
mendengar ucapan Ronald membuat Lisa menitikkan air matanya dia begitu tersentuh bahkan dia begitu bersyukur atas semua karunia yang diberikan Allah.
"kenapa apa ada yang sakit"ucap Ronald begitu khawatir melihat lisa menitikkan air mata
namun Lisa tidak bisa menjawab apapun bahkan air matanya itu mengalir dengan derasnya ia begitu bahagia
"lisa kamu kenapa aku panggilkan dokter ya"ucap Ronald khawatir dan dia hendak pergi keluar untuk mencari dokter
"tuan"ucap Lisa terisak sembari menarik tangan Ronald
"kenapa kamu sakit biar aku panggilkan dokter ya"ucap Ronald
"terima kasih"ucap lisa terisak
"terima kasih atas kemurahan hati anda yang sudah mengikhlaskan segala musibah di masa lalu. terima kasih anda sudah berubah terima kasih Anda bisa menerima saya dengan apa adanya"ucap Lisa terisak
mendengar ucapan itu Ronald tak kuasa dan ia segera memeluk istrinya itu kedalam dekapan hangatnya. walaupun Ronald harus berhati-hati karena pungung Lisa terkena luka bakar
"mulai sekarang kita mulai dari nol ya, kita mulai saling mencintai satu sama lain saling melengkapi satu sama lain kita sama-sama belajar untuk hidup bersama"ucap Ronald
Lisa hanya bisa mengangguk tak lama itu dokter dan suster datang untuk memeriksa lisa
__ADS_1
"maaf"ucap dokter
"tidak apa-apa dokter apa anda mau memeriksa istri saya"ucap Ronald melepaskan pelukan kepada Lisa
"iya tuan benar saya akan memeriksa kondisi nyonya lisa bagaimana perkembangannya"ucap dokter dengan Ramah
"silakan dok ada periksa istri saya saya"ucap Ronald
"pak maaf ya apa tunggu di luar dulu biar dokter memeriksanya"ucap suster
kemudian Ronald pergi keluar sedangkan dokter sedang memeriksa kondisi Lisa apakah ada perkembangan atau tidak. lumayan lama dokter memeriksa Lisa dan akhirnya keluar
"bagaimana dok apa ada perkembangan yang signifikan"ucap Ronald
"baik dok, apa lukanya belum kering itu menimbulkan efek sakit atau nyeri"ucap Ronald begitu khawatir kepada Lisa
"tentu saja pak karena luka bakarnya masih sensitif jadi sering mengeluarkan lendir dari itu sakit dan perih tapi bapak jangan khawatir karena nanti kita bakal kasih obat pereda nyeri untuk diminum dan untuk langsung dioleskan ke luka bakar yang diderita oleh nyonya Lisa"ucap dokter menjelaskan
"oh syukurlah kalau gitu saya lebih lega mendengarnya dok"ucap Ronald tersenyum
"kalau boleh sementara ini nyonya Lisa jangan dulu untuk beranjak dari tempatnya itu dan lukanya tidak boleh terkena air jadi saya mohon untuk tuan untuk menjaga nyonya Lisa dengan baik"ucap dokter menjelaskan
__ADS_1
"baik Dok saya akan menjaganya dengan baik"ucap Ronald mengangguk
"kalau begitu saya permisi dulu selamat pagi"ucap dokter menunduk dan pergi memeriksa pasien lainnya
sementara itu Ronald langsung masuk ke dalam dan menemui Lisa kembali
"ohhhh iya sayang bagimana kamu bisa keluar apa kamu dibantu orang lain"ucap Ronald perhatian sambil menggenggam tangan Lisa (ni Ronald dilihat-lihat udah kayak perangko aja nempel mulu nggak bisa lepas lepas)
"sayang"ucap Lisa tak biasa mendengar kata itu dan dia sedikit terkejut
"hei kamu kenapa sih ngelamun suami kamu ini lagi nanya"ucap Ronald sembari mengangkat tangannya ke wajah Lisa
"maaf tuan"ucap Lisa
"tuan, sekarang kita itu sedang belajar menjadi suami istri jadi kamu tidak harus melihat saya dengan sebutan Tuan apa ada seorang istri memanggil suami dengan kata itu"ucap Ronald mengangkat alisnya
"tapi"ucap Lisa gugup
"udah udah nggak apa-apa nanti kamu cari cari nama panggilan buat aku untuk sekarang aku maafin dan kembali lagi dengan pertanyaanku cara kamu keluar gimana dari sekapan Diki"ucapan Ronald sembari mengusap kepala Lisa
"jadi di dalam sana tuan Diki memiliki keponakan namanya Sarah dia begitu baik dengan saya bahkan dia menganggap saya sebagai sahabatnya sendiri.
__ADS_1
bahkan dia beberapa kali menolong saya ia bahkan mencuri telepon milik pelayannya hanya demi saya untuk bisa menghubungi orang-orang. tapi sayangnya saya saat itu tidak tahu nomor tuan jadi saya mencoba mengingat nama nomor yang saya ingat. di dalam handphone saya dulu saya hanya mengingat 2 nomor nomor kak Maya dan nomor Alex"ucap Lisa menjelaskan?