Aku Istri Pengganti

Aku Istri Pengganti
episode 122


__ADS_3

Ronald nampak hanya bisa diam dengan ancaman yang di berikan Diki


"anak yang pintar"ucap Diki memuji Ronald


"Lisa,gadis polos yang di nikahi pria brengsek sebetulnya aku tidak ingin membunuh mu tapi kau malah lari dari sekapan ku ya mungkin mati terberai adalah jalan yang kamu inginkan"ucap Diki melihat kearah Lisa


"kak Diki aku tau kau orang baik aku tau kau begitu sayang kepada adikmu tapi kau harus ingat Tuhan memberikan mu angel sebagai pengganti melati."ucap Lisa dalam air mata


"pengganti? di dunia ini tidak ada pengganti kamu tau semua orang diciptakan berbeda"ucap Diki


"aku mohon lepaskan aku jadilah orang yang baik untuk angel dia sangat butuh sosok dirimu"ucap Lisa


"ahhh berhentilah omong kosong itu Lisa sekarang lebih baik kamu ucapakan kata perpisahan untuk suami keji mu itu"ucap Diki murka


"Lisa"teriak Ronald


"aku ikhlas jika memang kematian ku bisa membuat kebenciannya di hatimu hilang sepenuhnya untuk kak Ronald"ucap Lisa menghela nafas


"baiklah kalau begitu tekan tombolnya sekarang"ucap Diki tersenyum dan berteriak

__ADS_1


"baik tuan"ucap salah satu prajuritnya


"lisaaaaa"ucap Ronald berteriak


belum juga hendak menekan tombol terdengar suara alram membuat semuanya panik.ya itu adalah kawanan Ronald ia membawa banyak pasukan dan tugas kepolisian bahkan ia menyewa angkatan udara untuk mengepung Diki


"kalian sudah terkepung Jagan ada yang bergerak"ucap ketua anggota


"kurang ajar lihat saja apa yang akan aku lakukan kepadamu Ronald"ucap Diki mengangkat kedua tangannya sembari meneriaki Ronald


melihat kondisi sudah diamankan Ronald segera berlari menuju Lisa dan berusaha untuk membantunya


"kak "ucap Lisa tersenyum dengan air matanya


"terimakasih ya Allah"ucap Ronald begitu srnnag ia bahkan memeluk Lisa dengan erat


"apa kau baik baik saja sayang apa ada yang sakit"ucap Ronald menatap Lisa .berulang kali Ronald bertanya air mata Lisa turun menjadi jadi


"ada apa ,apa ada yang luka kasih tau aku"ucap Ronald panik

__ADS_1


"kak apa kau sudah mencintai ku"ucap Lisa terisak


"kau bicara apa jelas aku mencintaimu sangat sangat mencintai mu berhentilah bicara seperti itu"ucap Ronald mengusap air mata Lisa tak terasa air matanya pun ikut jatuh menetes.lisa mendengarnya segera memeluknya erat suaminya itu .di sisi lain Diki nampak sudah di aman kan namun ia mengambil celah untuk mengambil sebuah pistol di dekatnya


"Jagan ada yang bergerak"ucap Diki sembari tersenyum menyodorkan pistol senampan


"lepaskan benda itu"ucap Ronald beranjak


"kamu kira aku akan membiarkan mu hidup Ronald tidak jika aku tidak bisa membuat mu mati secara perlahan maka aku akan membuat mu mati secepatnya "ucap Diki segera menekan senapan ke arah Ronald yang tepat di hadapannya


dorrrrrr...


"ahghhh"begitu sakit ternyata itu suara Lisa yang menghalangi tubuh suaminya dengan memeluknya


"angkat tangan"ucap beberapa polisi dan menembak tepat di betis Diki membuatnya lumpuh


"lisaaaaa,bertahanlah sayang "ucap Ronald begitu kaget dan air matanya mulai mengalir deras setelah melihat istrinya penuh darah di bagian lengan kanannya


"Lisa bertahanlah sayang , panggilan dokter kemari"ucap Ronald berteriak histeris

__ADS_1


"kak , terimakasih sudah mencintai ku dan maafkan aku jika aku belum bisa menjadi istri yang baik.di mana pun kita percayalah aku akan tetap dan selalu mencintaimu"ucap Lisa terbata mungkin karena rasa sakit yang ia rasakan


"kau tidak perlu bicara seperti itu kita memang saling mencintai tetap bersama ku Lisa"ucap Ronald memeluk istrinya yang sudah tak berdaya


__ADS_2