
setelah kepergian Diki Ronald benar benar merasa cemas kepada Lisa
brukkkkk pranggggg
itu suara beberapa benda dimeja yang Ronald luluh lantakkan
"tuan tenang lah"ucap sekertaris Deo mencoba menenangkan
"keluar"teriak Ronald begitu menggema
kemudian sekertaris Deo beberat hati untuk meninggalkan bosnya namun ia masih saja berdiri diluar pintu untuk memastikan tidak ada kejadian apapun yang terjadi pada bosnya
"maafkan aku Maya maafkan aku .aku tidak bisa menjaga adikmu dengan baik"ucap Ronald tersungkur sambil menggenggam foto Maya dengan bingkai yang pecah
"tapi aku berjanji akan menemukan Lisa kembali dan menjaganya dengan baik aku janji"ucap Ronald tiba tiba meneteskan air mata.ronald benar benar kalut fikiranya tidak karuan.dilain sisi Lisa nampak masih menunggu kedatangan Diki untuk meminta dipertemukan kembali Dengan ronald.lisa masih belum tau maksud dan tujuan Diki membawanya ke rumah.
Tin...tin...tin..
pintu gerbang dibuka kini Diki sudah tiba Lisa bisa melihat dari jendela kamarnya.
"selamat datang tuan,ya ampun tuan ada apa denganmu kenapa bisa seperti ini"ucap Maryam khawatir dengan majikannya yang sudah ia anggap sebagai anaknya.belum juga Diki menjawab sekarang ponakannya Sarah sudah datang untuk mengintrogasi
__ADS_1
"om kenapa wajahmu kamu abis bergulat kenapa muka mu berwarna galaksi"ucap Sarah dengan cerewetnya
"anak judes om mu ini tidak apa apa aku laki laki jadi ini tidak masalah"ucap Diki mencubit hidung ponakannya
"aku mandi dulu okey"ucap Diki
"om tunggu,apa kau bisa telpon suami kakak cantik itu dia khawatir"ucap Sarah menarik tangan Diki
"tentu saja katakan pada kakak cantik aku sudah menemuinya aku mandi dulu"ucap Diki tersenyum dan pergi meninggalkan Sarah dan Maryam
"nyonya Sarah mau kemana"ucap bik maryam heran
"aku tidak akan pergi jauh aku cuman ingin menemui kakak cantik"ucap Sarah sambil berlari
"kak cantik"ucap Sarah bersuara keras
"ya ampun....ada apa Sarah"ucap Lisa terkejut
"maafkan aku ,aku tidak bermaksud ingin membuat mu terkejud.aku sudah tanyakan masalah yang kita bicarakan tadi pagi kepada om Diki"ucap Sarah duduk disamping Lisa
"ohhh iya apa katanya"ucap Lisa gembira
__ADS_1
"dia bukan menghubungi suamimu bahkan dia menemuinya langsung.mungkin saja suami mu akan datang besok"ucap Sarah menjelaskan
"untunglah aku lega mendengarnya, terimakasih Sarah"ucap Lisa memeluk Sarah
"sama sama kita kan sahabat.ohhh iya ayo kita siap siap sebentar lagi makan malam"ucap Sarah melihat Lisa dan Lisa Hanya mengangguk.kini sore sudah menjadi petang waktu menunjukkan jam makan malam saran dan Lisa nampak sudah ada dimeja makan
"ishhhh om Diki lama banget sih"ucap Sarah tak sabar sambil memanyunkan bibirnya
"mungkin tuan Diki sedang membersihkan diri nyonya"ucap bik Maryam memberikan masukan
"apa mandi laki laki selama itu apa yang berubah jika mandi lama bukannya akan tetap sama saja membosankan"ucap Sarah merengek
"Sarah bersabarlah sebentar okey"ucap Lisa melihat kearah Sarah rupanya Diki sudah mendengar celotehan ponakannya itu
"Sarah dengar kata kakak Lisa sabar"ucap Diki mencibupipi ponakannya dan duduk
"om ini membuat aku menunggu terlalu lama coba lihat apa yang beda semuanya sama"ucap Sarah kesal
"hai Lisa bagaimana kabarmu hari ini"ucap Diki tersenyum pada Lisa
"saya baik baik saja,tapi tuan bisakah saya pulang sekarang Ronald sudah menunggu saya"ucap Lisa
__ADS_1
"hmmmm sebaiknya kita makan malam dulu okeyy,benar begitu Sarah"ucap Diki mengganti topik pembicaraan
"iya tentu aku sudah sangat lapar"ucap Sarah mengangguk