
Lisa dengan sabar menunggu suaminya yang tak sadarkan diri.
tok tok tok
"permisi nyonya ini baju dan makanan yang nyonya Lisa inginkan"ucap pelayan
"iya terimakasih maaf merepotkan"ucap Lisa mengambil keperluannya
"apa ada yang nyonya perlukan lagi?"ucap pelayan
"tidak ini sudah cukup kamu bisa balik kerumah dan beristirahat"ucap Lisa menggelengkan kepalanya
"kalau begitu saya permisi"ucap pelayan membungkukkan tubuhnya
kemudian Lisa beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan darah Ronald yang menempel di bajunya dan mengambil wudhu.setelah itu Lisa melaksanakan shalat isya.lisa dengan sabar mendoakan kesembuhan suaminya
"ya Allah berikan kesembuhan pada kak Ronald seperti sediakala biar kan dia sehat dan bisa melakukan aktivitas seperti biasanya.berikan dia kekuatan menjalankan semuanya"ucap Lisa berdoa
tanpa disadari ronald terbangun saat Lisa hendak melaksanakan shalat
"awww"ucap Ronald lirih
Ronald kemudian melihat Lisa yang sedang melaksanakan shalat .dan mendengarkan semua doa doanya membuat hatinya tersentuh.menyadari Lisa yang sudah melaksanakan shalatnya Ronald kembali memejamkan matanya
"kak Ronald cepat bangun"ucap Lisa melihat suaminya terbaring lemah
"ya ampun apa kakak kepanasan sekarang,biar Lisa bantu lap"ucap Lisa mengambil tisu
__ADS_1
"maaf kak "ucap Lisa kemudian mengelap keringat di wajah Ronald
tak lama itu terdengar suara suster yang mengecek dan memberikan obat untuk Ronald
"selamat malam"ucap suster
"malam"ucap Lisa tersenyum
"ini saya bawakan obat dan makanan tolong nanti setelah tuan Ronald sadar berikan obat ini.obat ini bisa diminum setelah makan."ucap suster meletakan obat dan makanan
"baik suster terimakasih"ucap Lisa tersenyum
Tak lama suster keluar dari ruangan kini Ronald membuka matanya
"tuan, suster"ucap Lisa ingin berteriak
"baiklah,ini tuan makanlah dulu setelah itu minum obat agar anda cepat pulih"ucap Lisa
"baiklah"ucap ronald menyetujuinya
"ini tuan silahkan dimakan"ucap Lisa memberi semangkuk nasi dan sup
"hmmmm kamu punya mata atau tidak.lihatlah tangan ku terdapat selang selang ini jika aku makan menggunakan tangan ku berarti kamu mau melukaiku kan"ucap Ronald cetus
"maaf tuan"ucap Lisa menunduk
"suapi aku cepat aku ingin segera keluar dari sini"ucap roanld mencoba duduk
__ADS_1
Lisa dengan cepat dan gugup menyuapi Ronald suami kejamnya yang selalu menindasanya
"tuan masalah tadi saya benar benar minta maaf tapi saya sama sekali tidak membicarakan apapun tentang anda kepada mama"ucap Lisa mencoba menjelaskan
"saya memang melihat anda di restoran itu tapi saya tidak mengatakan apapun"ucap Lisa
"sudah jangan banyak bicara kalau kamu terus terus bicara aku tidak bisa fokus mengunyah"ucap Ronald menatap dengan tajam
"maaf tuan"ucap Lisa kembali menyuapi
"dan satu lagi berhenti lah meminta maaf aku benci mendengarnya buatlah pembelaan yang lain selain kata maaf"ucap Ronald
Lisa hanya mengangguk.lisa dengan sabar dan telaten mengurus suaminya yang sedang sakit
"tuan istirahat lah "ucap Lisa
"aku sudah dari tadi tidur ,tolong telfon sekertaris deo buatkan janji pada dokter bahwa aku ingin dirawat dirumah"ucap Ronald melihat Lisa
"baiklah "ucap Lisa singkat
Lisa kemudian menghubungi sekretariat deo dam menyampaikan semua perkataan suaminya.
"tuan beristirahat lah saya akan menunggu diluar"ucap Lisa sambil menundukkan tubuhnya
"hentikan langkah mu,tidurlah disofa . sewaktu waktu aku memerlukan mu jadi aku tidak perlu teriak teriak"ucap Ronald membaringkan tubuhnya
Lisa hanya bisa mengiyakan dan menuruti yang diperintahkan suaminya untuk tetap berada disisinya
__ADS_1