
sekertaris Deo nampak sudah memesan satu kamar untuk majikannya dekat dengan ruang meeting.ronald juga nampak mengantarkannya menuju kamar
"Lisa aku akan pergi meeting tepat diruangan sebelah saya mohon kamu tetaplah disini Jagan kemana mana jika kamu butuh sesuatu kamu bisa katakan pada pelayan atau memencet bel"ucap Ronald nampak perhatian
"iya tuan baik"ucap Lisa hanya mengangguk
"saya akan cepat kembali"ucap Ronald pergi meninggalkan Lisa
"ya ampun kenapa kak Ronald jadi kayak gini sebenarnya aku senang dengan sikapnya sekarang tapi aku tidak usah baper bagaimana jika ini hanya setingan seperti biasanya "ucap Lisa menghela nafas
nampak Lisa hanya bisa melihat kearah luar jendela dan melihat lingkungan sekitar tiba tiba terdengar ketukan pintu
tok tok tok
Lisa segera membuka pintu tersebut terlihat ada laki laki gagah yang berdiri dihadapan kamarnya
"hallo apa kamu Lisa"ucap laki laki itu mengulurkan tangannya
"bener saya Lisa maaf tuan anda siapa"ucap Lisa heran
__ADS_1
"saya Diki dakostra panggil saja saya Diki seperti suami mu memanggil saya"ucap laki laki beranama Diki
"saya ini sahabat dekat bahkan sangat dekat dengan Ronald jadi kamu tidak usah takut"ucap Diki kembali menjelaskan
"tidak saya tidak bermaksud seperti itu maafkan saya"ucap Lisa tak enak hati
"apa saya boleh masuk"ucap Diki melihat kedalam
"maaf tuan tapi kak Ronald sedang mengadakan meeting disebelah jadi kamar ini hanya ada saya saja .maaf saya tidak bisa membawa anda masuk kedalam saya takut ada fitnah maafkan saya"ucap Lisa menjelaskan
"tidak usah minta maaf sudah sebaiknya seperti itu apa lagi kamu sudah menikah bukan.kalau begitu bisakah kita bicara Di bar selagi menunggu roanld selesai meeting"ucap Diki menaikan alisnya
"tentu saja mari"ucap Lisa
"ayo silahkan dinikmati"ucap Diki menyodorkan hidangannya
"terimakasih tuan"ucap Lisa tersenyum
"tidak perlu panggil tuan saya bahkan bukan atasan kamu kamu juga bukan pelayan saya kamu bisa panggil saya Diki"ucap Diki tersenyum Lisa hanya mengangguk
__ADS_1
"ohhh iya maaf sebelumnya bukankah seharusnya Ronald harus menikah dengan maya kekasihnya tapi saya agak bingung ketika melihat kamu yang menjadi istrinya"ucap Diki mengangkat alisnya
"Maya itu kakak saya dan kak Ronald sudah menikah dengan kakak saya setelah itu kakak meninggal dunia dan menyuruh saya menikah dengan pasangannya"ucap Lisa menjelaskannya
"ohhhh jadi bisa dibilang kalian ini turun ranjang?"ucap Diki dengan sinis namun Lisa hanya diam
"itu tak masalah yang penting mendiang kakak mu audah bahagia disana dan hidup mu juga terjamin bukan"ucap Diki
"ohhh kenapa jadi tegang seperti ini ayo dicicipi"ucap Diki memecahkan suasana
Lisa nampak memakan lahap semua hidangan itu dan matanya tiba tiba menggelap dan kehilangan kesadaran. ternyata Diki adalah orang yang ingin menjebaknya.sekarang Ronald sudah selesai meeting dan pergi menuju kamar Lisa namun dia heran Lisa tidak ada dalam ruangan
"Lisa "teriak Ronald sambil mencari kesana kemari
"tuan nyonya tidak ada dimana mana saya dan penjaga sudah mencari"ucap sekertaris Deo
tak lama ada satu pesan masuk kedalam. handphone Ronald dari nomor yang tak dikenal
"kamu tidak perlu khawatir teman istri mu sedang ada bersama ku"by Diki dakostra
__ADS_1
saat membaca pesan tersebut membuat Ronald benar benar marah
"Diki"ucap roanld menggenggam handphonenya