
kemudian Ronald dan sekertaris Deo pergi untuk menjenguk Lisa keruang inap.nampak Lisa ditempatkan di ruangan elite dan nyaman
"Lisa kamu harus kuat ya cepat sadar aku menunggu mu disini"ucap Ronald duduk di bangku sebelah Laras dan menggenggam tangannya
"apa apaan nih bos habis kejedot besi panas Kok jadi meleyot gini biasanya apa apa emosi sekarang Melo gini apa udah dapat hidayah tapi syukurlah jadi nggak capek capek dengar teriakannya"ucap sekertaris Deo dalam hati
tak lama itu Lisa sudah sadar dia sudah membuka matanya namun dia merasakan sakit disekujur tubuhnya terutama dibagian punggung
"awwwwww"rintihan Lisa
"syukurlah kamu audah sadar"ucap Ronald tersenyum
"tuan punggung saya"ucap Lisa karena punggungnya begitu sakit bahkan ia tidak dapat bergerak
"shutttt kamu yang tenang ya punggung mu sudah di obati "ucap Ronald berusaha menenangi
"tuan tapi syukurlah anda tidak apa apa,anda juga sudah bisa berjalan saya senang melihatnya"ucap Lisa tersenyum
"kamu jagan pikirkan saya,saya bahkan sudah tidak apa apa yang harus dipikirkan itu kamu "ucap ronald menatap Lisa dengan kagum
"tidak tuan saya tidak apa apa"ucap Lisa tersenyum
"kenapa kamu baik seperti ini dengan saya yang selalu salah dan kejam kepadamu"ucap Ronald bertanya tanya
"mending kak Maya sering menasehati ku tuan,jika ada batu yang keras sekeras apapun dia akhirnya akan hancur menjadi pasir lama kelamaan walupun hanya ditetesi air hujan.sama seperti sikap sekeras apapun pasti luluh juga"ucap Lisa menjelaskan
__ADS_1
"tuan kenapa anda menangis"ucap Lisa heran
"tidak tidak aku hanya mengantuk"ucap Ronald mengelak
"kalau begitu anda pulang saja untuk istirahat saya tidak apa apa disini"ucap Lisa masih perhatian
"kalau saya pulang lalu bagaimana jika seseorang menculik mu kembali ha, sekarang kamu istirahat lah aku akan berjaga untuk mu"ucap Ronald kembali merapihkan selimut ditubuh Lisa
Lisa hanya senyum lalu tertidur Ronald nampak melihat kearah Lisa dia melihat wajah perempuan yang selalu ia sakiti
"aku berjanji akan belajar mencintai mu"ucap Ronald sembari tersenyum kearah Lisa yang tertidur
nampak dikediaman Diki semua orang pelayan bahkan Sarah khawatir dengan keberadaan lisa.hingga akhirnya Diki pulang dan menyadari
"ommmm"teriak Sarah memeluk Diki
"kakak cantik tidak ada dia belum pulang juga kesini"ucap Sarah terisak
"apa bagaimana Lisa bisa tidak ada"ucap Diki terkejut
"maafkan saya tuan saya yang membolehkan nona Lisa untuk pergi membeli keperluan dapur tapi dengan saat ini dia belum juga balik"ucap Maryam menunduk merasa bersalah
"haaa kalian ini bagaimana sih lalai sekali,penjagaaaaaaa"ucap Diki begitu kesal
"tolong kalian Carikan Lisa kemana pun dia beritahu saya kabar keberadaannya sekarang"ucap Diki kesal
__ADS_1
nampak Sarah begitu kehilangan sahabatnya dia menangis
"sudah kamu jagan menangis om akan bawa Lisa kembali kesini untuk mu ya"ucap Diki mengusap rambut ponakannya
"apa mungkin kak cantik sudah bertemu suaminya"ucap Sarah sambil terisak
"apa maksud mu"ucap Diki heran
"tapi om jangan marah ya janji setelah Sarah ceritakan"ucap Sarah manatap wajah garang omnya itu
"tidak bagaimana bisa om marah tidak akan ayo katakan anak cantik"ucap Diki
Sarah menceritakan semuanya dari awal ia bertemu Lisa aksinya mencuri handphone dan tindakan yang ia lakukan
"ohhhhh milik siapa ponsel itu"ucap Diki nampak memiliki pikiran
"maaf tuan ponsel itu milik saya"ucap salah satu pelayan muda
"sebutkan nomor telepon mu sekarang"ucap Diki
"08********"ucap pelayan tersebut
kemudian Diki segera menghubungi seseorang bukan menghubungi Lisa dia nampak menghubungi server IT untuk melacak
"tolong kamu lacak nomor 08******** ,katakan lokasi sekarang ia berada sekarang"ucap Diki
__ADS_1
Diki nampak tak habis akal dia bahkan mencari beberapa cara agar kesengsaraan Ronald tidak berakhir
"tidak semudah itu Lisa kamu kabur,karena sekarang alat kehancuran Ronald ada ditangan mu"ucap Diki menyeringit dendam