut dan hendak berdiri karena dia takut menodai kamar dan kasur itu
"kamu lupa apa yang aku bicarakan bahwa aku ingin membuka lembaran baru dan ingin berusaha untuk menjadi suami yang baik dan salah satunya adalah ini kamu harus tidur di sini seperti layaknya suami istri"ucap Ronald menatap Lisa
mendengar kata-kata itu bisa begitu senang seketika bibirnya melengkungkan senyuman
"sudah berhentilah tersenyum kamu masih bisa menatap ku nanti tapi untuk sekarang aku mau ke ruang kerja dulu jadi simpan dulu senyum manis ini oke"ucap Ronald mencibir pipi Lisa dan itu membuat Lisa tersipu malu entah kenapa Lisa begitu bahagia rasanya seperti belum ia rasakan.kemudian Ronald mengecup kening Lisa dan pergi menuju ruangannya
dagdigdugggggg
__ADS_1
"ya Allah kenapa ini kenapa detaknya seperti ini apa mungkin,ahhhhh tidak ini hanya efek obat yang aku minum"ucap Lisa memecahkan pikirannya
Lisa kemudian segera membersihkan tubuh ia terkejut melihat ruangan pakaian dan kamar mandi Ronald yang sudah ada barang barangnya.ronald nampak sudah mempersiapkan segalanya dan lagi lagi Lisa tersenyum dan bersyukur.