
"kamu itu oon atau emang nggak punya otak sih"ucap Ronald begitu kesal
"maaf tuan"ucap Lisa menunduk
"sudah lah cepat tidur"ucap Ronald
Lisa membaringkan tubuhnya di samping suaminya.tiba tiba terdengar suara kilat
jederrr
hujan turun membuat mati lampu.entahlah tidak ada hotel yang mati selain kamar mereka mungkin salah satu rencana mama
"kenapa"ucap Ronald menyadari bahwa Lisa gelisah
"panas tuan"ucap Lisa lirih
"kulit mu ini badak atau apa dikuar itu hujan deras kenapa bisa panas"ucap Ronald heran
sekitika Ronald tersadar jika Lisa sudah meminum ramuan tradisional untuk perangsang
"ahhhhh panas"ucap Lisa mulai mendesah tak karuan
"tuan bantu aku"ucap Lisa sekarang sudah bersikap liar dan menduduki suaminya
"heiii sadarlah"ucap Ronald berteriak
__ADS_1
"Jagan berteriak sayang ayo puaskan aku"ucap Lisa mulai membuka jubahnya
"hei tenang lah kenapa kamu begitu agresif seperti ini"ucap Ronald menahan Lisa yang menyadari membuka jubahnya walupun disana gelap
cup
cup
cup
tiga kecupan mendarat di bibir Ronald . kecupan itu membuat Ronald bergairah.ronald dengan cepat membalikan tubuh Lisa hingga sekarang posisi Ronald sedang berada diatas
"ingat kamu yang memulai Jagan slahkan aku"ucap Ronald berbisik
"ayo teruskan"desah Lisa
mendengar ucapannya itu membuat Ronald sudah kehilangan akalnya dan mulai membuka pakaian miliknya maupun lisa.betapa terkejutnya ketika melihat dua gunung yang begitu berisi dalam masa pertumbuhan .tak butuh waktu lama Ronald langsung melahap dan sedikit bermain main membuat Lisa mengeluarkan suara indahnya
"ahhhhh geli"ucap Lisa menggeliat
"ahhhh pelan tuan"
"bersiaplah "ucap Ronald mulai memasuki kegiatan puncak mereka
"ini tidak sakit kamu hanya perlu menahannya"ucap Ronald ketika hendak melakukannya Ronald tersadar bahwa ia tidak bisa melakukannya
__ADS_1
"ayo tuan"ucap Lisa lirih
namun Ronald langsung kembali memakai bajunya dengan lengkap dan mengangkat tubuh Lisa tanpa pakaian itu menuju kamar mandi dan mengguyurnya dengan air
"dingin"ucap Lisa sudah sadar
"bagus lah, pakai sekarang bajumu itu atau akan masuk angin"ucap Ronald cetus dan meninggalkan Lisa
Lisa hanya heran mengapa ini bisa terjadi dan apa yang terjadi.lisa terkejut menyentuh tubuhnya tanpa pakaian apapun.digelapnya cahaya Lisa terkejut tanpa menggunakan pakaian apapun.ronald tiba tiba masuk membuat Lisa berteriak
"dasar jalang,ini pakaiannya cepat pakai ini sudah malam dan hujan nanti masuk angin aku tidak ingin mama dan papa menyalahkan ku karena kecerobohan mu sendiri"ucap Ronald melempar pakaian dan keluar
"apa yang terjadi dengan ku kenapa aku seperti ini"ucap Lisa heran
kemudian Lisa menggunakaan pakianya dengan cepat dan berjalan menuju sofa dikegelapan mengendap endap
"kenapa kamu tidur disitu mau tersambar petir"ucap Ronald
"tidak tuan"ucap Lisa berhenti
"cepat kemari"ucap Ronald
Lisa kemudian berjalan menuju ranjang dan berbaring membelakangi Ronald
"aku takut petir tetaplah seperti ini aku tidak akan macam macam"ucap Ronald membalikan tubuh Lisa dan memeluknya Lisa hanya bisa mengiyakan.ronald tampak senyum karena bisa dekat dengan squicy empuk milik lisa.ketakutan dengan petir hanyalah akal akalan sajamereka tertidur dengan lelap dikegalapan malam dan derasnya air hujan.meeeka berpelukan untuk menghangatkan tubuh mereka masing masing
__ADS_1