
mereka nampak menikmati tidur siangnya,hingga hari mulai sore.lisa terbangun lebih awal mendengar suara adzan
"ya Allah udah sore ,aduh kenapa badan aku capek gini ya akhir akhir ini"ucap Lisa sembari merenggangkan tubuhnya
"sayang kamu udah bangun"ucap Ronald melihat istrinya
"iya,mas ayo shalat setelah itu temani aku ke rumah Vina ya aku mau lihat persiapan pernikahan mereka"ucap Lisa
"hemm baiklah"ucap Ronald beranjak
mereka berdua segera melaksanakan salat asar kemudian mereka membersihkan diri dan bersiap-siap untuk menuju rumah Vina. mereka turun dari kamar dan melihat kedua orang tua dan nenek kakek sedang bersantai di ruang keluarga
"kalian berdua mau ke mana sih sore-sore gini"ucap nenek
"namanya juga pengantin baru dia pengennya jalan-jalan berduaan"ucap Mama menambahkan
"iya Nek Ronald sama Lisa mau mengunjungi kerabat"ucap Ronald
"kalian mau melihat Vina ya"ucap mama
"iya ma lisa mau lihat Vina bagaimana kabarnya sekalian mau lihat juga persiapan pernikahan mereka"ucap Lisa tersenyum
"iya bagus itu kamu kasih masukan sama dia Mama yakin dia pasti lagi riweh riwehnya"ucap mama
__ADS_1
"tapi kalian berdua jangan keseringan di luar nggak baik mendingan kalian di rumah buat cucu kakek dan nenek"ucap kakek
"iya nanti akan ada waktunya istri Ronald mengandung tapi bersabar ini butuh proses dari semua tergantung yang atas"ucap Ronald
"sudahlah pak mereka juga kan masih muda masih banyak waktu. lagian lebih baik mereka bersenang-senang dulu nanti kalau udah punya momongan kan mereka bisa repot jarang keluar berdua-duaan"ucap papa menambahkan
"iya mereka memang masih muda tapi kami ini sudah tua menunggu kapan kami melihat kami"ucap kakek
Lisa nampak tak nyaman dengan keributan itu apalagi membahas tentang momongan Ronald pun nampak memperhatikan ketidaknyamanan Lisa
"sayang keburu sore nih kita jalan aja yuk"ucap Ronald sembari menggenggam tangan
"iya mas"ucap lisa mengangguk
"semuanya Ronald sama Lisa pergi dulu ya assalamualaikum"ucap Ronald sembari bersalaman begitu pula Lisa
"sayang nanti pas pernikahan Vina dan Alex kita mau memberikan kado apa"ucap Ronald
"apa kamu udah ada kepikiran mau kasih kado apa"ucap Ronald
namun Lisa tidak menjawab apapun ia masih memikirkan hal itu sehingga mengganggu pikirannya dan itu terlihat jelas dari mata Ronald
"sayang kamu kepikiran omongan nenek dan kakek"ucap Ronald sembari menggenggam tangan Lisa
__ADS_1
"hemm nggak kok mas nggak ini aku cuman"ucap lisa berusaha menutupi
"udah kamu jangan bohong aku udah hafal sama kamu. sekarang kamu jangan pikirin permasalahan tadi"ucap Ronald
"mas aku minta maaf ya karena masih belum bisa kasih kamu keturunan"ucap Lisa dengan nada sedih
"sayang kamu nggak perlu minta maaf nggak ada yang salah di sini ini cuman belum rezeki aja"ucap ronald menggenggam tangan Lisa sedikit melirik kearahnya
"kamu tahu kan kalau rezeki itu udah ada yang ngatur mungkin sekarang kita masih belum dapet kepercayaan dari Allah.tapi bisa mungkin nanti kita nggak tahu itu masih menjadi misteri cuma Allah yang tahu"ucap ronald
"jadi sekarang kamu jangan menyalakan ala yang terjadwal sekarang semua itu bukan salah kamu ini hanya butuh waktu .tugas kita sekarang berusia, ikhtiar,dan doa insyallah dengan kesabaraudan keikhlasan kita sekarang doa kita bisa di kabulkan"ucap Ronald sembari mengecup Tangan Lisa
"amin,makasih ya mas udah mau ada untuk aku udah mau nasehati aku"ucap Lisa mencium pipi suaminya sontak Ronald kaget itu pengalaman baru baginya bisanya ia yang harus memulai tapi lihatlah Lisa memulai hal itu dulu
"ehemmm jatah malam Jagan lupa ya"ucap Ronald sembari mendehem
"apansih,jatah pijat maksudnya"ucap Lisa pura pura tak mengetahui apa yang suaminya bicarakan
"hemmm boleh juga tapi aku maunya pijat plus plus"ucap Ronald menaikan alisnya sembari berbicara genit
"ihhh apansih udah ah fokus nyetirnya"ucap Lisa
"iya ,tapi jagan lupa ya malam nanti"ucap Ronald sembari mencolek dagu istrinya
__ADS_1
"mas udah ih genit banget ayo buruan nyetirnya"ucap Lisa tersenyum melihat tingkah suaminya itu
"iya oke oke "ucap Ronald tersenyum