
saat di perjalanan Alex memberhentikan motornya di masjid tidak jauh dari rumah Dicki.
"loh kok kita berhenti di sini bukannya kantor nya kak Ronald masih jauh"ucap Lisa heran
"iya mau masih jauh tapi lebih baiknya kamu ganti baju dulu menggunakan baju ini aku takut nanti anak buah diki mencari mu"ucap Alex memberikan baju kaos yang ia bawa
"ya ampun makasih Alex"ucap bisa tersenyum sambil mengambil baju itu
kemudian Lisa segera mengganti pakaiannya di dalam kamar mandi masjid itu. setelah itu mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. perjalanan yang cukup jauh karena rumah Dicki sangat masuk kedalam plosok. kini dan menunjukkan 11 siang yang berarti 1 jam lagi jam makan siang.
"Alex apa masih lama satu jam lagi"ucap lisa begitu khawatir
"insya Allah kalau niat kita benar Allah pasti akan menunjukkan jalan nanti di depan takutnya macet jadi kita akan belok untuk hindari macet semoga kita sampai sebelum makan siang"ucap Alex menenangkan lisa
benar saja macet di mana-mana tapi untungnya Alex tahu jalan alternatif agar mereka bisa sampai tepat waktu.
"lek ayo ngebut kita nggak punya waktu lama lagi"ucap lisa begitu khawatir
"iya kamu pegangan"ucap Alex mengangguk
Lisa dan Alex masih dalam perjalanan pulang kan jam makan siang sudah tiba. nampak Ronaldo
__ADS_1
tidak ada meeting di luar jadi dia memang benar ada di dalam kantor.
"tuan apakah anda ingin makan sesuatu untuk siang ini"ucap sekretaris Deo
"tidak aku tidak lapar kamu saja yang makan"ucap Ronald lesu
"baiklah kalau begitu saya permisi makan siang dulu tuan apa anda ingin saya belikan sesuatu"ucap sekretaris Deo
"terserah kamu saja"ucap Ronald
nampaknya dari seberang sana diki sudah mengawasi gerak-gerik kantor yang mulai sepi. iya juga sudah menyusun rencana sehingga Ronal tidak kemana-mana. begitu semuanya berjalan lancar anak buah diki segera melakukan tugasnya.
"lakukan tugas dengan baik"ucap Diki sembari mengangkat alisnya
"selamat menikmati awal dari kesengsaraan Ronald"ucap Diki tersenyum kejam
"semoga kamu mati bersama runtuhan bangunan kantor segeralah engkau menyusul mendiang adikku"ucap Diki begitu kejam
dan semuanya berjalan dengan sesuai rencana api itu sudah menggerogoti sedikit demi sedikit bangunan kantor. para karyawan yang tersisa di dalam pantai itu segera berteriak namun apalah daya ruangan kedap suara dia bahkan tidak mendengar teriakan histeris dari karyawan-karyawannya
"tolong tolong kebakaran"
__ADS_1
"tolong kebakaran"
"kebakaran kebakaran"
itu adalah ucapan dan teriakan dari karyawan-karyawan. dari ujung sana bikin apa kau tersenyum dengan bangga tersenyum dengan senang karena misinya sudah berjalan dengan semestinya. sekretaris Deo pun datang dengan membawa makanan siang untuk bosnya.
"ini kenapa bisa kebakaran"ucap sekretaris deo tak percaya
"pak Deo tuan Ronald masih ada didalam"ucap salah satu karyawan
"ahhhh bagaimana bisa kalian tidak da satu pun yang memberi tahunya"ucap sekertaris Deo kesal
sekretaris yuk kemudian mencoba menghubungi bosnya itu namun Ronald tidak menjawab apapun.
"ahhhh tuan ayo angkat"ucap sekertaris Deo panik
"panggilkan mobil pemadam kebakaran sekarang"ucap sekertaris Deo berteriak
Diki yang menyaksikannya itu tersenyum ia merasa bahwa dendamnya sudah terbalaskan
"lihat itu melati kakak sudah membalaskan dendam jadi kamu sekarang bisa hidup bahagia disana"ucap Diki
__ADS_1
"pak ayo kita jalan"ucap Diki pada supir
Diki segera meninggalkan perusahaan yang terbakar itu nampak Lisa dan Alexs akan segera datang bahkan mereka berpapasan dengan mobil Diki untungnya Diki tak menyadari.