
setelah meeting Ronald tampak melihat handphone dan mengecek pesan masuk
"mama dan Marcel disana,ahhh sial bagaimana jika Marcel melakukan hal hal aneh bersama Lisa"ucap Ronald
"sekertaris Deo kamu handle pekerjaan kantor saya harus pulang sekarang"ucap Ronald bergegas keluar
"baik tuan"uap sekertaris Deo bingung
"ada apa ya kok khawatir gitu"ucap sekertaris deo bingung
Ronald tampak khawatir dan melanjukan kecepatan mobilnya dengan tinggi
"Ronald kok kamu udah pulang nak"ucap mama
"iya ma dikantor nggak banyak kerjaan jadi Ronald pulang lebih awal"ucap Ronald menyalami mamanya dan sekilas melihat kearah Marcel dengan tajam
"mama kok bisa disini sih "ucap Ronald
"iya tadi setelah mama tau kalau Lisa lagi sakit jadi mama buru buru kesini kan mama tau kalau kamu sibuk pasti nggak ngurusin istri kamu"ucap mama
"makasih ya ma udah mau khwatirin Lisa kalau gitu Ronald ganti baju dulu gerah"ucap ronald mencium pipi mamanya dan berjalan menuju kamar
disana tampak lisa membaringkan tubuhnya di sofa dengan beralaskan selimut sehingga tubuhnya tidak langsung menyentuh sofa
__ADS_1
"kenapa dia malah tidur disini bukan kah tadi sudah meminta izin .apa dia takut karena kemarin aku tidak memperbolehkannya menyentuh apa pun"ucap Ronald dalam hati
"kasian tubuhnya meringkuk"ucap Ronald menggendong lisa dan membaringkannya di atas kasur
"tidurlah disini tubuhmu akan nyaman disini"ucap Ronald sedikit tersenyum kearah Lisa
"ishhhhh ada apa dengan mu Ronald kenapa kamu seperti ini.sudah lah aku mungkin lelah sebaiknya aku pergi mandi sekarang"ucap Ronald mengacak acak rambutnya dan pergi menuju kamar mandi
Lisa tampak nyenyak tidur dikasur yang begitu empuk.sedangkan Ronald sudah selesai mandi dan bergegas mencari baju namun sebelum ia mencari memakai baju Ronald mengeringkan rambutnya
"dimana aku meletakkan alat itu"ucap Ronald hanya menggunakan celana pendek tanpa baju mencari headryer
Lisa yang mendengar suara gemuruh lantas terbangun dan membelakan matanya karena harus melihat tubuh bagian atas Ronald begitu dekat karena Ronald sedang mencari headryer dekat laci tepat tempat tidurnya
"ahhhhhh"teriak Lisa mencoba menjauhkan tubuh Ronald
"kenapa detak jantung ku kencang seperti ini"ucap Lisa diam mematung
"gadis ini kalau dilihat dari dekat cantik juga cantik natural"ucap Ronald
Ronald dan Lisa tampak saling menatap mereka sama sama merasa canggung.mama dan Marcel mendengar suara dan teriakan Lisa langsung berlari menuju kamar ronald.karena mama takut Lisa dipukuli Ronald lagi
"bruk"tampak Marcel mendobrak pintu karena dikunci
__ADS_1
"lisa kamu tidak apa apa nak"ucap mama masuk dan heran melihat Lisa dan Ronald sedang tertidur dilantai sambil bertindih
"mama"ucap lisa dan Ronald bersamaan dan menjauh satu sama lain
"maaf ya mama yang salah nggak ketuk pintu dulu.tadi mama dengar suara gemuruh ternyata kalian berdua sedang ya sudah lah kalian lanjutkan mama dan Marcel keluar dulu"ucap mama canggung
"ahhhhh sial"ucap Marcel dalam hati dan pergi
kini tampak Lisa hanya mematung tubuhnya lemas tak sanggup berdiri hanya bisa terduduk.
"kamu itu lain kali jangan suka teriak ,teriakan mu itu sangat lah jelek lebih jelek dari seekor lembu di sawah"ucap Ronald
"maaf tuan saya hanya refleks"ucap Lisa tampak menunduk
"karena apa karena melihat dadaku ini"ucap Ronald menaikan alisanya.lisa hanya tampak diam namun pipinya memerah
"dasar gadis bodoh apa kamu lupa kalau aku ini suami kamu bukan kah sepasang suami istri berhak melihat tubuh dari pasangannya.atau jangan jagan kamu sangat menginginkan hal itu"ucap Ronald nampak mendekat
"tidak tuan tidak"ucap Lisa berdiri namun tubuhnya masih lemas kakinya bergetar hingga ia kurang keseimbangan
"sudah kamu duduk lah"ucap Ronald menagkap Lisa yang hampir terjatuh
"hmnmm kamu duduklah bantu aku keringkan rambut"ucap Ronald melempar headryer
__ADS_1
"walupun kamu tidak bisa berdiri dengan benar setidaknya kamu bisa mengeringkan rambut ohh iya ini rambut mahal penuh perawatan Jagan sampai salah mengeringkan"ucap Ronald cetus dan taraoan tajam
lusa kemudian mengeringkan rambut suami kejamnya tampak jantung Lisa berdegup kencang karena harus berhadapan begitu dekat dengan Ronald .dilain sisi Ronald juga tampak menikmati keindahan wajah milik Lisa tak disangka jantungnya berdetak kencang