Aku Istri Pengganti

Aku Istri Pengganti
episode 150


__ADS_3

keesokan harinya Lisa dan Ronald nampak ingin segera pergi untuk menjemput Diky yang sudah terbebas


"selamat pagi tuan nyonya"ucap Diky


"pagi"ucap Lisa


"oh iya sekertaris deo saya mau minta tolong ambillah sembako tanyakan saya pada Ratih yang mana lalu letakkan dibagasi mobil ya"ucap Lisa


"oh baik nyonya"ucap sekertaris Deo segera bergegas


"mas kok diem aja sih apa mas ronald marah, kalau mas tidak mau menjemput Diky kita suruh supir saja kalau begitu"ucap Lisa menatap suaminya


"hemmn mas"ucap Ronald tersenyum kearah Lisa


"iya kan kemaren nggak mau di panggil kak katanya deal mas aja gimana sih"ucap Lisa bingung


"iya aku tau kok cuman lucu aja mas ronald tapi jagan mas bakso loh nanti"ucap Ronald m mencubit hidung Lisa


"apa sih"ucap Lisa tersenyum


"oh iya Deo letakan di mobil lain "ucap Ronald


"ohhh baik tuan"ucap Deo


"mas mau pakai mobil yang mana, tumben mau pakai yang itu"ucap Lisa


"nggak nanti Diky sama Deo aja kita gunakan mobil terpisah"ucap Ronald


"ohhh iya udah nggak apa apa senyaman mas aja"ucap Lisa


"Deo kamu gunakan mobil itu "ucap Ronald sedikit berteriak


"baik tuan"ucap deo


"ayo sayang"ucap Ronald menggenggam tangan Lisa menuju mobil.sekarang mereka sudah berada didalam mobil namun Lisa lagi lagi teringat dengan ucapan Vina

__ADS_1


"sayang setelah ini kamu mau kemana lagi karena schedule meeting hari ini di undur oleh klien"ucap Ronald


"sayang"ucap ronald sembari melihat kearah Lisa sesekali


"sayang"ucap ronald sembari menggenggam tangan Lisa


"ahhh iya mas ada apa"ucap Lisa


"are you okay"ucap Ronald


"iya aku nggak kenapa kenapa kok mas cuman melamun aja tadi mas ngomong apa"ucap Lisa


"nggak apa apa kok lupakan aja"ucap Ronald


"mas maaf ya aku nggak bermaksud apa apa aku tadi cuman melamun biasa aja "ucap Lisa melihat Ronald.


"iya nggak apa apa kok "ucap ronald


tak lama dari percakapan akhirnya mereka sampai di kantor polisi dan disana nampak pak Doni juga sudah menunggu


"selamat pagi tuan,nyonya"ucap Doni


"selamat pagi maaf membuat anda menunggu"ucap Ronald


"tidak tuan ini sebuah penghormatan bisa menunggu anda"ucap pak Doni


"pak, bagaimana progresnya"ucap Lisa


"semuanya berjalan seperti keinginan nyonya Lisa,dan sekarang Diky sudah bisa bebas ya hanya perlu beberapa penanda tangan dari pihak korban, penggugat dan pelaku setelah itu Diky bisa resmi keluar dan bebas"ucap doni


"yasudah pak Doni kalau begitu kita lakukan sekarang saja"ucap Lisa


"baiklah nyonya kalau begitu mari"ucap pak Doni


disana terlihat mereka sedang mengurus beberapa penanda tanagan hingga akhirnya Diky benar benar bebas

__ADS_1


"kak Diki"ucap Lisa


"lisaaa"ucap Diki lirih dan sedikit hilang keseimbangan


"sudah biarkan sekertaris Deo saja"ucap Ronald menarik Lisa yang hendak membantu


"kamu bawa dia ke rumah sakit"ucap Ronald


"baik tuan,mari saya bantu"ucap sekertaris deo


"tidak usah saya ingin segera pulang saja"ucap Diki


"tapi kak , dirimu saja seperti ini benar kata mas Ronald sebaiknya kerunah sakit saja dulu"ucap Lisa


"sudah lah sayang jika dia tidak mau,antarkan dia"ucap Ronald


"baik tuan"ucap sekertaris Deo memapah tubuh diki yang lemah


"mas kita antar kak Diki ya"ucap Lisa


"iya"ucap Ronald


kemudian mereka ikut mengantarkan Diki menuju rumahnya namun sesampai di sana rumahnya sudah dihuni oleh orang lain


"kalau boleh tau angel anak kecil yang ibu maksud tadi tinggal dimana ya"ucap Lisa


"ohh saya dengar dia tinggal bersama pembantu nya mbak kalau tidak salah namanya Yunmi"ucap pemilik rumah


"angel kamu di mana"ucap Diki rintih tubuhnya yang lemah pun terjatuh bahkan ia pingsan


"ya ampun kak diki, sekertaris Deo tolong bantu"ucap Lisa kaget


"merepotkan sudah dibilang kerumah sakit saja tapi masih saja gengsi"ucap Ronald menggerutu


"mas ayo kita kerumah sakit kasian"ucap Lisa dan Ronald hanya segera masuk kedalam mobil tanpa merespon

__ADS_1


"ibu makasih ya atas informasinya saya permisi dulu"ucap Lisa berpamitan dengan sopan


mereka segera membawa Diki menuju salah satu rumah sakit yang dekat dari daerah itu.mereka sejenak melupakan tentang angel dan memilih untuk menyelamatkan Diki terlebih dahulu


__ADS_2