
esok hari yang ditunggu tunggu yaitu hari dimana Maya dan Ronald saling mengikat janji pernikahannya semua tertata begitu rapi dan sangat elegan.kini Maya tampil cantik dengan balutan busana berwarna putih dan dewa menggunakan jas berwarna hitam dengan dasi berwarna gold.semunya tambah meriah setelah ronald mengucapakan ijab qabulnya dan mereka ternyata sudah sah.namun orang tua ronald tidak hadir karena masih ada urusan kerja di Eropa
"selamat ya kakak aku sangat senang melihat mu bahagia"ucap Lisa menghampiri kakaknya
"sama sama dek tapi berjanjilah untuk itu"ucap Maya memeluk adiknya
Maya memeluk erat tubuh lisa.maya terjatuh pingsan membuat Lisa hikmah keseimbangan dan jatuh
"kak bangun kak"ucap Lisa menangis
"siapkan mobil sekarang kita pergi ke rumah sakit"ucap Ronald panik dan membopong tubuh istrinya
untung saja Maya pingsan saat tamu tamu sudah pulang acara sudah selesai hanya ada panitia resepsi.ronald membopong tubuh istrinya dan memasukan kedalam mobil dan fokus menyetir.sedangkan Lisa sudah menangis melihat kakaknya
"kak bertahanlah aku mohon",ucap Lisa terisak
"bisakah kamu membawa mobil ini dengan cepat secepat mungkin"ucap Lisa teriak khawatir
Ronald menancapkan gasnya begitu mahir dia mengendaranya.setelah Sampai rumah sakit Ronald langsung membaringkannya untuk diperiksa.maya dibawa masuk kedalam ruang gawat darurat
__ADS_1
"ini semua salah mu kalau saja Maya tidak menjual ginjalnya untuk adiknya manja seperti kamu pasti dia tidak akan terkena penyakit kanker karena ada penyumbatan darah di bagian organ dalamnya.kalau sampai ada apa apa aku tidak bisa memaafkan mu dan aku pastikan kamu akan menderita"ucap Ronald mendorong Lisa
"hiks hiks hiks kak Maya seharusnya nggak ngelakuin itu demi aku kenapa kakak nggak pernah cerita"ucap Lisa merasa terpukul dan menangis
Lisa dan Ronald khawatir dengan keadaan Laras sedangkan dokter tidak kunjung keluar selama. menunggu berapa lama dokter sudah selesai menangani Maya
"disini ada yang namanya Lisa"ucap dokter
"saya Lisa dok adiknya"ucap Lisa menghapus air matanya dan beranjak
"sebaiknya kalian temui pasien saya permisi dulu"ucap dokter meninggalkan
"sayang kamu bertahan ya"ucap Ronald yang cemas melihat disekeliling Maya Sanga banyak peralatan
"Lisa kemari dek"ucap Maya lirih terbaring masih menggunakan pakaian pengantinnya
"kak Jagan tinggalkan aku bertahan ya kakak pasti sembuh aku cuman mau sama kakak"ucap Lisa memeluk Maya yang terbaring sambil menangis
"dek sudah Jagan menangis berjanjilah setelah kakak pergi kamu harus tetap tersenyum dan kuat menjalani hari hari mau untuk kakak"ucap Maya mengelus kepala Laras dengan pelan
__ADS_1
"mungkin waktu ku sudah tak lama lagi .sayang aku ingin kamu menikahi adik ku sekarang juga"ucap Maya menggenggam tangan Ronald
"sayang kita baru saja menikah aku yakin kamu kuat kok"ucap Ronald mengelus tangan Maya
"ahhhhhhhh"teriak Lirih Maya
"kakak Jagan buat aku khawatir"ucap Lisa histeris
"sayang ,Lisa lakukan yang aku mau untuk terakhir kalinya biar aku bisa pulang dengan tenang"ucap Maya begitu lirih dan meneteskan air matanya
"iya baiklah aku akan hubungi penghulu dulu"ucap Ronald
Lisa terus menagis karena dia tak sanggup menikah terlebih lagi ditinggal kakaknya yang sudah merawatnya dari kecil.saat itu penghulu sudah dah datang disaksikan hanya dengan dokter Ronald mengucapkan janji suci kedua kalinya tapi bukan untuk perempuan yang dicintainya.mereka m nikah hanya secara sirih hanya dengan agama tanpa hukum.
"saya terima nikahnya Lisa Kumalasari binti Yusuf dengan seperangkat alat sholat dibayar tunai"ucap Ronald sambil meneteskan air mata
"bagaimana para saksi "ucap penghulu
para saksi penyataan pernikahan mereka sah.nampak perasaan bahagia dan lega Dimata Maya menyaksikan orang orang yang dicintainya bersama.teruta Lisa Maya sangat bahagia karena adiknya tidak akan hidup sendiri dan hidup dengan orang yang dicintainya juga
__ADS_1
Hai, terimakasih yang sudah mau baca karya aku.terus suporter aku ya biar makin semangat buat karya karya baru😃.Jagan lupa juga untuk keperluan komen ,like ,dan kasih masukan untuk karya ini agar lebih maju.