Aku Istri Pengganti

Aku Istri Pengganti
episode 129


__ADS_3

sudah beberapa hari berlalu Lisa nampak sudah pulih dan bisa pulang dihari itu juga dimana pengadilan sedang menjadwalkan untuk rela adegan


"sayang apa kamu sudah siap ?"ucap Ronald sembari menggunakan jamnya namun Lisa memilih tidak menjawab dan masih duduk diruang pakain


"sayang kamu dengar aku kan"ucap Ronald yang tak mendengar jawaban apapun dan segera mencari Lisa di ruang pakian


"sayang ternyata kamu disini ayo pengacara sudah menunggu dipersidangan"ucap Ronald mendekat kearah istrinya namun Lisa nampak tak menjawab apa pun


"sayang kenapa apa ada yang salah?"ucap Ronald heran


"jelas ini salah kak"ucap Lisa


"kenapa apa aku melukai perasaan mu ayo katakan"ucap Ronald berjongkok dihadapan Lisa sembari menggenggam tangannya


"kak Ronald tidak melukai perasaanku sama sekali tapi kakak melukai perasaan seseorang yang sudah banyak membantu ku bahkan aku tidak sempat untuk membalas Budi kepada Nya"ucap Lisa berkaca-kaca


"siapa?kenapa aku tidak tau"ucap Ronald heran


"angel?keponakan kak Diki kak tau kan seseorang yang aku ceritakan membantu ku kabur dari sekapan Diki itu siapa ya itu angel dan aku juga berjanji padanya untuk membuat kehidupannya PO w, seperti orang lain ia juga sama kak seperti ku hanya memiliki satu orang yang berharga jika kak Diki dipenjara bagaimana nasibnya aku tidak ingin ia merasakan kesepian seperti ku dulu"ucap Lisa mulai menangis


"sudah berhentilah menangis sayang baiklah aku akan bicarakan keinginan mu kepada pengacara"ucap Ronald sembari menghapus air mata istrinya


"kak berjanjilah kepadaku"ucap Lisa menatap suaminya


"iya aku berjanji oke sudah nangis nagisnya sekarang kita pergi dan biacrakan keinginan mu itu "ucap Ronald tersenyum sembari menyikap rambut yang menutupi wajah istrinya


"ehm iya"ucap Lisa mengangguk


Lisa dan Ronald nampak pergi menuju persidangan untuk reka adegan di sana juga bisa terlihat Diki yang nampak lemas dan pucat.

__ADS_1


"tuan,bisa kita mulai sekarang"ucap salah satu petugas disana


"iya,sayang kamu masih ingatkan kejadian itu"ucap Ronald melihatnya keistrinya


"kak bisakah tidak ada proses ini biarkan kak Diki tidak jadi tersangka lihatlah keadaannya sekarang"ucap Lisa penuh permohonan


"kita lakukan prosedurnya saja setelah itu atas keinginan mu kita bicarakan nanti"ucap Ronald


"sayang aku berjanji menuruti keinginan mu itu tapi lakukan prosesnya dulu ya"ucap Ronald menatap mata Lisa dan Lisa menjawab dengan anggukan.lisa menceritakan semua dan mulai mereka adegan semuanya terlihat jelas bagaimana posisinya hampa dilenyapkan


"baiklah ini sudah cukup saya rasa sudah selesai"ucap kepala pelaksana


"ayo cepat"ucap polisi membentak Diki


"bisakah tunggu sebentar kaki saya saja tidak bisa merasakan apa apa sekarang"ucap Diki lirih karena lemas


"sayang kamu mau kemana"ucap Ronald kaget karena Lisa


Lisa tak menjawab apapun ia mendekati Diki dan memberikan air


"maaf pak sepertinya tuan Diki lelah bisakah saya memberikannya air"ucap Lisa


"bukankah Anda korbannya?"ucap polisi itu heran


"benar pak,bisakah saya memberikannya air pak"ucap Lisa


"tentu saja"ucap polisi dengan heran


"kak ini minumlah airnya agar tidak lemas"ucap Lisa berjongkok didepan Diki yang tak berdaya

__ADS_1


"ahh terimakasih"ucap Diki sedikit malu


"sayang rupanya kamu berlari kesini"ucap Ronald


"maaf ya kak,aku ingin memberikan air ini tapi tidak bilang bilang dulu maaf ya"ucap Lisa melihat kearah suaminya


"iya tidak apa apa"ucap Ronald tersenyum


"kak Diki apa sudah makan?"ucap lisa begitu baik


namuan diki tak menjawab apa pun karena malu atau hal lainnya


"sekertaris Deo bisakah ambilkan roti di mobil?"ucap Lisa


"baiklah nyonya akan saya ambilkan"ucap sekertaris Deo


"tunggu sebentar ya kak"ucap Lisa


tak lama itu sekertaris deo datang membawa beberapa bungkus roti dalam peperbag.


"ini nyonya"ucap sekertaris Deo


"makasih ya,ini kak aku punya beberapa roti kakak bisa makan ini semoga kakak bisa lekas membaik"ucap Lisa sembari memberikan


"terimakasih"ucap Diki mengucapkan dengan lirih sembari menunduk


"sudah kan sekarang kita pulang sebentar lagi hujan"ucap Ronald


"iya kak,kak Diki Lisa pamit ya jaga dirimu baik baik"ucap Lisa beranjak lalu pergi

__ADS_1


__ADS_2