
setelah itu Lisa sedikit kaku dan ragu berbaring di samping Ronald
"mulai sekarang jangan malu malu lagi hal seperti ini bahkan bagaimana pun wajar kita sudah suami istri"ucap Ronald berbalik dan memeluk istrinya
"hmmmm iya kak"ucap Lisa ragu
"aku tau ini aneh untuk kita berdua secara dulu pasti kamu menganggap ku kakak dan sebaliknya aku menganggap mu adik.namun jalan cerita yang tertulis berbeda sekarang kita ditakdirkan sebagai suami istri.rasa aneh yang kita rasakan harus kita jalani agar terbiasa"ucap Ronald memeluk Lisa dan menyelinap menyelipkan kepalanya keleher lida karena Lisa sedang berada telentang.mendengar ucapan Ronald membuat lisa sedikit lega karena suaminya sudah bisa menerimanya begitu pun sebaliknya
"kak nanti kalau aku salah dalam bertindak sebagai istri aku meminta kakak untuk menegur ku"ucap Lisa canggung
"ahhhh akhirnya mulut ini bicara juga,Iya sayang sebaliknya juga okeyy"ucap Ronald menyentuh bibir Lisa dengan tangannya
"ahhhhh besok kita harus bangun pagi bukan "ucap Ronald telentang
"selamat tidur kak"ucap Lisa kemudian memunggungi Ronald
"sayang aku tidak mau Melihat punggung mu yang mau aku lihat wajah dan deru nafas mu"ucap Ronald memeluk Lisa dan itu membuat bulu kuduk merinding.kemudian Ronald membalikan tubuh Lisa kehadapanya
"nahhh seperti ini"ucap Ronald menaruh tangan Lisa didada bidangnya
__ADS_1
"kamu bisa rasakan bukan kalau sekarang jantung ku berdetuk kencang sama seperti jantung mu sekarang"ucap Ronald melihat Lisa
"selamat malam"ucap roanld mengecup kening Lisa dan mematikan lampu menggunakan ramot
"terimakasih ya Allah atas segalanya atas hadiah yang engkau berikan atas rencana yang engkau siapkan"ucap Lisa merasa bersyukur
awalnya Lisa merasa aneh untuk tidur memeluk Ronald namun rasa itu berubah menjadi nyaman tak terasa Lisa sudah tertidur di dada bidang suaminya
matahari kini sudah mulai sedikit muncul di mata mereka namun bisa terlihat jelas bahwa matahari itu sudah sangat terik
"ya ampun sudah siang"ucap Lisa melihat jam dinding menunjukkan pukul delapan pagi
ternyata sepasang tangan besar memeluknya semalaman
"ya ampun kak bangun ini udah siang bukanya kita mau ke villa"ucap Lisa menggoyangkan tubuh Ronald
"Iya terus"ucap Ronald membuka matanya
"mama dan papa pasti sudah menunggu kita kak bagaimana jika terlambat"ucap Lisa panik namun Ronald belum melepaskan pelukannya
__ADS_1
mendengar ucapan Lisa membuat Ronald tak bisa menahan tawanya
"hahahaha kamu lucu sekali lisaaaa"ucap Ronald tertawa sembari duduk
"lohhhh kenapa kak ada yang salah"ucap Lisa heran dan duduk
"nggak kok nggak ada yang salah gihhh katanya terlambat kamu mandi duluan"ucap Ronald menggelengkan kepalanya
"aku mandi dulu ya kak atau aku mandi di kamar tamu dan kakak mandi disini biar cepat"ucap Lisa memberi solusi
"ahhhh kamu mau cepat bukan"ucap Ronald menaikan alisnya dan menatap Lisa kemudian Lisa hanya mengangguk
"kalau kamu mau yang lebih cepat ayo mandi bersama "ucap Ronald tersenyum licik
"ahhhgh tidak kak terlambat sedikit mungkin tidak jadi masalah aku mandi duluan ya"ucap Lisa merinding dan segera masuk kedalam kamar mandi buru buru dengan wajah yang memerah
"ahhhggv lucunya"ucap Ronald tersenyum puas setelah melihat wajah Lisa yang memerah
"ya ampun "ucap Lisa tersungkur dibalik pintu kamar mandi ia benar benar lemas mendapatkan perlakuan Ronald
__ADS_1
"sepertinya aku harus merendam tubuhku"ucap Lisa menghela nafas