
Lisa pergi berbelanja ke supermarket sedangkan Ronald sekarang sudah menghabiskan buburnya
"kemana wanita jalang itu lama sekali"ucap Ronald sambil meletakkan mangkuk
"Lisa,sayang kemari tolong siapkan air mandi ku"ucap Ronald berteriak seakan penuh cinta
mama yang mendengar teriakan Ronald memanggil nama Lisa pun langsung menuju kamar Ronald
"mama"ucap Ronald kaget
"ada apa kamu cari Lisa kan?Lisa nggak ada lagi perg"ucap mama menutup pintu
"pergi?pergi kemana kok nggak pamit"ucap Ronald sok perhatian
"kamu khawatir"ucap mama duduk di dekat Sofa
"khawatir lah ma Lisa kan istri aku ya wajar dong Ronald khawatir"ucap Ronald sedih
"bener kawat atau cuman acting"ucap mama menaikan alisnya
"acting apa maksudnya"ucap Ronald pura pura tak faham
"ronald Ronald sejak kapan kamu jadi pembohong seperti ini sama mama"ucap mama berdiri
"apa maksudnya"ucap Ronald mengangkat bahunya
__ADS_1
"kamu lihat itu foto istri pertama mu bukan Maya Kakak dari lisa.kamu menikahinya karena terpaksa iya kan?Ayo jawab"ucap mama menunjuk foto besar Maya dan ronald
"ma sudah la Maya sudah tidak ada sekarang Lisa adalah istri ku aku harus menyayanginya"ucap Ronald
"menyayangi seperti apa?disiksa, dipukul, ditendang diduakan.kamu itu laki laki berhenti menyakiti perempuan jika kamu tidak menyukainya kamu seharusnya tidak menikahinya walaupun itu terpaksa.saat kamu mengucapkan kalimat sakral itu seharusnya kamu bisa menerimanya dan mencoba mencintainya bukan menghardiknya seperti binatang Ronald"ucap mama kesal lantang
"sudah lah ma Jagan ikut campur"ucap Ronald menggenggam tangan
"kamu lihat mama Ronald lihat.kamu lihat jika mama di posisi Lisa mendapatkan perilaku yang tidak baik apa kamu mau itu terjadi?kasian dia sebatang kara dia istrimu cintai dia"ucap mama menatap tajam roanld
"tapi aku tidak mencintainya dia pantas mendapatkan itu semua karena dia telah membunuh kekasih ku orang yang aku cinta dia juga harus menderita"ucap Ronald kesal
"dia sudah menderita dewa Maya meninggal adalah takdir kalau kamu tidak mencintainya ceraikan dia biarkan dia bahagia"ucap mama marah dan kesal
"untuk apa mama bicara dengan seseorang yang telah dibutakan oleh dendam yang tak jelas adanya"ucap mama keluar dan membanting pintu
"perempuan itu ahhhhhhhhhh"ucap Ronald memukul cermin hingga remuk berjatuhan
mama pergi pulang kerumahnya sedangkan Ronald sedang murka emosinya kini Lisa sudah pulang dari supermarket
"assalamualaikum"ucap Lisa tidak ada orang Lisa pergi menuju dapur dan melihat Rati
"Rati mama mana?"ucap Lisa meletakkan belanjaan
"nyonya besar sudah balik kerumahnya nyonya"ucap rati
__ADS_1
"bukanya besok seharusnya pulang kok mendadak"ucap Lisa heran
"tadi nyonya besar pergi kekamar tuan Ronald dan saya dengar ada keributan dan nyonya besar langsung pulang begitu saja nyonya"ucap Rati menjelaskan
"yasudah kalau begitu tolong rapihkan ya"ucap Lisa tersenyum pada Rati dan pergi menuju kamar ronald.lisa begitu kaget melihat kamar itu benar benar berantakan dan penuh darah
"tuan tuan"ucap Lisa khawatir
"ohhh ternyata kamu sudah pulang"ucap Ronald keluar dari kamar mandi
"apa yang terjadi tuan biar saya obatkan"ucap Lisa khawatir melihat tangan Ronald penuh darah
BRUK
"Jagan sok perduli kalau ini memang yang kamu mau iya kan"ucap Ronald mendorong Laras hingga tersungkur
"maaf tuan tapi saya tidak mengerti"ucap Lisa mencoba terbangung belum juga terbangun Lisa sudah ditendang
"awwwww"rintihan Lisa mengenai meja
"kamu memberitahu semuanya kepada mama agar kamu bisa bebas iya"ucap Ronald berteriak
tubuh Ronald belum begitu sehat belum lagi tangannya sudah banyak mengeluarkan darah membuat dia pingsan
"tuan maafkan saya tapi sungguh saya tidak melakukan apapun"ucap Lisa histeris
__ADS_1
"tolong siapa pun tolong bantu aku"ucap Lisa histeris melihat suaminya pingsan