
Lisa kemudian segera pergi menuju dapur untuk membuat makanan untuk suaminya.
"apa yang ditanyakan kak Ronald itu apa maksudnya kak Ronald sudah mulai menerima ku"ucap Lisa melamun
"nyonya"ucap Ratih melihat Lisa yang melamun
"awwwwww"jari manisnya tergores
"maaf nyonya saya membuat anda terkejut"ucap Ratih merasa bersalah
"ahhhh tidak ini karena saya melamun tadi "ucap Lisa membasahi jarinya
"maafkan saya nyonya sudah membuat anda celaka maafkan saya"ucap Ratih mendudukkan kepalanya
"tidak ini tidak apa apa ohhh iya kamu mau buat makan siang?"ucap Lisa
"iya nyonya ada yang bisa dibantu"ucap Ratih
"nggak usah kamu lanjutkan perkerjaan mu biar makan siang aku yang siapin"ucap Lisa tersenyum
"kalau begitu saya permisi sekali lagi minta maaf atas kejadian tadi nyonya"ucap Ratih kembali menundukkan kepalanya dan pergi
sekarang Lisa sudah menyelesaikan semua masakannya.ia memasak sup jamur,pergedel tahu,dan ayam pop.sekarang Lisa sudah membawa masakannya menuju kamar Ronald
tok tok tok
__ADS_1
"permisi"ucap Lisa masuk
"ini tuan silahkan dimakan"ucap Lisa memberi masakannya
"saya susah gerak ayo suapi saya"ucap Ronald menunjuk kakinya
"perasaan kakinya yang sakit"ucap Lisa heran
"kenapa masih diam mau keburu saya mati kelaparan"ucap Ronald menatap tajam Lisa
"iya tuan maaf"ucap Lisa
kemudian Lisa segera menyuapi Ronald dengan begitu sabarnya.ronald nampak melihat sikap tulusnya dari Lisa yang merawatnya disaat ia tidak berguna pun Lisa masih saja menuruti ucapannya yang kadang kadang sering membuat sakit hati jika didengar.
"uhuk uhuk uhuk"
"apa sudah mendingan"ucap Lisa khawatir
"iya sudah mendingan makasih ya"ucap Ronald tersenyum.untuk pertama kalinya Ronald mengucapkan kata terimakasih dan memberikan senyum kepada Lisa
"sama sama tuan"ucap Lisa tersenyum
Lisa kemudian segera menaruh pelengkap makan Ronald tak lupa juga Lisa memberikan obat untuk Ronald
"kenapa tadi aku bersikap manis seperti itu bagaimana kalau dia gr dan berfikir yang tidak tidak ahhhhhh sudah lah"ucap Ronald kembali mengingat kejadian bodoh itu
__ADS_1
sementara didapur Lisa sangat bahagia terukir jelas diwajah yang biasanya sedih dan tertindas itu sudah ada senyum di relungnya
"ya ampun Lisa kamu nggak boleh berlebihan gini ucapan terimakasih itu normal bukan ada maksud lain huuuuuu tenang"ucap Lisa sambil mengontrol nafasnya
setelah semuanya selesai Lisa nampak mendengar suara teriakan Ronald.
"lisaaaaaa"teriak Ronald dari dalam kamar
"Lisa cepat kemari"ucap Ronald
"iya tuan"teriak Lisa dengan segera menemui Ronald
"iya tuan"ucap Lisa menunduk
"lama deh, siapkan keperluan kantor saya besok saya mulai kerja"ucap Ronald kembali cetus
"tapi tuan dokter menyuruh Anda untuk istirahat dan tidak capek tuan"ucap Lisa menunduk
"makanya biar saya nggak capek mulai besok kamu harus ikut saya kemana mana pun saya pergi sampai saya sembuh"ucap Ronald
"saya?"ucap Lisa heran
"iya kamu diruangan ini kan ahanya ada kamu dan saya "ucap Ronald
"baik tuan baik"ucap Lisa mengangguk
__ADS_1
"okey siapakn semuanya, setelah itu kamu tidur di sofa Jagan tidur dikamar pembantu dulu karena jika aku perlu sesuatu aku tidak peu teriak urat leher ku bisa putus karena teriak teriak"ucap Ronald mencari alasan
"baik tuan"ucap Lisa dengan polosnya