
sini Lisa sudah tertidur dia bahkan nampak lelah dan sakit di sekujur tubuhnya karena mungkin efek menyelamatkan ronald dari kebakaran kemarin.
sementara itu Ronald dampak tidak tidur dan selalu berjaga di sepanjang malam nya untuk memastikan Lisa benar-benar ada dan tidak pergi lagi.
"huaaaa"Lisa menguap
"selamat pagi"ucap Ronald tersenyum
"ya ampun kak Ronald"ucap Lisa terkejut ketika membuka matanya melihat Ronald yang tersenyum
"ya ampun maaf apa aku mengagetkan mu"ucap Ronald merasa bersalah
"tidak aku hanya sedikit terkejut saja"ucap Lisa menggelang
"baiklah kalau begitu maafkan aku"ucap Ronald kembali tersenyum Lisa nampak dibuat heran dengan tingkahnya
tok....tok....tok.....
"ini tuan bubur ayam dari restoran ******""ucap sekertaris Deo memberikan
__ADS_1
"kamu lama sekali Lisa pasti sangat lapar gara gara menunggu mu"ucap Ronald kesal
"saya kan baru bangun tuan saya tidak apa apa bahkan tidak lapar juga"ucap Lisa
"kamu jagan bicara seperti itu kamu harus makan biar cepat pulih"ucap Ronald
"kamu kenapa masih disini sudah keluar"ucap Ronald pada sekretarisnya
"saya permisi dulu tuan ,nyonya"ucap sekertaris dek memberikan senyum palsu
"lama lama iya jelas lama lah orang mintanya beli bubur di Bogor"ucap sekertaris Deo dalam hati lelah
sekretaris Deo nampak kesal dengan perlakuan bosnya itu padahal ia menyuruh untuk membelikan bubur terfavorit nya yaitu di Bogor.
"Bogor tuan, jadi tuhan menyuruh sekretaris Deo untuk membelinya jauh dari Bogor"ucap Lisa tak enak hati dengan sekretaris deo
"sudah jangan pikirkan dia aku hanya ingin yang terbaik jadi sekarang kamu makan ya"ucap Ronaldo ingin menyuapi Lisa
"tidak bisa Tuan saya bisa sendiri kok"ucap Lisa begitu canggung
__ADS_1
"sudah kamu lihat tubuh kamu bahkan tidak bisa menopang diri sendiri tanganmu juga penuh dengan infus bagaimana kamu makan nanti kalau sakit gimana"ucap Ronald penuh perhatian
Lisa hanya menurut semuanya dalam hati Lisa begitu bertanya-tanya kenapa suami kejam yaitu sekarang begitu lembut bahkan bisa dibilang Ronald sudah bisa menerima Lisa.
"oh iya ngomong-ngomong gimana cara kamu bisa keluar sejak kapan Diki dan kamu disekap di mana"ucap Ronald begitu detail
"aku waktu itu diajak makan siang sama tuan Diki di hotel waktu itu saat tuan mengadakan meeting. dia bilang dia mau bertemu dengan Tuan tapi Tuan sedang melaksanakan meeting jadi dia mengajak saya untuk makan. dan saya juga bingung tiba-tiba saya sudah terbangun di rumah dia pada awalnya saya tidak tahu itu di mana tapi setelah dijelaskan bahwa saya berada di rumahnya"ucap Lisa menjelaskan sambil mengunyah
"dasar Diki brengsek lalu kamu tidak di apa-apakan dengan dia"ucap Ronald campur aduk
"tapi untungnya di sana saya diperlakukan dengan baik saya sama sekali tidak disakiti tuan. hanya saja waktu itu saya mendapati kejanggalan ketika saya meminta untuk kembali pulang namun dia sama sekali tidak memperbolehkan saya pulang bahkan dia berbicara bawa tuan ronald bahkan tidak menginginkan saya untuk kembali"ucap lisa menjelaskan
"apa saat itu kamu percaya dengan semua ucapan laki-laki iblis itu"ucap Ronald geram
"untuk ke arah sana saya bahkan tidak berpikir untuk percaya dengan omongan dia karena yang saya tahu bahwa Tuan memang tidak menginginkan saya tapi Tuan benar-benar menjaga saya karena tuntutan dari almarhum kak Maya dan saya percaya kalau Tuan tidak akan berbicara seperti itu"ucap Lisa sedikit menunduk
"apa kamu sedih atau kamu teringat dengan Maya atau kamu teringat dengan perlakuan saya dulu. Lisa setelah beberapa cobaan yang menghantam saya. akhirnya saya sadar bahwa kamu selalu ada ketika kondisi saya seperti terpuruk bahkan tidak. bahkan kamu lebih memilih memikirkan kondisi saya dibandingkan diri kamu sendiri."ucap Ronald seketika menatap mata Lisa penuh penyesalan
"Lisa sekarang aku hanya minta maaf kepadamu apa yang aku lakukan aku memperlakukanmu tak seperti seorang manusia bahkan aku memperlakukanmu seperti binatang. tapi sekarang aku tersadar bahwa semua itu adalah takdir mungkin aku ditakdirkan memang bersamamu hanya saja aku harus melewati mendiang Maya agar bisa mengenalmu."ucap Ronald begitu lembut
__ADS_1
"Lisa maukah kamu hidup bahagia pun susah bersamaku dan menerima semua kesalahan dan kekurangan ku. aku akan belajar untuk mencintaimu dan aku akan mempertahankan mu demi pernikahan ini bukan karena pengantin pengganti"ucap Ronald menggenggam tangan Lisa
Lisa yang mendengar semua ucapan Ronald yang hidup dalam penuh dengan penyesalan membuat hatinya tersentuh. doa-doa yang dipanjatkan setiap hari bahkan satu persatu dikabulkan oleh alah salah satunya untuk menghilangkan rasa dendam dan dengki dari di Ronald