
Lisa setelah itu melahap semua makanan yang telah disajikan dan pesan untuk ya makan dari Ronald. sekarang jam menunjukkan pukul empat sore namun Ronald masih belum juga datang. Lisa hanya bisa menunggu dan tidak bisa apa-apa tanpa perintah Ronald. sekarang waktu sudah menunjukan pukul 9 malam.
"terima kasih tuan Ronald atas kerjasamanya hari ini"ucap Mr Sam
"sama-sama Mr saya juga senang bekerja sama dengan anda kalau begitu saya permisi dulu"ucap Ronald
Ronald ternyata memenuhi beberapa undangan meeting dan terakhir dia meeting di luar kantor. ketika ia jalan menuju pulang iya sama sekali tidak mengingat bahwa Lisa masih berada di dalam kantor.
"selamat datang Tuan"ucap Ratih dan pegawai rumah lainnya
"loh kok lisa nggak ada"ucap Ratih dalam hati
"maaf pak deo bukannya tadi pagi nyonya Lisa pergi bersama tuan untuk ke kantor apa dia tidak pulang ke sini lagi"ucap Ratih berbisik kepada sekretaris deo
"aku tidak tahu menahu tentang masalah mereka"ucap sekretaris Deo sambil mengangkat bahunya seolah tidak tahu
Ronald nampak tidak tahu bahwa Lisa ada dalam kantor. Ronald mengira bahwa Lisa tidak mengikutinya saat ia ke kantor.
"hei kamu cepat mana air panasnya aku mau mandi"ucap Ronald berteriak sambil melepaskan jas
__ADS_1
"manusia lelet kamu yang sekarang sudah menjadi tuli cepat siapkan air mandi"ucap Ronald begitu kesal
saat ia mengucapkan kata itu terlintas di benaknya
"bukankah Liza tadi pagi ikut denganku ke kantor"ucap Ronald bertanya-tanya dalam hati
"iya benar dia ikut aku ke kantor tadi pagi lalu ke mana dia"ucap rono baru sadar bahwa Lisa tidak ada di sisinya
"apa dia itu benar-benar bodoh kenapa dia tidak pulang"ucap Ronald langsung beranjak keluar
Ronald kemudian turun dengan tergesa-gesa dengan menggunakan tongkat napak rasa sakitnya itu tidak di rasa lagi. entah itu sebuah cinta atau tidak tapi Ronald merasa khawatir jika Lisa tidak ada di sisinya. semoga saja itu sudah tumbuh benih-benih cinta di antara Ronald dan lisa.
"saya sama sekali tidak tahu Tuan karena saya seharian bersama anda melakukan meeting bersama klien"ucap sekretaris deo menunduk
"ah sudahlah ayo cepat kembali ke kantor atau 1 tahun kedepan gajimu tidak akan saya bayar atau kamu mau menjadi laki-laki lapuk"ucap Ronald begitu marah kepada deo
"ampuni saya Tuan saya benar-benar tidak tahu masalah itu jangan potong gaji saya tuan cicilan saya saja belum selesai masih beberapa bulan lagi malah ada yang berapa tahun"ucap sekretaris Deo memelas
"kalau kamu tidak mau untuk potong gaji kenapa kamu masih pidato di situ ayo cepat"jurnal sudah menuju luar
__ADS_1
sekarang sekretaris Deo dan Ronald menuju kantor nampak sekretaris deo mengendarai mobil begitu kencang dengan laju yang cukup tinggi. Untung saja macet tidak ada jadi mereka lebih cepat untuk sampai ke kantor.
"maaf tuan nyonya Lisa masih ada di ruangan tuan"ucap satpam
"kenapa kamu tidak menyuruh untuk pulang"ucap sekretaris Deo
"sudahlah kalian jangan berisik jangan buat kepalaku makin pecah"ucap Ronald memarahi dua bawahannya itu
Ronald dengan tergesa-gesa menuju ruang kantor nya dan benar saja lampu ruangan yang masih menyala. iya segera membuka pintu ruangan itu dan melihat Lisa sudah terlelap sambil terduduk
"uh Untung dia ada di sini"ucap Ronald mengolah nafas berpikir kenapa iya begitu cemas
"sudahlah ini karena aku sudah terbiasa ada dia kan mau kayak gini"ucap Ronald menyeka pikirannya
"hei bangun apa kamu mau kerja sampai malam di kantor ini atau kamu sekalian jadi satpam di sini"ucap Ronald dengan suara tinggi sambil menggoyangkan badan Lisa. namun semuanya nihil lisa masih saja terlelap dalam tidur. raut wajah Lisa nampak memperjelaskan bahwa ia benar-benar lelah dengan apa yang ia jalani.
"kalau dilihat dari dekat dia cantik juga"ucap Ronald seketika bibirnya spontan memuji Lisa
"kenapa kamu berbicara seperti itu oh ya semua wanita yang cantik tidak ada yang ganteng maksudnya"ucap Ronald kembali menyekap pertanyaannya
__ADS_1