
hari hari terus berjalan kini batu yang begitu keras sedikit demi sedih rapuh namun masih saja diam dengan kokoh.hingga suatu hari Ronald nampak berkelahi hebat dengan Marcel
"kak kenapa kamu semarah ini pada ku"ucap Marcel kesal
"kamu tau yang tadi ingin kau cium itu siapa dia istri ku mengerti apakah sopan seperti itu"ucap Ronald menaikan suaranya
"tuan sudah saya tidak apa apa"ucap Lisa menahan tangan Ronald
"diam kamu kalau tidak bisa membantu apapun lebih bagus kamu diam"ucap Ronald menepis tangan Lisa
melihat perkelahian hebat dirumau utu Ratih berinisiatif menelfon tuan dan nyonya besar tak menunggu waktu lama mama dan papa sudah datang
"heiii hentikan kalian kenapa "ucap mama melerai
"anak mama ini harus benar benar diajarkan caranya beretika"ucap Ronald kesal
"sudah diam semuanya"ucap papa sudah nampak marah dan semuanya terdiam
"kalian ini apa apaan kalian tidak sadar kalau kalian ini sudah besar malah bertikai seperti anak kecil"ucap papa
"kamu Marcel kenapa malam malam seperti ini datang ke rumah kakakmu dan buat kerusuhan"ucap papa menatap tajam Marcel
"kenapa papa hanya menyalahkan aku dan tidak dengan orang ini"ucap Marcel melihat sinis kearah Ronald
__ADS_1
"bukan kah seharusnya wajar agar kamu setidaknya tau caranya beretika.untuk apa kerumah saudaranya malam malam dan ingin mencoba menyetubuhi kakak iparnya yang jelas jelas istri sah kakak mu sendiri apa itu pantas"ucap Ronald melontarkan emosinya
"bener Marcel yang dikatakan kakakmu itu ayo jawab"ucap papa menikam oktaf suaranya
"itu bahkan tidak salah karena kakak tidak mencintai Lisa dan Lisa hanya dipwebuda disini saya rasa Lisa akan bahagia Beru saya"ucap Marcel
plak
tamparan begitu keras menyadari dipipi milik Marcel
"sudah pa"ucap mama sambil menangis
"papa menapar ku"ucap Marcel memegangi pipinya
"nak kami juga mencintai dan menyayangi mu mama dan papi tidak mebeda bedakan kalian berdua"ucap mama menggenggam tangan Marcel
"jika kalian tidak menginginkan aku seharusnya Klian bunuh aku ketika aku lahir.siapa anak yang ingin lahir tanpa disayangi oleh orang tuanya"ucap Marcel
"jaga ucapan mu Marcel"ucap papa
"kenapa ,mau menaparku lagi atau ingin menyiksa ku silahkan aku persilahkan."ucap Marcel
"pergi kamu dari sini pergi"ucap papa kesal
__ADS_1
"tidak nak kamu tetap disini kita pulang kerumah kagan tinggalkan mama nak"ucap mama memohon pada Marcel
"aku akan pergi karena aku sadar diri aku bukan gabungan dari keluarga kalian"ucap Marcel pergi
"nak tunggu diam lah disana kota pulang nak"ucap mama berusaha mengejar Marcel namun terjatuh
"sudah lh ma biarkan dia"ucap papa meraih mama
"ma bagaimana jika ada sesuatu yang terjadi pada Marcel mama ingin dia pulang"ucap mama terisak
"dia sudah besar ma,biarkan dia tau kesalahannya"ucap papa memeluk mama
"mama tenang aku janji akan buat Marcel kembali ke rumah"ucap Ronald menatap mamanya
"bawa adik mu pulanh nak"ucap mama
akhirnya mama sedikitnya tenang dan mama dan papa memutuskan untuk pulang kini jam pukul 2 pagi
"tuan maafkan saya membuat kekacauan ini"ucap Lisa memberanikan diri
"memang kamu cuman bisa cari masalah dan bawa sial setiap harinya"ucap Ronald menggerutu
mendengar ucapan Ronald membuat hati Lisa sakit dan hanya bisa mengulang kata maaf
__ADS_1