
Lisa sangat gugup detak jantungnya berdenyut kencang .wajah tampan suaminya sangat dekat dihadapannya membuat wajah Lisa meronah
"ahhhh menyingkirlah"ucap Ronald mendorong Lisa yang berada tepat diatasnya
BRAK
"awww"ucap Lisa kepalanya terbentur meja
"sakit kah"ucap Ronald seperti cemas
"ahh iya sedikit"ucap Lisa kembali gugup
melihat wajah Lisa yang merona merah membuat Ronald salah tingkah
"haaa bagaimana bisa sudah siang begini,dasar wanita tidak becus membangunkan seseorang yang tertidur juga tidak bisa"ucap Ronald beranjak cetus
"maafkan saya tuan saya tadi sudah membangunkan Anda namun Anda masih tertidur"ucap Lisa menunduk
"jadi menurut mu semua ini kesalahan saya"ucap Ronald cetus
"tidak tuan tidak ini salah saya"ucap Lisa menggelengkan kepalanya
"dasar gadis tak berguna"ucap Ronald masuk kedalam kamar mandi sambil membanting pintu
Lisa hanya bisa bersabar dan bertahan dengan perilaku suaminya yang sulit diartikan.lisa kembali bersiap siap menuju sekolah
"ya ampun memar"ucap Lisa melihat jidatnya
"sudah lah bukan masalah besar bisa aku tutupi dengan plaster"ucap Lisa meraih plaster dan meletakkannya di jidat yang terluka
Lisa bersiap siap menuju sekolah .sedangkan Ronald baru saja keluar dari ruang ganti
"jalang kemarilah,bantu aku kenakan sepatu"ucap Ronald sembari duduk
"baik tuan"ucap Lisa mengambil sepatu.lisa berusaha memasangkan sepatu dengan hati hati untuk menghindari kesalahan
"aww,kamu bisa kerjakan dengan pelan pelan tidak.kalau kamu kasar seperti ini kaki ku bisa putus"ucap Ronald sedikit menendang paha Lisa
__ADS_1
"iya tuan maafkan saya"ucap Lisa
setelah memasangkan sepatu suaminya Lisa hendak turun kebawah menuju meja makan
"kamu ingat lakukan sandiwara dengan baik kalau kamu masih macam macam aku akan mengacaukan hidupmu dalam satu genggaman"ucap Ronald mengancam
Lisa hanya mengangguk mengerti semua maksud yang diinginkan suaminya
"selamat pagi ma"ucap Ronald mengecup kening mamanya
"pagi,Ronald Jagan biasakan bangun siang kasian Lisa sudah bangun sejak pagi menyiapkan semua ini"ucap mama
"kamu yang menyiapkan semua ini? makasih ya sayang"ucap Ronald mengecup tangan Lisa
Lisa hanya bisa tersenyum kaku mendapatkan perlakuan dari suaminya
"Ronald Jagan lupa Jagan pulang telat apalagi sampai lembur ingat sekarang kamu sudah punya istri yang harus dijaga"ucap mama
"siap ma Ronald bakal betah pulang kalau ada Lisa disini"ucap Ronald mencubit hidung Lisa
"Lisa kening mu kenapa bukannya tadi pagi kamu tidak menggunakan plaster"ucap mama khawatir
mata Lisa langsung tertuju pada ronald.ronald kemudian mencubit paha milik Laras
"iya ma tadi Laras kesandung pas cari seragam"ucap Lisa mengelak
"padahal sudah aku bilang hati hati Lisa terlalu berburu buru ingin masuk ke sekolah mungkin Lisa sudah tak sabar bertemu teman-temannya"ucap Ronald mengelus kening Lisa
"lain kali kamu harus berhati-hati,mama tidak mau kamu kenapa kenapa"ucap mama
"oh iya Ronald kamu antarkan Lisa kesekolahkan"ucap mama
"hmmm tidak ma mas Ronald sangat sibuk dan terburu-buru"ucap Lisa melirik Ronald
"Ronald ,kamu antarkan istrimu sampai ke sekolahnya ya searah juga kan"ucap mama pada Ronald
"iya tentu saja akan aku antarkan"ucap Ronald tersenyum pada Lisa
__ADS_1
"yaudah ronald sama Lisa pergi dulu ya"ucap Ronald
"aaallamualaikum"ucap Lisa bersalaman
Lisa dengan perasaan takut dan cemas harus satu mobil dengan Lisa
"ayo cepat masuk"ucap Ronald cetus
"baik tuan"ucap Lisa
selama diperjalanan Lisa dan ronald sama sekali tidak berbicara apapun hanya ada kesunyian yang terlihat.dengan memberanikan diri Lisa memecahkan keheningan
"makasih ya kak Ronald sudah mau repot-repot mengantarkan Lisa kesekolah"ucap Lisa sedikit Canggung
"untunglah kamu masih sadar kalau kamu memang sungguh merepotkan"ucap Ronald dengan kasar
"terimakasih kak"ucap Lisa
tiba tiba mobil terhenti dekat taman yang lumayan jauh dari sekoalh lisa
"ada apa kak,apa terjadi sesuatu atau ketinggalan"ucap Lisa heran
"turun"ucap Ronald cetus
"kamu dengar tidak aku bilang apa turun"ucap Ronald dengan tatapan tajam
"TURUN"ucap Ronald berteriak
teriakan Ronald membuat Lisa takut dan turun dari mobil
"kamu bukanya mau mandiri bukan.sejarang kamu berjalan sendiri menuju sekolah.oh iya satu lagi ini anggap saja yang untuk gaji memakaikan sepatu ku"ucap Ronald menyodorkan sejumlah uang
"ayo ambil,Jagan Huang waktu ku"ucap Ronald
"tidak usah kak tapi aku masih ada uang jajan"ucap Lisa dengan suara gemetar
"baiklah jadi aku tidak perlu repot-repot mengeluarkan uang ku.dah selamat sekolah"ucap Ronald menutup kaca mobil dan melajukan mobil sportnya
__ADS_1