
Lisa kemudian pergi bersama Ronald menemui kediaman orang tuanya tanpa sekertaris deo.ronald sengaja mengendarai mobilnya sendiri untuk pelengkap sandiwara.akhirnya mereka sudah sampai di rumah dengan pilar pilar tinggi seperti kerajaan dibuku dongeng.
"kita sekarang sudah sampai ingat lah selalu konsisten dengan sandiwara ini."ucap Ronald dingin
"baik tuan saya akan menuruti apa yang tuan katakan"ucap Lisa mengangguk
"satu lagi untuk melengkapi sandiwara ini jagan panggil saya dengan sebutan tuan kamu bisa memanggil saya dengan sebutan suamiku atau yang jarang lakukan"ucap Ronald menatap tajam Lisa
"ahhh iya baiklah tuan"ucap Lisa
kemudian Ronald untuk pertama kalinya membukakan pintu untuk Lisa.
"ingat jalankan sandiwara ini Serapi mungkin"ucap Ronald meraih tangan Lisa dan menggenggamnya
Lisa sangat tidak karuan dengan tingkah laku Ronald yang berubah drastis dan sangat manis
"nak kamu sudah datang ,mama kemari lah anak kita sudah datang"ucap papa
"selamat malam"ucap Lisa menunduk dan bersalaman
"wahhh ini menantu mama nak cantik sekali ayo masuk sayang"ucap mama tersenyum dan merangkul Lisa
"bik tolong buatkan minuman untuk menantu saya"teriak mama
"ayo duduk nak"ucap mama senang
__ADS_1
"Ronald kenapa sih kamu menikah nggak kasih tau mama .kan papa kamu bisa adakan pernikahan yang mewah meriah"ucap mama
"iya nak kasian menantu papa masa sudah cantik begini resepsinya nggak ada"ucap papa
"bukan gitu pa tapi Lisa kan masih sekolah"ucap Ronald
"masih sekolah?"ucap mama dan papa kompak
"iya ma,pa Lisa masih sekolah di bangku SMA "ucap Lisa dengan sopan
"ahhhhhhhh sama sekali tidak masalah yang penting mama dan papa sudah ada menantu.nah kalain berdua giat lah melakukannya agar mama sama papa bisa cepet dapet cucu"ucap mama sambil menggosok perut Lisa
"udah lah ma Lisa kan masih muda punya anak itu urusan belakangan"ucap Ronald
"tapi keinginan orang tua nggak boleh di belakangin harus diutamakan"ucap papa
"wahhh menantu idaman sekali"ucap mama mengelus kepala Lisa
"mah Marcel mana kok nggak keliatan"ucap Ronald
"biasa palingan adik kamu kelayapan"ucap papa
"ohhh ya kalian berdua menginap disini aja nak "ucap mama
"besok Ronald masih banyak kerjaan di kantor jadi belum bisa nginap"ucap Ronald mencari alasan
__ADS_1
"Kan esok hari Minggu kerjaan kantor kan nggak numpuk numpuk banget ayo lah nak jarang jarang juga"ucap papa
"hmmm iya deh"ucap Ronald mengangguk
"yaudah ,bik sini sebentar"ucap mama berteriak
"ada apa nyonya besar"ucap bik Tini
"ini tolong kamu bersihin kamar Ronald ya karena anak dan menantu saya mau menginap disini"ucap mama semangat
"baiklah nyonya saya permisi"ucap bik Tini
"oh ya kalian udah makan belum mama masakin ya"ucap mama bersemangat
"nggak usah ma, Lisa sama mas Ronald udah makan lagian udah malam mama istirahat aja"ucap Lisa
"ya ampun pa mama dikhawatirkan mantu"ucap mama melihat kearah papa
"mama namanya juga menantu baik,Ronald nih yang pinter cari istri"ucap papa memuji Ronald
"ma ,pa Ronald permisi keluar dulu cari angin"ucap Ronald muak
"nak kamu mau cari angin dimana liat aja muka Lisa pasti langsung seger"ucap papa meledek
"yaudah ronald pergi dulu ya"ucap Ronald pergi dengan sikapnya yang dingin
__ADS_1
Lisa tak heran melihat sikap Ronald yang bersikap dingin dan cuek