
Lisa kemudian membereskan pakaian yang sudah berantakan mulai dari kancing pakaian tidurnya
"cih"ucap Ronald melihat Lisa
"kamu lihat rambut mu seperti tikus tanah yang bermain di got benar benar menjijikkan"ucap Ronald melihat rambut Lisa yang masih basah
"maafkan saya tuan saya tadi terburu buru"ucap Lisa menunduk
"cepat buatkan aku teh Rosella"ucap Ronald sambil memainkan ponselnya
"baik tuan"ucap Lisa pergi
Lisa dengan segera menuju dapur untuk membuatkan teh Rosella sembari menunggu air Lisa mengeringkan rambutnya
"nyonya sini saya bantu"ucap Rati melihat Lisa yang mengeringkan rambutnya dengan handuk
"Rati apa kamu memiliki heardryer"ucap Lisa
"tentu saja nyonya tunggu sebentar"ucap rati mengambil heardryer
Rati membantu Lisa untuk mengeringkan rambutnya sedangkan Lisa membuatkan teh
"terimakasih,saya permisi dulu"ucap Lisa tersenyum
Lisa kemudian pergi menuju kamar Ronald dengan rambut yang sudah kering dan sebuah teh
"ini tuan teh nya"ucap Lisa meletakan
"duduk"ucap Ronald cetus namun Lisa masih saja mematung
__ADS_1
"aku bilang duduk"ucap Ronald mengangkat kakinya keatas meja
"baik tuan"ucap Lisa duduk di sofa dihadapan Ronald
"selama 3 bulan ini apa kerajaanmu"ucap Ronald
"saya hanya sekolah dan melakukan beberapa pemotretan"ucap Lisa sedikit canggung
"ohhhh jadi kamu ingin belajar mandiri seperti itu"ucap Ronald dengan nada tinggi
"i...y...a"ucap Lisa terbata
"baiklah aku tidak akan memberikan mu uang sepeserpun kamu harus tetap berkerja mencari uang sendiri sesuai yang kamu mau.aku hanya memberikan mu tumpangan gratis"ucap Ronald cetus.lisa hanya tertegun mendengar ucapan yang begitu kejam
"kamu harus berkerja di permodelan milik usaha saya.karena kamu tau hidup kamu itu bergantung kepada apa yang saya mau"ucap Ronald
"iya tuan saya mengerti"ucap Lisa menahan tangisnya
"bagus,sebelum kamu pergi .pijatkan kepala ku kepala ku terlalu pusing melihat mu disini"ucap Ronald berbaring di kasurnya
Lisa kemudian memijat kepala Ronald dengan berhati hati Lisa sangat takut dan gugup sampai dia memijat dari ujung kasur
"ishhh, kemari"ucap Ronald terduduk dan menepuk kasurnya
Lisa hanya bisa menuruti dan tidak bisa berbuat apa apa karena sekarang Lisa benar benar ada dibawah kekuasaannya
"lakukan dengan baik"ucap Ronald menaruh bantal di atas kaki Lisa yang menyilang
"b....aik tuan"ucap Lisa canggung
__ADS_1
Lisa memijat kepala Ronald dengan lembut.tqnoa disadari Ronald sekarang sudah tertidur
"kak Ronald,kenapa kamu begitu kejam terhadap ku .bukan kah aku ini istri sah mu.kamu seharusnya berfikir dengan jernih meninggalkannya kakak bukan karena aku tapi itu takdir."ucap Lisa sambil menatap wajah Ronald yang tertidur dan menagis
"berhenti menatapku seperti itu aku tidak akan kasihan atau hiba kepada mu"ucap Ronald membuka matanya
"maaf tuan"ucap Lisa mengusap air matanya
"air mata mu sudah menetes ke wajah ku sebaiknya aku harus melakukan perawatan besok pasti muka ku sudah terkena banyak paparan bakteri"ucap Ronald duduk
"sudah sana pergi kenapa masih disini"ucap Ronald membentak
"iya tuan saya permisi"ucap Lisa berdiri dan menunduk pergi
"dasar wanita jal*ng beraninya dia menagis di kamarku"ucap Ronald
Lisa masih dengan Isak tangisnya menuju kamarnya.lisa mendengar bahwa Ronald sedang berbicara dengan rati
"malam tuan ada perlu apa"ucap rati dengan sopan
"kamu ganti seprei kamar ku dan vakum semuanya Jagan meninggalkan satu pun bau dari wanita itu."ucap Ronald menggunakan jaket
"baik tuan,tapi anda mau kemana apa perlu saya memanggil supir"ucap Rati
"tidak perlu saya akan tidur di apartemen"ucap Ronald dengan cetus dan pergi
Lisa bisa mendengar jelas apa yang Ronald bicarakan karena kamar Lisa sangat dekat dengan dapur
"apa sebesar itu rasa benci kakak terhadapku ,aku memanglah menjijikkan di hadapan kakak"ucap Lisa meneteskan air mata
__ADS_1