
kemudian Lisa masuk kembali kedalam kamarnya dan melihat Ronald sedang berbaring
"kak aku pamit dulu ya mau ke pasar"ucap Lisa berdiri didekat Ronald untuk meminta izin
"mau kemana sih?"ucap Ronald menarik pergelangan tangan Lisa
"kak ya ampun"ucap Lisa terjatuh didekapan Ronald
"kamu mau kemana sih kok cantik gini"ucap Ronald mencubit pipi istrinya
"aku mau ke pasar kak lepas ya"ucap Lisa berusaha bangkit
"kepasar?nggak boleh kotor sayang kamu di rumah aja atau ke supermarket" ucap Ronald syok lalu beranjak
"nggak boleh kamu nggak boleh kesana suruh Ratih aja kamu divila aja"ucap Ronald
"nggak kak ,aku udah biasa kok aku pergi dulu ya kakak lanjut istirahat aja"ucap Lisa tersenyum sembari mengusap kepala suaminya lalu pergi .dibawah nampak sudah ada mertuanya dan para pelayannya Ratih dan Deo
"mama,mana list belanjaannya"ucap Lisa
"ahhh ini sayang"ucap mama menyerahkan
"hmmm okey papa mau nitip sesuatu sekalian"ucap Lisa mengambil kertas itu dan meletakkannya di tas
__ADS_1
"papa nitip cireng aja biasanya ada didepan pas mau masuk pasar pare"ucap papa tersenyum
"Lisa kalau ada yang kurang nanti kamu boleh beli ya ,pa mana uangnya"ucap mama menyenggol papa
"ya ampun papa sampai lupa ini Lisa kurang nggak"ucap papa menyerahkan segepok uang mungkin ada 10 juta disana
"ya ampun pa ini kebanyakan dua ratus ribu aja udah cukup buat kepasar"ucap Lisa mengambil dua lembar uang merah itu dan menyerahkan sisianya
"udah ambil aja buat beli yang lain papa juga jarang kasih kamu uang jajan kan"ucap papa tersenyum
"udah Lisa ambil aja sekarang kamu pergi gih biar Ratih dan Deo yang temenin"ucap mama
"tunggu aku ikut"ucap Ronald berjalan menuju Lisa
"kak Ronald disini aja udah Jagan ikut"ucap Lisa menatap suaminya
"udah lah ma itu kan beberapa tahun yang lalu sekarang Ronald udah dewasa but is okay"ucap Ronald
"kakak seriusan kalau kakak mau ikut nanti tunggu di mobil aja ya nggak usah turun"ucap Lisa
"nggak apa apa sayang mana boleh istri ku jalan sendiri nanti kalau disukain akang akang gimana aku nggak apa apa kok"ucap Ronald menatap Lisa dan mencubit pipinya
"ya ampun gen bucin papanya udah menular"ucap mama sembari melihat suaminya
__ADS_1
"mama mulai deh jagan suka buka kartu"ucap papa tersenyum malu
melihat kedua orang tua yang nampak begitu lucu sejenak mereka tertawa
"ya udah kami pergi dulu ya asallamualkum"ucap Lisa sembari menyalami mertuanya
mereka menyusut peredesaan itu suasananya begitu berbeda lebih tenang dari suasana yang sering mereka rasakan sumpak dan gerah namanya juga hidup dikota.tak menunggu lama mereka sudah sampai di pasar dengan tuliskan palang pare
"ya ampun kotor banget"ucap Ronald dalam hati
"kak mendingan disini aja jagan turun"ucap Lisa menatap Ronald yang kaku
"kak"ucap Lisa menyadarkan Ronald
"nggak apa apa kok ayok turun"ucap Ronald memberanikan diri dan segera turun
"Ratih,Deo ayo turun"ucap Lisa yang melihat suaminya turun duluan dan menyusul
"ada yang gengsi"ucap Ratih tersenyum
"semoga mukanya pulang pulang nggak bruntusan"ucap Deo tersenyum melihat majikannya
"ada ada aja ayo ah turun"ucap Devi tertawa mendengar celotehan deo
__ADS_1