
Lisa dan Ronald segera menuju rumah utama dan di sana sudah ada Vina dan Alexs
"Vina,Alexs"ucap Lisa
"Lissa gue kangen banget kayak berasa udah lama nggak ketemu padahal baru berapa hari yang lalu kita ketemu"ucap Vina memeluk Lisa
"iya aku juga sama "ucap Lisa tersenyum
"ehem ada apa ya"ucap Ronald
"mas nanti dulu tanya tanyanya kita ajak mereka masuk dulu dong"ucap Lisa menggandeng tangan suaminya
"alexs Vina masuk yuk kita ngobrol di dalem aja"ucap Lisa
Lisa mempersilahkan mereka untuk masuk kedalam dan menyiapkan minum untuk mereka
"makasih ya sa repot repot banget"ucap Vina
"ahhh nggak kok cuma jus sama cemilan aja"ucap Lisa kemudian duduk disebelah suaminya
"jadi gini sa,kak Ronald kedatangan kami kesini mau kasih undangan ini"ucap alexs memberikan undangan pernikahan
"wahh selamat ya jadi ikut bahagia akhirnya sahabat sahabat aku udah mau menikah"ucap Lisa tersenyum
"iya sa Alhamdulillah ini juga berkat doa Lo juga Jagan lupa Dateng ya"ucap Vina tersenyum
"pasti Dateng lah ini moment bahagia kalian berdua,iya kan mas"ucap Lisa melirik kearah suaminya
__ADS_1
"iya pasti kami akam datang sekali lagi selamat atas pernikahannya"ucap Ronald tersenyum ia merasa bahwa saingannya masa lalu istrinya sudah tidak bisa menggangu Lisa dan mendapatkan tambatan hatinya
dretttttt
"maaf saya angkat telpon dulu ya"ucap Ronald
ternyata Ronald mendapatkan telpon dari sekertaris keduanya dikantor bahwa ada penanda tanganan berkas penting
"mas ada apa"ucap Lisa
"ini sayang aku harus kekantor sekarang ada klien yang mau minta tanda tangan berkasnya"ucap Ronald menjelaskan
"yaudah mas pergi aja ke kantor kan aku di rumah juga nggak ke mana mana"ucap Lisa
"yaudah sayang aku pergi dulu ya jaga diri baik baik,aku minta tolong kalau ketemu sekertaris Deo suruh dia langsung kekantor"ucap Ronald setelah itu mengecup kening istrinya
"yaudah hati hati dijalan Jagan buru buru selamat bekerja"ucap Lisa mengecup tangan suaminya
"aduh aduh sosweet banget kak Ronald kayak nempel banget sama patsurinya iya kan lexs"ucap Vina sembari melihat kearah alexs namun alexs tak merespon apapun ia seperti tak setuju dengan ucapan Vina.melihat alexs yang tak merespon membuat Vina menunduk seperti putus asa
"namanya juga suami istri gimana sih"ucap Lisa menghancurkan kesepian
"Vina gue boleh minta tolong nggak gue kepengen banget makan mie Tek Tek buatan loh buatin ya"ucap Lisa
"ahh boleh kok boleh" ucap Vina seolah olah tak memikirkan apa pun
"asyik,oh iya lexs tunggu di sini bentar nggak apa apa ya Vina gue pinjem kedapur dulu"ucap Lisa beranjak dan menggenggam tangan Vina
__ADS_1
"oh iya nggak apa apa"ucap alexs
"Lexs gue ke dapur dulu ya"ucap Vina Melihat kearah calon suaminya itu
"iya masak yang enak ya"ucap Alexs
Lisa membawa Vina menuju dapur sebenarnya ia mencari cari alasan agar bisa bicara dengan Vina
"sa,loh punya bawang putih bubuk nggak"ucap Vina sembari membuka kulkas
"ada kok Vin,ini"ucap Lisa mengambil garlic bubuk di laci
"makasih ya Bestie"ucap Vina
"Vin loh jagan berfikir yang nggak nggak ya tentang respon alexs tadi loh harus yakin alexs serius sama lo dan sayang banget sama Lo itu kenapa dia ngajak Lo nikah karena dia serius sama Lo"ucap Lisa
"apa Sih sa gue nggak mikir apa apa kok"ucap Vina menyembunyikan
"gue sahabat loh kita bertiga itu sahabat dari kecil banget jadi gue tau banget kalian itu gimana"ucap Lisa
"tapi seriusan sa gue nggak apa apa "ucap Vina
"seriusan nggak apa apa nggak lagi bohong nutupin sesuatu kan"ucap Lisa menatap Vina
"apaan sih sa beneran gue nggak apa apa seriusan deh udah ah gue masak nih"ucap Vina
"yaudah deh,oh iya vin gue ke kamar dulu ya mau ambil hp ketinggalan nanti kak Ronald telpon nggak gue angkat nanti dia overthigking lagi"ucap Lisa
__ADS_1
"iya gih sana ambil"ucap Vina
Lisa keluar dari dapur ia sebenarnya bukan untuk mengambil handphone karena benda itu sudah ada di sakunya ia hanya membuat alasan agar ia bisa bicara dengan alexs dan membicarakan sesuatu yang menurutnya penting untuk pernikahannya dan vina