
setelah makan siomay mereka langsung kembali ke rumah tak lupa ia membeli beberapa titipan dari orang tua.
"sekretaris deo tolong bantu Ratih buat taruh ini di dapur"ucap Lisa dengan sopan
"baik nyonya" ucap Deo mengangguk
kedua asistennya itu masuk kedalam rumah dan meletakan semuanya kedapur. sedangkan bisa dan Ronald pergi mencari orang tuanya untuk memberi titipan mereka
"wah kalian udah pulang"ucap sembari menutup majalahnya yang ia baca
"iya mah alhamdulillah semuanya sudah lengkap oh iya pak ini,oh iya pa ini tutipanya"ucap Lisa memberi cireng titipan mertua
"Alhamdulillah papa kirain udah nggak ada lagi yang jualan ternyata masih ada makasih ya"ucap papa nampak senang
"kalau gitu renang ke atas ya udah mau mandi" ucap Ronald
"bukan yang sebelum ke pasar kamu udah mandi Ronald kenapa mandi lagi"ucap Mama menggoda anaknya
"karena pasar enggak pakai AC ma"ucap Ronald
__ADS_1
"hahaha ya ampun itu anak ada-ada aja mana ada pasar punya AC "ucap mama tertawa
"ma, pa kalau gitu Lisa juga ke kamar ya mau beresin pakaian soalnya tadi belum sempat selesai"ucap lisa menunduk lalu pergi. Lisa lalu masuk ke dalam kamar mereka namun ia melihat Ronald
sedang berada di depan kipas walaupun ruangan itu sudah memakai AC
"loh kak katanya mau mandi kok malah ngadem sih"ucap Lisa heran
"aku masih gerah kalau kamu mandi mandi aja dulu"ucap Ronald
"ya udah kalau gitu aku mandi dulu ya jangan lama-lama kak depan kipasnya nanti masuk angin"ucap Lisa
"kak mandi gih bentar lagi udah mau magrib"ucap Lisa sembari menghampiri Ronald ya masih tak berkutik di depan kipas
"aku benar-benar gerah sekarang"ucap Ronald menatap Lisa
"kalau kak Ronald geura coba mandi dulu gih biar nanti nggak gerah lagi setelah itu kita salat"ucap Lisa sambil merapikan pakaian dari koper
"ya udah aku mandi dulu jangan lupa siapin bajunya"ucap Ronald mendekati Lisa dan mengecup kening Lisa lalu masuk kedalam kamar mandi.sekarang Lisa hanya bisa tersenyum namun jatuhnya sudah biasa saja mungkin karena sudah terbiasa. selama hampir beberapa menit akhirnya Ronald selesai untuk mandi. sedangkan bisa masih merapikan pakaian yang ia taruh ke dalam lemari. Ronald kemudian mencari Lisa dan ia menemukannya di rumah pakaian dan saat itu segera memeluk Lisa dari belakang Lisa begitu kaget.
__ADS_1
"ya ampun kak ngagetin aja"ucap Lisa terbelalak
"ya maaf habisnya kamu aku suruh untuk taruh pakaian untuk aku pakai malah kamu sibuk di sini bukan salah aku dong"ucap Ronald membalikkan tubuh lisa sehingga Lisa menghadap ke arahnya dan Ronald tersenyum
"ya ampun kak maaf ya aku kan biasanya kak Ronald mandinya lama. ya udah aku siapin ya"ucap Lisa
"sudah jangan buru-buru"ucap Ronald malah memeluk Lisa
"kak lepasin dong kakak itu harus lewat pakai baju nanti bisa masuk angin"ucap Lisa
"ini sekarang aku lagi ngangetin tubu biar nggak masuk angin"ucap Ronald malah memeluk Lisa dengan
"ada-ada aja bukannya tadi kegerahan kenapa sekarang kepanasan"ucap Lisa tersenyum karena sikap suaminya
"karena kalau aku lihat wajah istriku ini tubuhku Santa kepanasan ingin didinginkan" ucap Ronald berbisik dikuping Lisa sontak Lisa merinding. sekarang tanggal Ronald sudah mulai meraba-raba tubuh lisa ,Lisa begitu terperanjat bahkan ia tidak bisa melakukan apa-apa.
Allahu Akbar Allahu Akbar
"kak udah punya adzan cepat pakai bajunya aku wudhu dulu"ucap Lisa akhirnya bisa kabur dari dekapan Ronald itu
__ADS_1
" iya deh iya nanti malam lanjut lagi ya" ucap Ronald memasang wajah memelas namun langsung berubah menjadi wajah naifnya.mendengar dan melihat Ronald Lisa langsung berjalan buru buru menuju kamar mandi.sontak saja Ronald tersenyum melihat gelagat gugup istrinya