
akhirnya mereka sampai di rumah kemudian Ronald berlaku kepada Lisa
"kamu ke kamar dulu aja yah aku mau ke ruang kerja suku masih ada kerjaan"ucap Ronald menatap Lisa
"yaudah kalau udah selesai langsung ke kamar ya istirahat"ucap Lisa
"iya sayang selamat tidur"ucap Ronald mencium kening Lisa
setelah Lisa pergi ternyata Ronald bukan langsung menuju ruang kerjanya melain ke dapur
"aku mana bisa menyalakan kompor terkahir aku menggunakannya hampir terbakar sudah lah aku bangunkan Ratih saja"ucap Ronald sembari menuju kamar Ratih untunglah sebelum Ronald hendak kesana ratih nampak telah keluar dari persembunyiannya mungkin mendengar gaduh di dapur
"tuan ada yang bisa saya bantu"ucap Ratih
"untung kamu masih belum tidur"ucap Ronald
"oh iya buatkan saya americano coffe dan dingin ,ini kamu panaskan lagi dan bawa ke ruangan saya"ucap Ronald ternyata ia ingin memakan bakso itu lagi
"ahhh baik tuan,ini mau di panaskan semua"ucap Ratih karena ada beberapa bungkus bakso di sana
"iya ,Jagan lama "ucap Ronald kemudian pergi menuju ruang kerjanya
"bukanya tadi makan diluar kok makan lagi,kalo dari bentuknya bakso gerobakan nih "ucap Ratih aneh
Ratih kemudian menyiapkan semua keinginan bosnya itu dan membawanya keruang kerjanya
tok....tok...
"masuk"ucap Ronald sembari menatap laptop
__ADS_1
"letakan di sana"ucap Ronald menatap Ratih
"baik tuan saya permisi dulu"ucap Ratih menundukkan dan pergi
"ahhh akhirnya aku bisa lanjut makan"ucap Ronald membawa makanan itu kemeja kerjanya dan menyantapnya
di kamar Lisa merasa heran kenapa suaminya begitu lama di ruang kerjanya dan memutuskan untuk keruanganya.
tok....tok....
"siapa"ucap Ronald kekenyangan
"sayang ini aku"ucap Lisa
"Lisa....."ucap Ronald panik lalu bergerak keluar dan menutup kembali ruangannya
"hemm habisnya kak Ronald lama banget aku kira ketiduran"ucap Lisa
"udah selesai kerjanya"ucap Lisa hendak masuk
"hemmm sudah "ucap Ronald menahan tangan istrinya
"kenapa kak"ucap Lisa kaget
"kamu kesini ngajak aku tidur kan yaudah yuk ke kamar aku juga ngantuk"ucap Ronald merangkum istrinya
"kenapa aneh sih,apa ada yang kak Ronald tutupin"ucap Lisa melihat Ronald
"ayo aku ngantuk besok kita juga mau ke kantor polisi kan untuk bebaskan Diki jadi ayo kita tidur"ucap Ronald
__ADS_1
"ahh kenapa aku pikir yang nggak nggak"ucap Lisa dalam hati
"yaudah ayok"ucap Lisa tersenyum
mereka menuju kamar untuk beristirahat keesokan harinya nampak dua insan itu sudah terbangun namun Lisa nampak bangun terlebih dahulu.
dretttttt
"siapa nelpon pagi pagi"ucap Lisa beranjak dari meja riasnya dan melihatnya panggilan
"sekertaris Deo.....kak ini ada sekertaris Deo telfon"ucap Lisa teriak
"kenapa lagi tikus got itu pagi pagi telfon"gerutu Ronald
"gimana aku angkat ya siapa tau penting kak"ucap Lisa
"yaudah kamu angkat kalau nggak penting kamu bilang aku biar di pecat sekalian"gerutu Ronald
"kenapa lagi sama sekertaris sendiri malah kayak tom and Jerry"ucap Lisa dalam hati
"hallo bos ini meeting sama pak Darto dimajuin jadi hari ini"ucap sekeras Deo
"maaf kak Ronaldnya lagi mandi nanti aku sampaikan ya ada lagi yang lain"ucap Lisa
"maaf nyonya saya tidak tau,hemm satu lagi nyonya berkas pak Darto kemarin akan saya ambil nanti"ucap sekertaris Deo
"oh ok nanti aku sampaikan terimakasih saya tutup dulu telfonnya ya selamat pagi"ucap Lisa mematikan telfonnya
"kenapa istrinya baik banget kayak malaikat yang suaminya marah Mulu mirip Dajjal emang kalau rumah tangga saling melengkapi"ucap sekeras Deo dalam hati
__ADS_1