Aku Istri Pengganti

Aku Istri Pengganti
episode 72


__ADS_3

Lisa hanya bisa memandangi Ronald yang terbaring dari jauh karena lisa tidak boleh masuk ke dalam ruangan tersebut. tak lupa Lisa juga menghubungi keluarga Ronald


"Lisa di mana Ronald nak"ucap ibu menghampiri Lisa yang sedang menangis


Lisa nampak tak sanggup bicara hanya bisa melontarkan pandangannya menuju Ronald yang tak berdaya di ruangan bersama bayangan alat-alat


"ya Allah Ronald di sini ada Mama nak ayo bangun


bukannya kamu berjanji untuk mencari Marcell"ucap Mama menangis tersedu


"sudah lama ini hanya butuh waktu kita hanya bisa berdoa semoga Allah memulihkan keadaan Ronald kembali"ucap papa menenangkan istrinya


"Lisa Mama titip Ronald jaga selalu dia di sakitnya maupun di sembuhnya."ucap Mama menyadari bahwa Ronald banyak bersalah kepada Lisa


"tentu mah aku akan selalu ada di samping kak Ronald apapun keadaannya ini sudah jadi kewajibanku sebagai seorang istri"ucap lisa sambil menangis


flashback

__ADS_1


saat pagi itu Ronald tampak kesal apalagi harus melihat wajah Lisa. Ronald juga frustasi akibat masalah keluarganya terutama pada Marcel entah kenapa sikapnya berubah setelah menempuh pendidikan di luar. Ronald nampak tidak bisa mengendalikan amarahnya saat itu Ronald menghentikan keinginannya untuk bekerja dan mengunjungi rumah bar di daerah kenanga.


"hei tumben nih bro gue ke sini ada apa nih"ucap Erik teman SMA nya dulu yang sukses membuka bar dan klub


"udah deh jangan banyak ngomong keluarin aja yang lo punya"ucap Ronald sambil melepaskan diri darinya Dan duduk


Erik nampaknya menghidangkan beberapa minuman alkohol di hadapan Ronald


"wah kayaknya lu banyak masalah nih iya secara lo kan jarang-jarang main ke sini kalau nggak banyak beban mana mungkin mau ke sini"ucap Erik sambil duduk di hadapan Ronald


"kepala gue pusing hampir mau pecah"ucap Ronald sambil meneguk alkohol


"jih apanya yang puas puas marah iya"ucap Ronaldo ketika kesal


"jangan ngomong gitu awas loh bener-bener suka sama tuh anak hati-hati aja nanti bucin"ucap Erik mengangkat kedua alisnya


"kalau bukan karena gue janji sama Maya gue juga nggak mau buat nikah sama Lisa yang hidupnya notaben cuman nyusahin doang"ucap Ronald

__ADS_1


"ya terserah lu deh gue kan cuma wanti-wanti aja siapa tahu lu suka kan"ucap Erik lagi-lagi menggoda sahabatnya


"oh ya lho kan banyak temen nih tolong cariin si Marcel ya kabur dari rumah kasihan nyokap gue nangis nangis minta tolong buat cari itu anak"ucap Ronald sambil meneguk alkoholnya


"Marcel adik lo itu yang kuliah di luar negeri itu kan. ngapain lagi punya rumah gede malah pengen kabur"ucap Erik heran


"iya karena satu rumah marah sama dia ya wajar aja sih dia mau menyetubuhi Lisa kakaknya lagi gila kan"ucap Ronald


"yang benar singkat amat orang ya wajar aja sih kalo gue jadi Marcell juga nafsu gede banget secara lisa"ucap Erik mengangguk


"ya tapi dia juga harus sadar kan Lisa itu istri gue kakak iparnya sendiri"Ronald sedikit kesal


"lu cemburu maksudnya"ucap Erik tersenyum


"apaan gua harus cemburu nggak ada gunanya buat gue. misalkan dia mau suka sama Lisa setidaknya tunggu sampai beres cerai sama Lisa . setelah itu bebasnya dia mau ngapain kek gue nggak ada urusan lagi"ucapan Ronald terkekeh


"iya iya gue percaya sama lo nanti kalau udah cerai sama Lisa bisa kali kenalin sama gue"ucap Erik menggoda Ronald yang nampak makin cemburu

__ADS_1


"udah lu jangan banyak omong keluarin deh cewek cewek bokingan tempat lo"ucap Ronald


"siap-siap"ucap Erik mengangguk


__ADS_2