
setelah mobilnya berhenti di villa ia segera mencari keberadaan istrinya menurutnya ada yang tak beres walaupun ia sudah tau bahwa istrinya baik baik saja dan sedang beristirahat
"Ronald kamu sudah pulang"ucap mama
namun Ronald tak menghiraukan ia hanya terus tergesa-gesa untuk memastikan kabar dan keadaan istrinya
"itu bos kamu kenapa buru buru kayak ditagih rentenir"ucap mama
"saya juga tidak tau nyonya besar"ucap sekertaris Deo
"apa dia membatalkan meeting dengan klien "ucap papa
"tidak tuan tidak ada meeting"ucap sekertaris Deo
lisaaaaaaa
terdengar teriakan Ronald membuat satu villa itu bergema apalagi orang tua nya dibuat bingung dan segera menghampiri Ronald
"ada apa kenapa berteriak seperti itu"ucap mama
"ma bukannya Lisa istirahat dikamar lalu dia kemana sekarang"ucap Ronald cemas
"iya dia tadi bilang sama mama mau istirahat setelah mengantarkan kamu kedepan dia langsung istirahat"ucap mama menjelaskan
"benar tuan nyonya Lisa izin istirahat"ucap Ratih
"kalau istirahat seharusnya ada tapi mana "ucap Ronald kesal dan marah
"maksud mu menantu mama hilang"ucap mama ikut cemas
__ADS_1
"sudah , sekertaris Deo coba kamu periksa rekaman cctv di villa ini"ucap papa memberi saran
"baik tuan"ucap sekertaris Deo
dengan bergegas semuanya pergi untuk melihat rekaman cctv
"ini lihatlah laki laki bertopeng ini siapa berani beraninya mendekap menantu ku seperti ini"ucap mama emosi
"zoom kearah wajah pelaku itu"ucap Ronald
"maaf tuan tapi pelaku itu sepertinya tau kalau cctv rumah ini aktif jadi dia selalu menghadap membelakangi cctv"ucap sekertaris deo menjelaskan
"ahh sial"ucap Ronald
"coba kamu periksa semua rekaman cctv dan beritahu orang untuk mencari menantu saya"ucap papa
"baik tuan"ucap sekertaris Deo
tak lama itu semua pasukan diarahkan untuk mencari keberadaan Lisa dan beberapa benda yang sempat di sentuh akan dilacak sidik jarinya
"tuan maaf ada panggilan"ucap sekertaris Deo
"kenapa kamu masih mengurusi klien istri ku sedang hilang batalkan semua perjanjian"ucap Ronald kesal
"baiklah tuan"ucap sekertaris Deo tak banyak mengubris
sekertaris Deo segera mematikan panggung telfon tersebut tak selang berapa detik nomor yang sama m ngirimkan sebuah vidio.karena sekertaris Deo takut menganggu majikannya ia segera melihat Vidio itu sendiri
"nyonya Lisa"ucap sekertaris Deo sambil membungkam mulutnya ia begitu kaget
__ADS_1
mendengar sekertaris dei mengucapkan kata Lisa membuat semua orang tertuju kepadanya terutama Ronald
"Lisa?"ucap Ronald menatap Deo
Deo dengan segera memberikan ponsel tersebut dan memperlihatkan Vidio yang ada di ponsel itu
"Lisa"ucap Ronald cemas
"berani beraninya dia menyakiti istri ku"ucap Ronald mengepal tangannya seperti dendam
tak lama setelah melihat video itu masuklah sebuah pesan dari nomor yang sama
ucapkan kata selamat tinggal untuk istri mu ini Ronald kamu tidak akan pernah melihatnya lagi
Ronald begitu kesal, khawatir,cemas perasaannya begitu pilu seteymembaca pesan tersebut
"sial"ucap ronald emosi dan segera menghubungi nomor tersebut
"dimana istri ku Jagan lernah sentuh dan sakiti dia"ucap Ronald benar benar marah
"ah rupanya kamu berani untuk menelfon ku,tenang saja tuan Ronald aku belum menghabisi istrimu dia sekarang masih tak sadarkan diri tapi setelah dia terbangun dan membuka matanya akan segera aku kirimkan foto dan Vidio istri mu yang tak bisa membuka matanya lagi"ucap dikki
"dikki"ucap Ronald ia bahkan mengenali suara penjahat bejat itu
"kau bahkan tau dengan aku hebat hebat ikatan batin mu sangat kuat"ucap dikki sembari tersenyum licik
"Jagan pernah untuk menyakiti istri ku Dikki dia bahkan tidak ada urusannya dengan kematian adikmu adikmu mati karena kesalahannya"ucap dikki
"adik ku mati karena kamu pria bejad kau bahkan tidak mau bertanggung jawab atas bayi dan kehidupannya bahkan ia selalu tersiksa karena mu.jadi sekarang aku akan membuat kamu tersiksa setelah orang orang yang kamu cintai pergi dan mati "ucap.dikki langsung menutup telfonnya
__ADS_1
"dikki Jagan pernah kamu sakiti istri ku"ucap Ronald berteriak
"ahhh sial"ucap Ronald