
Lisa sekarang sudah memejamkan matanya Ronald yang melihat itu panik dan tidak tahu berbuat apa untunglah ambulans segera datang.
"kalian ini lama sekali sih datangnya"ucap Ronald begitu kesal
"maafkan kami pak karena tempat ini sangat jauh dari rumah sakit kami"ucap salah satu perawat
"maafkan kakak saya ya segera tindak lanjuti kakak ipar saya"ucap Marcell
"baik pak"ucap salah satu perawat dengan segera memberikan pertolongan pertama lalu membawa Lisa masuk ke dalam ambulans
"kak sudahlah tenang dulu percayakan bahwa Lisa akan baik-baik saja"ucap Marcel berusaha menenangkan kakaknya
"bagaimana aku bisa tenang aku memang suami yang tidak berguna aku selalu membuat dia celaka bukanya membuat dia bahagia"ucap Ronald menyalahkan dirinya
"kak tidak ada gunanya jika kamu terus menyalahkan dirimu sendiri lebih baik kita segera menuju rumah sakit"ucap Marcel menenangkan kakaknya
"sekretaris deo saya minta tolong agar kamu urusi masalah Dicky dan aku akan bawa kak ronald ke rumah sakit"ucap Marcell
"baik tuan muda saya akan urus masalah ini sampai selesai"ucap sekretaris Deo mengganggu
Marcel dan sekretaris Deo nampak membagi tugas lantaran Ronald sedang larut dalam pikirannya.marcel segera membawa kakaknya menuju rumah sakit dimana Lisa dirawat
"suster mana istri saya"ucap Ronald panik
__ADS_1
"maaf pak kalau boleh tau istrinya siapa biar kami lebih mudah melacak namanya"ucap perawat di resepsionis
"bagaimana bisa kamu tidak tau istri saya"ucap Ronald begitu emosi ia benar benar tidak stabil
"maaf sus namanya Lisa dia korban terkena luka tembak yang baru saja dilarikan ke rumah sakit ini"ucap Marcel lagi lagi harus meluruskan
"ohh pasien berada di unit gawat darurat dan akan di adakan operasi pembedahan "ucap suster menjelaskan
"lisaaa"ucap Ronald begitu tak stabil dan berlari mencari ruangan itu
"terimakasih sus"ucap Marcel
Marcel segera menyusul Ronald yang sudah berlari kencang.
"saya suaminya sus"ucap roanld
"iya saya mengerti pak tapi mohon tunggu sebentar pasien sedang diperiksa"ucap suster kembali menjelaskan lalu masuk
"kak tenang lah Lisa sedang di periksa kita tunggu di sini dulu"ucap Marcel
"Lisa bertahanlah maafkan aku jika ada sesuatu terjadi pada mu aku benar benar tidak bisa memaafkan diriku sendiri"ucap Ronald
tak lama itu dokter keluar nampak terlihat Lisa terbaring dan segera di pindahkan ke ruang operasi sebagai tindakan
__ADS_1
"Lisa"ucap Ronald
"maaf pak apa anda keluarga pasien"ucap dokter
"saya suaminya"ucap Ronald
"syukurlah,saya akan melakukan tindakan operasi karena peluru sudah masuk dan merusak jaringan sistem pada lengan jika tidak ditindak dengan cepat saluran darah dalam tubuh akan semakin melemah dan berakibat fatal pada pasien"ucap dokter menjelaskan
"maka lakukan sesuatu apapun itu agar istri saya bisa baik baik saja saya janji akan memberikan apapun"ucap Ronald begitu panik
"baiklah kalau begitu bapak bisa langsung lunasi biaya administrasi "ucap dokter lalu segera membawa Lisa menuju ruang operasi
"Lissa aku memang suami yang tidak bergu"ucap roanld sembari memukul kepalanya
"kak berhentilah ini akan menyakiti dirimu sendiri"ucap Marcel
"aku tidak perduli bahkan rasa sakit ini belum sepadan dengan yang Lisa rasakan"ucap Ronald kembali memukul kepalanya dan seseorang mulai menangis dan memeluknya
"nak tenanglah lisa akan baik baik saja berhentilah seperti ini"ucap mama sembari menangis
"ma aku bahkan suami yang tidak pantas untuk Lisa dia bahkan selalu terluka jika bersama ku aku pembawa sial untuk dirinya"ucap Ronald memukuli dirinya
"Ronald...."ucap mama sembari berteriak
__ADS_1
"lihat mama berhentilah menyakiti dirimu seperti ini bagaimana pun semua sudah terjadi tidak ada lagi yang perlu disesali.lihat lah Lisa dia sedang operasi maka tugas ku adalah menguatkan hati dan berdoa untuk kesembuhannya"ucap mama sembari terisak lalu memeluk anaknya yang mulau lemas tersungkur