
mesin pendeteksi jantung itu terus mengeluarkan bunyinya yang begitu kencang
"suster tolong siapkan alatnya detak jantung pasien melemah"ucap dokter panik
"baik doo"ucap suster segera melepas tangannya dari Ronald dan mulai menyiapkan alat
ucapan dokter"jantung pasien melemah" kata kata itu terus berputar di kepala Ronald sampai ia tak mampu menumpuh tubuhnya hingga tersungkur.ia bahkan bisa melihatnya dengan jelas bahwa Lisa sedang diusahakan agar detak jantungnya kembali berdetak
"ya Allah selamatkan istri ku buat ia kuat menjalaninya dia orang yang baik hamba berjanji akan menjadi suami yang baik untuk nya"ucap Ronald dalam hati sembari menitihkan air matanya.seperti didengar Lisa langsung merespons bagaikan magnet jantungnya yang melemah kini mulai berdetak kembali
"dok detak jantung pasien sudah stabil"ucap suster
"baiklah kalau begitu segera siapkan oksigen baru"ucap dokter
mendengar ucapan itu Ronald langsung terbangun dan menghampiri Lisa
"dok apa istri saya baik baik saja"ucap Ronald gemetar
"Alhamdulillah puji Tuhan pasien sudah melewati masa kritisnya"ucap dokter tersenyum
"Alhamdulillah terimakasih ya Allah"ucap Ronald begitu bersyukur
"sayang terus lah berjuang"ucap Ronald kembali memberi semangat kepada Lisa
Ronald tak henti hentinya mengucapakan syukur sekarang Lisa sudah melewati masa kritisnya dan dilarikan menuju keruangan inap
"mama pulang aja kasian papa dirumah pasti nyariin"ucap Ronald
"yaudah mama pulang dulu kalau ada apapun segera kabari mama ya"ucap mama
Ronald hanya mengangguk dan kembali berjaga Untuk Lisa.
__ADS_1
"sakit"ucap Lisa lirih
"Lisa apa yang sakit?"ucap Ronald kembali melihat Lisa
"sakit"ucap Lisa masih memejamkan matanya
"dokter cepat kemari"teriak Ronald ia juga menakan tombol bel
tak lama itu dokter datang dengan siaga segera memeriksa keadaan Lisa
"sakit"ucap Lisa lirih
"dok bantu istri saya buat dia baik baik saja"ucap Ronald khawatir
"iya pak saya akan bantu pasien bapak tunggu diluar dulu biar saya priksa pasiennya"ucap dokter
Ronald kembali keluar ia tak sanggup mendengar jeritan Lisa "sakit" matanya yang masih tertutup suara lirihnya membuat Ronald takut.hampir setengah jam akhirnya dokter keluar setelah memeriksa Lisa
"pasien baik baik saja saya sudah menyuntikkan pereda sakit dan sekarang pasien sedang terbius karena obat"ucap dokter menjelaskan
"saya permisi dulu"ucap dokter
kemudian Ronald segera duduk disebelah Lisa dan menggenggam tangannya
"terimakasih kamu sudah mau bertahan"ucap Ronald sembari mengecup tangan Lisa
malam sudah berubah menjadi sinar tapi bagi Ronald hari itu hari yang baik karena Lisa sudah bisa melewati masa kritisnya
"awww"ucap Lisa lirih
"sayang apa ada yang sakit"ucap Ronald
__ADS_1
"kak Ronald"ucap Lisa lirih
"ada apa sayang"ucap Ronald berkaca kaca
"kakak nggak apa apa kan nggak ada yang luka"ucap Lisa khawatir
"nggak aku nggak apa apa "ucap Ronald mulai mengeluarkan air matanya
"kakak kenapa cerita aja sama Lisa"ucap Lisa
"nggak apa apa kok aku cuman seneng bisa sama kamu sekarang kamu janji nggak akan tinggalkan aku kan"ucap ronf menggenggam tangan Lisa
"kak Lisa nggak akan kemana mana Lisa akan selalu sama kak Ronald"ucap Lisa tersenyum
"kak kok Lisa bisa dirumah sakit?"ucap Lisa heran
"kamu dilarikan kerumah sakit karena terkena tembak kemarin dan sempat koma beberapa hari"ucap ronald menjelaskan sambil menangis
"Alhamdulillah kakak Jagan sedih lagi Lisa kan udah baik baik aja.kak dikki gimana masalahnya udah kelar"ucap Lisa
"manusia bejat itu sudah di penjara atas apa yang ia lakukan"ucap Ronald
"kak kenapa dipenjara bukan kah bisa diselesaikan secara kekeluargaan ini hanya kesalah pahaman "ucap Lisa
"dia bertindak kriminal bagiamana bisa aku menyelesaikanya begitu saja istri ku terluka dan aku hampir kehilangan kamu bagaimana bisa ini kesalah pahaman"ucap Ronald
"kak tapi kak Diki punya keponakan dan dia hanya punya kak Diki sebagai keluarga tidak ada yang lain.kak aku mohon bicarakan masalah ini lagi aku tau bagaimana rasanya tidak memilih siapa pun aku mohon"ucap Lisa
"kamu jagan pikirkan apapun pikiran kesehatan mu dulu karena itu yang terpenting"ucap Ronald
"Kak tapi aku mohon pikiran lagi ucapan ku tadi aku mohon"ucap Lisa
__ADS_1
"iya nanti aku pikirkan lagi"ucap Ronald tersenyum