
entah sudah berapa botol dan beberapa wanita yang telah Ronald gunakan. karena sedari pagi hingga larut malam Ronald tidak beranjak dari tempat itu.
"bro lu tuh kan udah dari pagi mendingan berhenti lu deh nanti ada apa sama lu. lu juga udah banyak minum alkohol mendingan lu berhenti deh"ucap Erik berbisik pada Ronald
"eh lu tenang aja gue mampu membayarnya lu tinggal chat sama gue berapa semuanya gue langsung transfer"ucap Ronald sudah sedikit oleng
"bukannya gitu tapi ini udah malem banget nanti istri lo atau nyokap bokap lu bakal nyariin. mendingan udah deh gue anterin pulang yuk"ucap Erik tak enak
"gak usah gue bisa keluar sendiri"ucap Ronald beranjak
"tapi lo oleng gini gue anterin aja deh nanti ada apa-apa lagi di jalan gue juga nanti di salahin"ucap Erik
"nggak usah seoleng-oleng gue ini masih bisa kok bawa mobil lu tenang aja"ucap Ronald sambil mengambil gas dan kunci mobilnya
"tapi"ucap Erik belum selesai
__ADS_1
"udah gue cabut dulu nanti bil nya luu kasih tahu gue nanti gue bakal transfer"ucap Ronaldmenepuk bahu Erik
sekarang Ronaldo sudah memasuki mobil kenal tampak sudah tidak sadar karena pengaruh dari alkohol. ini jam pukul 12 lebih 15 menit Ronald menancapkan gasnya. mobil Ronald nampak kesana kemari tidak terkendali. jalan-jalan Ronald juga nampak bergumam yang tidak tidak.
"sial kenapa lagi gue pulang lihat muka tuh jalang. Maya sayang kenapa kamu pergi dan memberikan syarat seberat ini. aku hanya mencintaimu aku juga rela mati asalkan aku bersamamu"ucap Ronald bergumam tak jelas
tiba-tiba mobil Ronaldo benar-benar kehilangan kendali dan bruk. mobil yang Ronald kendarai menabrak pembatas jalan dan berguling sekitar 10 m dari tempat kejadian. untungnya jalanan di daerah situ masih ramai dan banyak warga yang menolong.
kemudian Ronald dilarikan ke rumah sakit pelita.
"apakah anda istri tuan Ronald"ucap suster
"iya sus saya istrinya"ucap lisa langsung beranjak dari tempat duduknya
"saya ingin menyampaikan bahwa Tuan Ronald sudah melewati masa kritisnya dan akan dipindahkan ke ruang perawatan"ucap suster menjelaskan
__ADS_1
"baik sus lakukan yang terbaik buat suami saya nyaman di tempat ini"kok bisa sambil memesan kamar VIP
pernah nampak sudah dipindahkan dari ruang ICU menuju ruang perawatan dan sudah melewati masa kritisnya namun masih tidak sadarkan diri dan membutuhkan waktu
"nyonya jika anda ingin pulang saya akan menjaga di sini"ucap sekretaris Dio
"nggak usah deh makasih tapi saya bisa minta tolong"ucap bisa menatap sekretaris dio
"tentu saja nyonya"ucap sekretaris dio mengangguk
"tolong kamu minta Ratih kemasukan barang-barang saya dan barang-barang tuan Ronald dan kamu bawa ke sini. saya juga minta tolong buat belikan tisu basah karena saya tahu pasti Tuan Ronald sedang gerah di sini dia juga bahkan tidak menginginkan tubuhnya lengket"ucap lisa napak perhatian
"baiklah nyonya kalau begitu saya permisi dulu"ucap sekretaris Dio
"kak Ronald cepat sadar ya biar bisa kaya dulu yang suka bawel dan marah terus. sekarang Lisa kangen sama ocehan kak Ronald. kemarin lisa sampai bilang saya pengen banget lihat tuan Ronald diam dan gak ngomelin Lisa. tapi bisa nggak mau tuan Ronald diem kayak gini"ucap Lisa sambil meneteskan air mata dan menggenggam tangan suami kejam itu
__ADS_1