
kini malam kian larut namun lisa nampak tidak dapat memejamkan matanya ia begitu kepikiran dan bertanya-tanya kenapa dia bisa ada di tempat ini apakah ada masalah?. lisa juga berpikir tidak mungkin Ronald mengatakan hal seperti itu ronald memang membencinya tetapi kata-kata itu tidak pernah terucap dari mulutnya.
"sebaiknya aku ambil air putih dulu ke dapur"ucap Lisa sembari beranjak dari tempat tidurnya
iya bahkan benar-benar merasa sangat asing di tidak tahu seluk beluk rumah itu. tapi untungnya dia sudah tahu di mana letak dapur dan ia segera pergi ke sana.
"Alhamdulillah"ucap lisa setelah meminum segelas air dan menuangkan lagi ke dalam gelas untuk dibawa ke dalam kamar
ketika Lisa ndak pergi menuju kamarnya yang terletak di kamar tamu depan ia harus melewati ruang tamu di dekat kolam renang.
"siapa malam-malam ini apa maling ya"? ucap Lisa sedikit takut mendengar suara orang. Lisa segera mengendap-endap menuju jendela yang menghadap ke kolam renang.
"kamu harus lakukan ini semua besok jam makan siang dan kamu pastikan bahwa perusahaan utama milik Ronald itu harus benar-benar terbakar hangus luluh lantah"ucap Dicki nampak sedang menelpon seseorang
"bagus lakukan dengan baik setelah kamu lakukan misi ini akan aku kasih misi selanjutnya santai kita hanya bermain bertahap kita akan membuat dia hancur sehancur hancurnya"ucap Dicki sembari tersenyum licik
Lisa yang mendengar semua ucapan diki seakan bergidik merinding dan tak percaya bahwa dia memalsukan semua fakta yang ia ucapkan tadi. bahkan bisa tahu sekarang bawa faktanya Diki sedang mengincar Ronald dan ingin membalas dendam.
prangggg
Lisa tak sengaja menjatuhkan vas bunga di meja tepat di jendela dekat kolam
__ADS_1
"siapa itu"ucap Dicki menoleh
tapi dengan pintarnya Lisa segera menunduk dan pergi menuju kamarnya
"Oalah aku kira apaan mungkin angin kali ya"ucap Ronald sembari menutup gorden jendela itu
namun di kamar lisa begitu benar-benar syok dia merasa sangat takut. dia bukan takut karena nyawanya terancam tapi ia lebih takut karena Ronald akan celaka.
"aku harus pergi dari sini tapi gimana aku sendiri enggak tahu ini daerah apa aku mau minta tolong siapa pun aku nggak tahu"ucap lisa merasa bingung dia sambil bolak-balik
"apa aku harus telepon alexs untuk bantu aku di sini tapi gimana kalau Alexs jadi ikut kenapa-napa"ucap lisa begitu bingung. dengan memberanikan lisa mencoba dengan cara itu. dia tidak tahu harus meminjam telepon genggam milik siapa tapi Lisa langsung teringat dengan ucapan Sarah. iya segera pergi menuju kamar Sarah.
"permisi"ucap Lisa
"maaf ya sayang aku mengagetkan malam-malam seperti ini"ucap lisa segera menghampiri sarah dan menutup pintu.
"iya kakak cantik nggak apa-apa kok, kok kak kenapa kayak orang ketakutan sih "ucap Sarah sembari duduk
"Sarah aku boleh minta tolong sama kamu aku mau menelepon kerabatku apa kamu bisa pinjamkan telepon milik pelayan"ucap lisa begitu ketakutan
"boleh sih kak tapi jam segini pasti para pelayan pada tidur. kenapa enggak besok aja kan lebih enak nelpon ya"ucap sarah
__ADS_1
"tapi masalahnya aku bener-bener butuh PertolonganMu sekarang bolehkah"ucap Lisa sembari membendung air matanya
"ya udah deh tapi Sarah nggak bisa janji,ohhh iya kakak tunggu disini aja biar aku yang pijam kepelayan"ucap Sarah beranjak
Lisa hanya mengangguk mengerti sedangkan Sarah sudah memulai aksinya.nampaknya sarah tidak meminjam dipelayan karena ia takut akan di marahi oleh omnya itu ia mencurinya
"bikkkk"ucap Sarah menuju kamar pelayan
"iya non"ucap salah satu pelayan muda
"lagi pacaran ya ,awas Lo nanti ada om Diki"ucap Sarah menakuti pelayan ABG itu
"Jagan gitu dong non "ucap pelayan memohon
"yaudah letakan hpnya dulu dan buatkan aku nasi goreng ya"ucap Sarah
"bukanya tadi nyonya sudah makan malam"ucap pelayan heran
"emang kenapa nggak mau buatkan atau mau aku bilang sama om Diki"ucap Sarah mengancam
"ya non iya bibik buatkan ya tapi Jagan bilang sama om Diki"ucap pelayan sambil meletakkan handphonenya lalu pergi menuju dapur
__ADS_1
"yesss akhirnya"ucap Sarah menghela nafas dan pengambil handphone itu lalu pergi