Aku Istri Pengganti

Aku Istri Pengganti
episode 91


__ADS_3

Sarah segera berjalan mengendap-endap endap menuju kamarnya dan Alhamdulillah dia berhasil


"kakak cantik ini handphonenya kamu gunakan saja Jagan lupa deringnya di Matiin biar handphone ini bisa kamu pakai"ucap Sarah menyerahkan handphone itu


"makasih ya Sarah aku benar benar berhutang Budi padamu"ucap Lisa tersenyum sambil menggenggam handphone itu lalu memasukan kedalam kantongnya


"iya kakak cantik ini nggak masalah kita kan bersahabat"ucap Sarah memeluk Sarah


tak disangka sangka Diki tiba tiba masuk dengan wajah kesal.


" ya Tuhan apa om Diki tau"ucap Sarah menyelakan matanya


"ya ampun ada Lisa disini"ucap Diki terkejut


"maaf tuan Diki tadi saya disini"ucap Lisa b


nampak gugup


"om Diki kakak cantik Jagan di interogasi dong samoe gugup gini abisnya muka km Diki serem banget"ucap Sarah memecahkan suasana dia tau bahwa Lisa begitu gugup.diki hanya mengangkat alisnya seolah bertanya ada apa


"tadi aku sakit perut terus aku kekamar kak cantik untuk temani aku disini.aku juga bertanya tana kenapa aku bisa sakit perut setelah dilihat dari sakit perut ku ternyata aku lapar.terus aku mau kak cantik buatkan nasih goreng tapi dia tidak bisa buatkan karena dia tidak tau caranya jadi aku suruh bibik buatkan"ucap Sarah menjelaskan omong kosongnya


"ihhhhhh anak kecil kamu ini kalau ngomng nggak pakai rem nggak pegel mulutnya"ucap Diki mencubit mulut ponakannya itu


"awwww sakit om"ucap Sarah mengepak tangan omnya


"maaf ya Lisa kalau Sarah merepotkan mu sampai membangunkan mu malam malam"ucap Diki melihat kearah Lisa

__ADS_1


"tidak apa apa tuan saya juga senang bisa membantu Sarah"ucap Lisa tersenyum


tok....tok....tok....


"maaf tuan, nyonya nasi gorengnya sudah siap"ucap pelayan sambil mengetuk


"tuh nasi gorengnya udah jadi gih sana makan"ucap Diki melihat ponakannya


"omm mau makan nggak"ucap Sarah melihat majikannya


"nggak ahh om perutnya masih kenyang nggak kayak kamu perut karet.om ke kamar dulu ya mau tidur ngantuk"ucap Diki


"uweeee biarin yang penting Bandan ku semok nggak tulang aja"ucap Sarah meledek


"ohhh iya Lisa saya permisi tidur dulu ya maaf sekali lagi ponakan saya menganggu tidur anda"ucap Diki tersenyum


Akhirnya Diki sudah pergi berlalu Sarah dan Lisa sedikit lega


"kak lisa kamu kekamar saja hubungi kerabat mu nanti aku tunggu di meja makan"ucap Sarah menoleh ke arah Lisa dan pergi meninggalkannya


Lisa lalu menekan nomor Alexs diponsel itu ia mencoba untuk menghubungi namun beberapa kali tidak ada jawaban Lisa tak putus asa di tetap menghubungi


"hallo ini siapa maaf saya sibuk"ucap Alexs mungkin dia sedang berkerja part time


"Alexs ini aku Lisa"ucap Lisa menangis


"Lisa, kamu kenapa apa ada yang menyakitimu apa suami mu menyakiti mu"ucap alexs khawatir nampak ia masih peduli dengan Lisa setelah apa yang terjadi

__ADS_1


"aku terjebak disini dan kak Ronald dalam bahaya bisakah besok kau menjemput ku"ucap Lisa


kemudian Lisa dan Alexs nampak berbicara begitu detail ia benar benar takut


"baiklah sekarang kamu tutup telponnya kamu istirahat lah kamu bersabar besok aku akan membawa mu dari tempat itu"ucap alexs menenangkan Lisa


"terimakasih Alexs"ucap Lisa sedikit tenang


"baik sama sama aku tutup dulu telponnya"ucap alexs menutup telponnya


Lisa sedikit lega karena ia sudah menemukan cara untuk pergi.kemudian Lisa memutuskan untuk pergi menemui Sarah dimeja makan


"kak sini duduk"ucap Sarah


"gimana semuanya berhasil"ucap Sarah sedikit berbisik namun Lisa hanya mengangguk.didepan sana bisa dilihat bahwa pelayan itu sedang sibuk mencari handphonenya


"kamu kenapa tidak pusing mondar mandir"ucap Sarah


"saya mencari sesuatu"ucap pelayan menunduk


"hmmmm tadi aku lihat om Diki membawa handphone apa itu handphone milik mu"ucap Sarah lagi lagi beromong kosong


"tuan Diki"ucap pelayan


"iya om Diki kamu nggak percaya atau mau aku tanyakan"ucap Sarah


"tidak usah nyonya"ucap pelayan takut

__ADS_1


__ADS_2